Musorprovlub KONI Jatim berubah haluan
Rabu, 12 Desember 2012 - 20:04 WIB
Musorprovlub KONI Jatim berubah haluan
A
A
A
Sindonews.com - Agenda Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) KONI Jatim, 15-16 Desember mendatang mulai memanas. Namun, bukan bursa calon ketua umum, melainkan perdebatan masalah periodisasi kepengurusan KONI Jatim.
Dalam pertemuan pra Musorprovlub di Kantor KONI Jatim, sore kemarin, mulai berembus wacana merubah menjadi agenda menjadi Musorprov biasa, Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub).
"Ada kesepahaman antara cabor untuk mengubah menjadi Musorprov biasa agar periodisasi kepengurusan menjadi empat tahun," ujar Ketua Umum Plt KONI Jatim, Erlangga Satriagung, Rabu (12/12).
Ditambahkan Erlangga, jika agenda tetap Musorprovlub maka akan tetap meneruskan kepengurusan lama yang tersisa hanya dua tahun lagi. "Artinya sebelum PON 2016 sudah ganti pengurus lagi. Ini akan merugikan pembinaan dan menyulitkan pertanggungjawaban karena sebelum PON digelar," ujar pria yang menjabat Ketua Umum REI Jatim ini.
Agar periode kepengurusan berakhir hingga 2016, lanjut Erlangga, maka harus melulai Musorprov bukan Musorprovlub. "Kita akan tanyakan ke KONI Pusat apakah boleh mengubah periodisasi kepengurusan. Secara lisan diperbolehkan, tapi kita minta tertulis ke KONI Pusat," ucapnya.
Yang jelas, lanjut Erlangga, anggota KONI sepaham agar kepengurusan baru nanti berlangsung empat tahun, yaitu 2012 hingga 2016, "Hanya cara bermancam-macam. Yang pasti semua sudah sepaham kepengurusan empat tahun bukan dua tahun. KONI juga sepakat permintaan itu, " ujarnya.
Seperti diketahui, KONI Jatim terpaksa menggelar Musorprovlub karena Ketua Umum KONI Saifullah Yusuf mengundurkan diri karena berbenturan dengan Permendagri yang melarang pejabat publik merangkap jabatan di KONI. Sesuai AD/ART KONI diperbolehkan menggelar Musorprovlub untuk mencari ketua umum baru.
Sementara, Sekum KONI Jatim,Suwanto mengatakan perubahan periodesasi atau perubahanan nama dari Musorpruvlub ke Musorprov akan ditentukan dalam pembahasan tatib, “Semua itu kita serahkan kepada anggota,” katanya.
Jika mengacu pada periode kepengurusan KONI dibawah kepemimpinan Saifullah Yusuf (Gus Ipul), seharusnya habis tahun 2014 mendatang, karena periodenya 2010-2014. Namun, belum tentu ketua umum terpilih nanti akan habis masa jabatannya tahun 2014.
Ada kemungkinan ketua umum terpilih akan berakhir masa jabatannya pada 2016. Alasannya, karena pada 2016 ada PON XIX di Jawa Barat. Jika PON Jabar sebagai landasannya, maka kepengurusan KONI yang baru periodenya bisa dimulai 2012 dan berakhir 2016.
“Sekarang tinggal kemauan dari anggota saja. Apa ingin ketua umum terpilih nanti masa jabatannya berakhir 2014 atau 2016. Nanti bakal terjadi perdebatan yang panjang,” tutur mantan Kepala Dinas Infokom Jatim ini.
Dalam pertemuan pra Musorprovlub di Kantor KONI Jatim, sore kemarin, mulai berembus wacana merubah menjadi agenda menjadi Musorprov biasa, Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub).
"Ada kesepahaman antara cabor untuk mengubah menjadi Musorprov biasa agar periodisasi kepengurusan menjadi empat tahun," ujar Ketua Umum Plt KONI Jatim, Erlangga Satriagung, Rabu (12/12).
Ditambahkan Erlangga, jika agenda tetap Musorprovlub maka akan tetap meneruskan kepengurusan lama yang tersisa hanya dua tahun lagi. "Artinya sebelum PON 2016 sudah ganti pengurus lagi. Ini akan merugikan pembinaan dan menyulitkan pertanggungjawaban karena sebelum PON digelar," ujar pria yang menjabat Ketua Umum REI Jatim ini.
Agar periode kepengurusan berakhir hingga 2016, lanjut Erlangga, maka harus melulai Musorprov bukan Musorprovlub. "Kita akan tanyakan ke KONI Pusat apakah boleh mengubah periodisasi kepengurusan. Secara lisan diperbolehkan, tapi kita minta tertulis ke KONI Pusat," ucapnya.
Yang jelas, lanjut Erlangga, anggota KONI sepaham agar kepengurusan baru nanti berlangsung empat tahun, yaitu 2012 hingga 2016, "Hanya cara bermancam-macam. Yang pasti semua sudah sepaham kepengurusan empat tahun bukan dua tahun. KONI juga sepakat permintaan itu, " ujarnya.
Seperti diketahui, KONI Jatim terpaksa menggelar Musorprovlub karena Ketua Umum KONI Saifullah Yusuf mengundurkan diri karena berbenturan dengan Permendagri yang melarang pejabat publik merangkap jabatan di KONI. Sesuai AD/ART KONI diperbolehkan menggelar Musorprovlub untuk mencari ketua umum baru.
Sementara, Sekum KONI Jatim,Suwanto mengatakan perubahan periodesasi atau perubahanan nama dari Musorpruvlub ke Musorprov akan ditentukan dalam pembahasan tatib, “Semua itu kita serahkan kepada anggota,” katanya.
Jika mengacu pada periode kepengurusan KONI dibawah kepemimpinan Saifullah Yusuf (Gus Ipul), seharusnya habis tahun 2014 mendatang, karena periodenya 2010-2014. Namun, belum tentu ketua umum terpilih nanti akan habis masa jabatannya tahun 2014.
Ada kemungkinan ketua umum terpilih akan berakhir masa jabatannya pada 2016. Alasannya, karena pada 2016 ada PON XIX di Jawa Barat. Jika PON Jabar sebagai landasannya, maka kepengurusan KONI yang baru periodenya bisa dimulai 2012 dan berakhir 2016.
“Sekarang tinggal kemauan dari anggota saja. Apa ingin ketua umum terpilih nanti masa jabatannya berakhir 2014 atau 2016. Nanti bakal terjadi perdebatan yang panjang,” tutur mantan Kepala Dinas Infokom Jatim ini.
(aww)