Ecclestone keukeuh geber GP Turki
Rabu, 12 Desember 2012 - 21:25 WIB
Ecclestone keukeuh geber GP Turki
A
A
A
Sindonews.com - Penyelenggaraan Grand Prix Austria pada 21 Juli mendatang dikabarkan tidak akan dilaksanakan. Itu setelah CEO Formula One (F1) Bernie Ecclestone mengisyaratkan akan memindahkan balapan jet darat itu ke GP Turki. Kini, Ecclestone fokus untuk mengamankan balapan di Istanbul, Turki, tersebut.
Padahal sebelumnya, Pemerintah Turki menolak menyelenggarakan balapan tersebut. Itu terkait dengan masalah biaya yang belum menemukan titik temu antara Federasi Olahraga Automobil Turki (TOSFED) dengan pemerintah setempat. Meski begitu, Ecclestone bersikeras bahwa dirinya akan fokus untuk mengamankan balapan di Turki.
"Saya belum membuka pembicaraan tentang Austria kepada siapapun. Sebab, saya hanya ingin berkonsentrasi untuk mengamankan kembali GP Turki ke kalender 2013 tahun depan," akunya seperti dilansir Crash, Rabu (12/12/2012).
Meski begitu, Ecclestone masih terus berusaha menyelenggarakan balapan yang saat ini hanya terdaftar 19 lintasan, dan masih kurang satu lintasan di tahun depan. "Saat ini saya lebih berpikir bahwa kita akan masuk ke tahun depan, dengan hanya 19 GP, maka itu akan menjadi masalah bagi F1," tutupnya.
Padahal sebelumnya, Pemerintah Turki menolak menyelenggarakan balapan tersebut. Itu terkait dengan masalah biaya yang belum menemukan titik temu antara Federasi Olahraga Automobil Turki (TOSFED) dengan pemerintah setempat. Meski begitu, Ecclestone bersikeras bahwa dirinya akan fokus untuk mengamankan balapan di Turki.
"Saya belum membuka pembicaraan tentang Austria kepada siapapun. Sebab, saya hanya ingin berkonsentrasi untuk mengamankan kembali GP Turki ke kalender 2013 tahun depan," akunya seperti dilansir Crash, Rabu (12/12/2012).
Meski begitu, Ecclestone masih terus berusaha menyelenggarakan balapan yang saat ini hanya terdaftar 19 lintasan, dan masih kurang satu lintasan di tahun depan. "Saat ini saya lebih berpikir bahwa kita akan masuk ke tahun depan, dengan hanya 19 GP, maka itu akan menjadi masalah bagi F1," tutupnya.
(aww)