SPOrT Arcamanik buang anggaran jika untuk latihan

Rabu, 12 Desember 2012 - 21:39 WIB
SPOrT Arcamanik buang...
SPOrT Arcamanik buang anggaran jika untuk latihan
A A A
Sindonews.com - Rencana pembangunan Sarana Pembinaan Olahraga Terpadu (SPOrT) yang dilakukan Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Jabar, di Arcamanik, dinilai hanya akan buang-buang anggaran. Itu jika venue di sekitar Arcamanik hanya dibangun untuk berlatih saja.

"Kalau Arcamanik dibangun hanya untuk latihan, itu hanya buang-buang anggaran saja. Jadi terkesan tidak mempunyai misi ke depan, hanya berjalan seadanya saja," Kata Pengamat Olahraga Jabar, Asep Hanafiah,kepada SINDO kemarin.

Dia menilai, pada perencanaan pembangunan SPOrT Arcamanik itu, ada beberapa venue yang akan tumpang tindih dengan sarana yang sudah dimiliki Jabar saat ini. Misalnya, venue voli pasir dan sofbol. Kedua venue itu sudah dimiliki Jabar di Kompleks Olahraga Lodaya dan hanya memerlukan perbaikan saja. Bahkan untuk sofbol, Kabupaten Bandung pun juga sudah membangunnya di sekitar komplek Si Jalak Harupat.

Bukan hanya itu, dalam maket yang dirancang awal tahun 2010 terlihat ada rencana pembangunan sepak bola. Di Kota Bandung saja, sudah ada lapangan sepakbola yang layak untuk menggelar pertandingan, seperti SUS Gedebage, Stadion Siliwangi dan Si Jalak Harupat. Belum lagi stadion yang ada di sekitar Jabar.

"Untuk latihan, KONI Jabar kan sudah teken MoU dengan Kodam, ada berapa lapangan sepak bola yang bisa digunakan untuk kepentingan latihan," ujarnya.

Yang lebih efektif, lanjut Asep, untuk jangka panjang ke depan, Disorda wajib membangun tempat pertandingan bukan hanya tempat latihan. Sebab, sampai saat ini Jabar belum punya tempat pertandingan yang bertaraf internasional.

Dari 18 hektare luas tanah Arcamanik, bisa dibangun 9 GOR pertandingan level internasional. Itu sudah termasuk dengan lahan parkir dan sarana-sarana penunjang lainnya.

"Kalau saya perhatikan, dari 18 hektare tanah yang ada di sana bisa dibangun 9 GOR yang mirip dengan GOR C-tra Arena, jadi seperempat venue untuk sarana PON kan sudah terpenuhi," tegasnya.

Asep juga menilai, dari sisi lokasi, Arcamanik sangat strategis karena berada di tengah-tengah kota. Seharusnya, Disorda juga belajar dari penyelenggaraan Riau saat menjadi tuan rumah PON. Saat PON Riau, kebanyakan jarak antara venue ke venue cukup jauh. Hal itu sangat mengganggu efektivitas pelaksanaan PON.

"Bukan hanya hal positif yang harus diambil Jabar dari Riau. Saat menjadi tuan rumah, hal negatif pun harusnya Disorda bisa mengkajinya agar tidak terulang lagi saat pelaksanaan PON di Jabar," ungkapnya.
(aww)
Berita Terkini
Rudy Poa Kembali Kibarkan...
Rudy Poa Kembali Kibarkan Merah Putih di Asia Cross Country Rally 2026, Delapan Kali Tampil Membela Indonesia
7 jam yang lalu
Link Nonton Timnas Indonesia...
Link Nonton Timnas Indonesia vs Kamboja di ASEAN Hyundai Cup: Pembuktian John Herdman!
8 jam yang lalu
Sentul Drag Record Simpati...
Sentul Drag Record Simpati 5G Akhir Pekan Ini Hadir dengan Konsep Baru
8 jam yang lalu
Thomas Muller Buka Lagi...
Thomas Muller Buka Lagi Momen Kontroversial Bersama Messi, Sindir Keputusan Wasit
9 jam yang lalu
FIFA Tepis Isu Pengaturan...
FIFA Tepis Isu Pengaturan Skor Pertandingan di Piala Dunia 2026
9 jam yang lalu
Norwegia Siap Laporkan...
Norwegia Siap Laporkan FIFA, Protes Campur Tangan Trump dalam Kasus Kartu Merah Balogun
9 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved