PSSI: Task Force bukan intervensi Pemerintah
Rabu, 12 Desember 2012 - 23:44 WIB
PSSI: Task Force bukan intervensi Pemerintah
A
A
A
Sindonews.com - PSSI merespons positif dibentuknya Tim Task Force (TF) oleh pelaksana tugas (Plt) Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Agung Laksono. Federasi Sepak Bola Indonesia setuju asalkan terbentuknya TF bisa membawa sepak bola Indonesia terhindar dari sanksi FIFA.
Menpora memang telah secara resmi membentuk tim TF, dalam usaha pemerintah menghindarkan sepak bola Indonesia dari sanksi FIFA. TF yang diketuai Rita Subowo (Ketua), Tono Suratman (Anggota), Agum Gumelar (Sekretaris), Djoko Pekik Irianto dan Yuli Mumpuni (Wakil Sekretaris), akan secara rutin berkomunikasi dengan FIFA. Karena nasib PSSI sendiri akan ditentukan lewat rapat Komite Eksekutif (Exco) FIFA di Tokyo, Jepang, 14 Desember mendatang.
"Apa yang dilakukan pemerintah dengan membentuk tim Task Force, menjadi hal yang sah-sah saja menurut saya. Intinya kami setuju saja dengan langkah yang dilakukan pemerintah. Ya tentu saja, selama hal tersebut demi kebaikan sepak bola Indonesia," ungkap ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Bernhard Limbong saat dihubungi SINDO, Rabu (12/12).
Apakah terbentuknya TF oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), sebagai bentuk pengambil alihan sepak bola oleh pemerintah? Limbong mengaku tidak ingin menggiring opini ke arah itu. Menurutnya, PSSI dan semua pihak yang bersinggunggan langsung dengan permasalahan yang ada saat ini haruslah berfikir positif. Apalagi melihat kondisi persepak bolaan Indonesia yang semakin dekat dengan bayang-bayang sanksi.
"Sebaiknya jangan disimpulkan jika pemerintah berusaha mengambil-alih atau melakukan bentuk intervensi dalam persepak bolaan Indonesia. Malah kalau menurut saya, tidak perlu jauh-jauh sampai membentuk TF. Pemerintah cukup berlaku tegas saja, itu sudah langkah yang baik," papar pria yang juga menjabat sebagai penanggung jawab tim nasional (timnas) Indonesia tersebut.
Dalam kesempatan ini menurut Limbong, PSSI pun juga terus berusaha agar Indonesia tidak dijatuhi sanksi. Seperti yang disampaikan Ketua Umum (ketum) PSSI Djohar Arifin Husin, sebelumnya, Limbong pun menyatakan jika para pengurus PSSI sudah terbang ke Jepang. Selain untuk memenuhi undangan federasi sepak bola Jepang untuk menyaksikan kejuaraan Dunia Antarklub, PSSI juga berusaha melobi para petinggi FIFA di Tokyo.
Adapun para perwakilan PSSI yang terbang ke Jepang selain Djohar di antaranya ada Waketum PSSI, Farid Rahman, Halim Mafudz (Sekjen PSSI), Sihar Sitorus dan Bob Hippy (Anggota Exco PSSI). Menurut Limbong dirinya pun akan menyusul, sebagai usaha untuk bertemu dengan para petinggi organisasi sepak bola dunia tersebut, sebelum digelarnya rapat Exco FIFA.
"Mereka yang sudah datang akan melakukan negosiasi-negosiasi kecil-kecilan di sana dengan para petinggi FIFA. Besok, saya juga akan menyusul ke sana. Kami akan berusaha mengontak beberapa orang di sana. Ya, ini juga sebagai bentuk usaha agar tidak disanksi FIFA," jelas Limbong.
Menpora memang telah secara resmi membentuk tim TF, dalam usaha pemerintah menghindarkan sepak bola Indonesia dari sanksi FIFA. TF yang diketuai Rita Subowo (Ketua), Tono Suratman (Anggota), Agum Gumelar (Sekretaris), Djoko Pekik Irianto dan Yuli Mumpuni (Wakil Sekretaris), akan secara rutin berkomunikasi dengan FIFA. Karena nasib PSSI sendiri akan ditentukan lewat rapat Komite Eksekutif (Exco) FIFA di Tokyo, Jepang, 14 Desember mendatang.
"Apa yang dilakukan pemerintah dengan membentuk tim Task Force, menjadi hal yang sah-sah saja menurut saya. Intinya kami setuju saja dengan langkah yang dilakukan pemerintah. Ya tentu saja, selama hal tersebut demi kebaikan sepak bola Indonesia," ungkap ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Bernhard Limbong saat dihubungi SINDO, Rabu (12/12).
Apakah terbentuknya TF oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), sebagai bentuk pengambil alihan sepak bola oleh pemerintah? Limbong mengaku tidak ingin menggiring opini ke arah itu. Menurutnya, PSSI dan semua pihak yang bersinggunggan langsung dengan permasalahan yang ada saat ini haruslah berfikir positif. Apalagi melihat kondisi persepak bolaan Indonesia yang semakin dekat dengan bayang-bayang sanksi.
"Sebaiknya jangan disimpulkan jika pemerintah berusaha mengambil-alih atau melakukan bentuk intervensi dalam persepak bolaan Indonesia. Malah kalau menurut saya, tidak perlu jauh-jauh sampai membentuk TF. Pemerintah cukup berlaku tegas saja, itu sudah langkah yang baik," papar pria yang juga menjabat sebagai penanggung jawab tim nasional (timnas) Indonesia tersebut.
Dalam kesempatan ini menurut Limbong, PSSI pun juga terus berusaha agar Indonesia tidak dijatuhi sanksi. Seperti yang disampaikan Ketua Umum (ketum) PSSI Djohar Arifin Husin, sebelumnya, Limbong pun menyatakan jika para pengurus PSSI sudah terbang ke Jepang. Selain untuk memenuhi undangan federasi sepak bola Jepang untuk menyaksikan kejuaraan Dunia Antarklub, PSSI juga berusaha melobi para petinggi FIFA di Tokyo.
Adapun para perwakilan PSSI yang terbang ke Jepang selain Djohar di antaranya ada Waketum PSSI, Farid Rahman, Halim Mafudz (Sekjen PSSI), Sihar Sitorus dan Bob Hippy (Anggota Exco PSSI). Menurut Limbong dirinya pun akan menyusul, sebagai usaha untuk bertemu dengan para petinggi organisasi sepak bola dunia tersebut, sebelum digelarnya rapat Exco FIFA.
"Mereka yang sudah datang akan melakukan negosiasi-negosiasi kecil-kecilan di sana dengan para petinggi FIFA. Besok, saya juga akan menyusul ke sana. Kami akan berusaha mengontak beberapa orang di sana. Ya, ini juga sebagai bentuk usaha agar tidak disanksi FIFA," jelas Limbong.
(aww)