Kesigapan Polri menjaga kantor PSSI diapresiasi
Rabu, 12 Desember 2012 - 22:42 WIB
Kesigapan Polri menjaga kantor PSSI diapresiasi
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S. Pane mengapresiasi sikap tegas Polri yang mengunci lokasi Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Selain itu, Polri juga bertindak cepat mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi di kantor PSSI. Polri menugaskan anggotanya untuk menjaga kantor PSSI setelah muncul isu akan ada pengambilalihan markas tersebut oleh Komite Penyelamatan Sepak Bola Indonesia (KPSI).
"Ini bagus, pihak kepolisian kita tanggap terhadap adanya aksi untuk mengambil-alih kantor PSSI. Ini harus terus dilakukan, sampai benar-benar kondisinya kondusif," jelasnya ketika ditemui sindonews saat menggelar konferensi pers di Sekretariat Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia, Pintu 3, Senayan Jakarta, Rabu (12/12/2012). "Hal ini dilakukan agar aset kita tidak diambil oleh orang yang tidak punya kepentingan," tambahnya.
Dengan demikian, kerja keras jajaran kepolisian dituntut untuk lebih tangguh lagi dalam menjaga dan mengantisipasi perkembangan serta dinamika yang sedang terjadi di dunia sepak bola nasional. Artinya, setelah FIFA mengeluarkan hukuman pembekuan pada 14 Desember nanti. Jajaran kepolisian harus segera mempolice line kantor PSSI, untuk menjaga terjadinya kekisruhan. "Ini dilakukan agar aset kita tetap utuh sampai benar-benar terbentuknya kepengurusan baru yang telah disetujui FIFA bahkan pemerintah kita."
Selain itu, Neta juga menanggapi permasalahan yang sedang terjadi saat ini. Terutama mengenai masalah kematian Diego Mendieta. "Pemerintah seakan tak berdaya mengurus kematian Diego Mendieta. Padahal FIFA telah menganjurkan agar masalah ini dapat diselesaikan lewat jalur hukum. Karenanya, saya meminta dengan adanya kejadian ini semua pengurus PSSI maupun KPSI yang sedang bertikai dapat introspeksi," tutupnya.
"Ini bagus, pihak kepolisian kita tanggap terhadap adanya aksi untuk mengambil-alih kantor PSSI. Ini harus terus dilakukan, sampai benar-benar kondisinya kondusif," jelasnya ketika ditemui sindonews saat menggelar konferensi pers di Sekretariat Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia, Pintu 3, Senayan Jakarta, Rabu (12/12/2012). "Hal ini dilakukan agar aset kita tidak diambil oleh orang yang tidak punya kepentingan," tambahnya.
Dengan demikian, kerja keras jajaran kepolisian dituntut untuk lebih tangguh lagi dalam menjaga dan mengantisipasi perkembangan serta dinamika yang sedang terjadi di dunia sepak bola nasional. Artinya, setelah FIFA mengeluarkan hukuman pembekuan pada 14 Desember nanti. Jajaran kepolisian harus segera mempolice line kantor PSSI, untuk menjaga terjadinya kekisruhan. "Ini dilakukan agar aset kita tetap utuh sampai benar-benar terbentuknya kepengurusan baru yang telah disetujui FIFA bahkan pemerintah kita."
Selain itu, Neta juga menanggapi permasalahan yang sedang terjadi saat ini. Terutama mengenai masalah kematian Diego Mendieta. "Pemerintah seakan tak berdaya mengurus kematian Diego Mendieta. Padahal FIFA telah menganjurkan agar masalah ini dapat diselesaikan lewat jalur hukum. Karenanya, saya meminta dengan adanya kejadian ini semua pengurus PSSI maupun KPSI yang sedang bertikai dapat introspeksi," tutupnya.
(aww)