Penentuan anggota Tim Task Force tidak tepat
Rabu, 12 Desember 2012 - 22:39 WIB
Penentuan anggota Tim Task Force tidak tepat
A
A
A
Sindonews.com - Pelaksana tugas (Plt) Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Agung Laksono telah membentuk Tim Task Force (TF) sebagai upaya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan jika sanksi FIFA dijatuhkan kepada Indonesia. Banyak sejumlah kalangan yang menilai pemilihan orang yang berada di tim tidak tepat. Hal ini disampaikan oleh Ketua Masyarakat Sepak Bola Indonesia (MSBI) Sarman Hakim.
Sebelumnya, dalam konferensi pers yang dilakukan di media center Menpora. Agung yang juga menjabat Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) menunjuk Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Rita Subowo sebagai ketua TF. Selain itu, dia juga menempatkan Tono Suratman sebagai anggota TF (Ketua KONI Pusat), Agum Gumelar (Mantan Ketua Komite Normalisasi), Djoko Pekik Irianto (Deputi Bidang Pembinaan dan Prestasi Kemenpora) ditetapkan sebagai sekretaris TF, dan Yuli Mumpuni ditunjuk sebagai wakil sekretaris.
Adapun tugas-tugas yang dibebankan kepada TF bentukan Menpora adalah berkonsultasi dengan FIFA dalam usaha semaksimal mungkin menghindari sanksi. Kedua, melakukan konsultasi dengan FIFA dan AFC mengenai kemungkinan pemerintah menggunakan kewenangannya sesuai dengan UU N. 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional dan PP Nomor 16 tahun 2007 tentang Penyelenggaraan keolahragaan.
Namun, penunjukan itu dinilai Sarman tidak tepat. Pasalnya, mereka merupakan orang-orang yang gagal membangun olahraga Indonesia. "Ini harus segera digugat, dan pasti mereka tidak akan menghasilkan apa pun terkait sanksi FIFA yang sudah berada di depan mata ini," kata Sarman ketika ditemui saat menggelar konferensi pers, di Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (12/12/2012).
"Yang jelas pemerintah akan gigit jari bahkan menyesal ketika sanksi dari FIFA benar-benar dijatuhkan kepada Indonesia. Jadi, Task Force bukan solusi yang tepat untuk terhindar dari sanksi tersebut," tutupnya.
Sebelumnya, dalam konferensi pers yang dilakukan di media center Menpora. Agung yang juga menjabat Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) menunjuk Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Rita Subowo sebagai ketua TF. Selain itu, dia juga menempatkan Tono Suratman sebagai anggota TF (Ketua KONI Pusat), Agum Gumelar (Mantan Ketua Komite Normalisasi), Djoko Pekik Irianto (Deputi Bidang Pembinaan dan Prestasi Kemenpora) ditetapkan sebagai sekretaris TF, dan Yuli Mumpuni ditunjuk sebagai wakil sekretaris.
Adapun tugas-tugas yang dibebankan kepada TF bentukan Menpora adalah berkonsultasi dengan FIFA dalam usaha semaksimal mungkin menghindari sanksi. Kedua, melakukan konsultasi dengan FIFA dan AFC mengenai kemungkinan pemerintah menggunakan kewenangannya sesuai dengan UU N. 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional dan PP Nomor 16 tahun 2007 tentang Penyelenggaraan keolahragaan.
Namun, penunjukan itu dinilai Sarman tidak tepat. Pasalnya, mereka merupakan orang-orang yang gagal membangun olahraga Indonesia. "Ini harus segera digugat, dan pasti mereka tidak akan menghasilkan apa pun terkait sanksi FIFA yang sudah berada di depan mata ini," kata Sarman ketika ditemui saat menggelar konferensi pers, di Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (12/12/2012).
"Yang jelas pemerintah akan gigit jari bahkan menyesal ketika sanksi dari FIFA benar-benar dijatuhkan kepada Indonesia. Jadi, Task Force bukan solusi yang tepat untuk terhindar dari sanksi tersebut," tutupnya.
(aww)