Erwiyantoro : Pemerintah gagal akhiri konflik PSSI dan KPSI

Rabu, 12 Desember 2012 - 22:45 WIB
Erwiyantoro : Pemerintah...
Erwiyantoro : Pemerintah gagal akhiri konflik PSSI dan KPSI
A A A
Sindonews.com - Pengamat sepak bola nasional, Erwiyantoro, mengatakan dunia sepak bola Indonesia saat ini sudah masuk ke dalam area politik. Akibatnya, perkembangan sepak bola nasional tidak menunjukkan kemajuan. Itu terbalik ketika di era sebelumnya di mana kekuatan sentral tetap dipegang oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Menurutnya, permasalahan ini muncul ketika perdebatan untuk menyelesaikan konflik dualisme sepak bola nasional antara PSSI dengan Komite Penyelamatan Sepak Bola Indonesia (KPSI) tak kunjung usai.

"Olahraga terutama sepak bola kita telah dimasukkan sebagai kendaraan politik. Saya melihat kekuatan untuk membangun kembali kekuatan sudah tidak mungkin bisa terjadi. Sebab, saat ini sudah tidak ada lagi kekuatan sentral (PSSI) untuk menyelesaikan masalah tersebut," katanya saat menggelar konferensi pers dengan tema 'Saatnya Indonesia di hukum FIFA' di Perwosi pintu III Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (12/12/2012).

"Ini juga diperparah ketika sejumlah pengurus PSSI tidak mengetahui permasalahan yang sedang bergejolak. Jadi, kita tunggu saja sanksi yang akan diberikan FIFA kepada Indonesia."

Erwiyantoro menambahkan, seluruh kejadian ini akibat kegagalan pemerintah yang lambat menyelesaikan konflik tersebut. Padahal mereka mempunyai kewenangan untuk menyelenggarakan bahkan mengatur penyelenggaraan olahraga nasional.

Jadi, tidak ada salahnya jika Federasi SepakBola Dunia (FIFA) menjatuhkan sanksi kepada Indonesia. Pasalnya, FIFA meminta baik PSSI maupun KPSI untuk menghentikan pertikaian. Namun, apa yang terjadi keduanya malah menggelar kongres masing-masing.

PSSI ngotot menggelar kongres dengan apa yang diyakininya di Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng) pada 10 Desember lalu. Sedangkan KPSI pun sama, menggelar kongres sendiri di Jakarta dalam waktu yang sama. Tidak adanya kata damai ini seakan sanksi yang diberikan FIFA semakin dekat.

"Jangan pernah bermimpi sepak bola kita akan maju. Jika masih ada orang-orang politik yang mempunyai kepentingan di situ. Jadi, seluruh permasalahan ini akibat lambatnya sikap dari pemerintah untuk menyelesaikan konflik yang sudah terjadi berlarut-larut tersebut," tungkasnya.
(aww)
Berita Terkait
Bung Harpa Soroti Konflik...
Bung Harpa Soroti Konflik Kepentingan Jabatan Ganda Erick Thohir di PSSI dan Kemenpora
Erick Thohir Terpilih...
Erick Thohir Terpilih Jadi Ketua Umum PSSI, Pengamat: Dia Tahu Cara Menata Sepak Bola
Tuntutan Revolusi PSSI...
Tuntutan Revolusi PSSI Terus Berkumandang saat Konser Salam Satu Jiwa di Gladiator Arena Bekasi
Tuntut Penuntasan Kasus...
Tuntut Penuntasan Kasus Tragedi Kanjuruhan, Suporter Bentangkan Spanduk di Laga Persib VS Persija
FAPSI Dorong Revolusi...
FAPSI Dorong Revolusi Sepak Bola Indonesia
Konser Kopi Darat Sepak...
Konser Kopi Darat Sepak Bola untuk Rakyat Dorong Penuntasan Tragedi Kanjuruhan
Berita Terkini
Mikel Merino dan Keajaiban...
Mikel Merino dan Keajaiban yang Terus Berulang untuk Spanyol
1 jam yang lalu
5 Fakta Menarik Spanyol...
5 Fakta Menarik Spanyol Singkirkan Belgia di Piala Dunia 2026
3 jam yang lalu
Spanyol Tantang Prancis...
Spanyol Tantang Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026
3 jam yang lalu
Spanyol Lolos ke Semifinal...
Spanyol Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Belgia 2-1
3 jam yang lalu
Belgia Patahkan Rekor...
Belgia Patahkan Rekor Clean Sheet Spanyol di Babak Pertama
5 jam yang lalu
Cawe-cawe Trump Disebut...
Cawe-cawe Trump Disebut Biang Kerok Kegagalan Timnas AS di Piala Dunia 2026
5 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved