FIFA tegur keras PSSI & KPSI
Kamis, 13 Desember 2012 - 00:06 WIB
FIFA tegur keras PSSI & KPSI
A
A
A
Sindonews.com - Sepertinya sanksi FIFA terhadap Indonesia memang tak akan bisa dihindari. Anggota Komite Eksekutif (Exco) FIFA Prince Ali bin Al Hussein menegur PSSI dan KPSI untuk menyatukan pandangan mereka.
Prince Ali menilai kedua pihak tersebut patut disalahkan apabila sepak bola Indonesia akhirnya mendapatkan sanksi dari FIFA.
''Saya melihat betapa pentingnya sepak bola bagi rakyat Indonesia, dan permasalahan ini harus dituntaskan. Dua liga di satu negara itu sangat memilukan. Itu isu fundamental yang harus diselesaikan,” ujar Prince Ali kepada Reuters usai penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara AFC dan UEFA di Kuala Lumpur, Malaysia.
Menurutnya kedua belah pihak yang berseteru sudah melupakan mandat mereka, mereka mempertahankan ego masing-masing.
''Menurut saya, semua stakeholders di sepak bola perlu menyadari, jika mereka ingin melayani masyarakat mereka, mereka harus menyelesaikan perbedaan. Kami akan membahas situasi ini di Tokyo saat rapat Exco FIFA,” kata Prince Ali.
''Satu-satunya yang paling menderita dari situasi ini adalah orang-orang yang mencintai olahraga ini,” pungkasnya.
Prince Ali menilai kedua pihak tersebut patut disalahkan apabila sepak bola Indonesia akhirnya mendapatkan sanksi dari FIFA.
''Saya melihat betapa pentingnya sepak bola bagi rakyat Indonesia, dan permasalahan ini harus dituntaskan. Dua liga di satu negara itu sangat memilukan. Itu isu fundamental yang harus diselesaikan,” ujar Prince Ali kepada Reuters usai penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara AFC dan UEFA di Kuala Lumpur, Malaysia.
Menurutnya kedua belah pihak yang berseteru sudah melupakan mandat mereka, mereka mempertahankan ego masing-masing.
''Menurut saya, semua stakeholders di sepak bola perlu menyadari, jika mereka ingin melayani masyarakat mereka, mereka harus menyelesaikan perbedaan. Kami akan membahas situasi ini di Tokyo saat rapat Exco FIFA,” kata Prince Ali.
''Satu-satunya yang paling menderita dari situasi ini adalah orang-orang yang mencintai olahraga ini,” pungkasnya.
(wbs)