Yessy Yosaputra dkk bela Indonesia di Istanbul
Kamis, 13 Desember 2012 - 18:10 WIB
Yessy Yosaputra dkk bela Indonesia di Istanbul
A
A
A
Sindonews.com - Tiga perenang andalan Jawa Barat; Monalisa, Rena Saumi dan Yessy Yosaputra mengikuti Kejuaraan dunia "11th FINA World Swiming Championship" yang berlangsung di Istanbul, Turki, Rabu (12/12) hingga Sabtu (15/12) mendatang.
Ketiga perenang ini memang menjadi andalan Jabar saat meraih titel juara umum renang di PON XVIII lalu. Dari para mojang Jabar ini, menghasilkan lebih dari satu emas, dari nomor perorangan dan beregu.
Prestasi itulah yang menjadi penghargaan dan kepercayaan yang tinggi dari Pengurus Besar (PB) Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI). Pasalnya, dari 33 provinsi se-Indonesia, hanya dua daerah saja yang terpilih.
''Prestasi inilah yang menjadi gambaran Indonesia, untuk mempercayakan prestasi renang Tanah Air, ke tangan Monalisa dan kawan-kawan,” kata Sekretaris Umum PRSI Jabar, Verdia Yosef kepada SINDO.
Menurut Yosef, mereka juga masih akan menjadi andalan Jabar di PON XIX 2016. Pasalnya dari sisi umur, ketiga perenang itu masih bisa turun di perhelatan olahraga multieven empat tahunan itu.
”Mereka masih akan turun di PON Jabar 2016 nanti. Apalagi Monalisa, dia masih duduk di bangku SMA. Dia perenang yang mempunyai prospek masa depan prestasi yang cerah,“tegasnya.
Ia menilai, ini adalah salah satu cara regenerasi renang Jabar, agar konsistensi prestasinya bisa terus dipertahankan, sehingga Jabar bisa menjadi kiblat olahraga air ini. Yosef juga menegaskan, pihaknya harus mengerti tentang siklus prestasi atlet, yang dapat dilihat dari masa keemasan atlet.
”Di Riau kita mungkin berharap sama Glen Victor, tapi tetap harus ada penerusnya seperti Triadji, Monalisa, dan lain-lain,“ terangnya.
Sebagai salah satu cara mencari penerusnya, kata Yosef, selain banyak menggelar kejuaraan level daerah atau nasional, pihaknya juga memantau keberadaan klub renang yang ada di Jabar. Sebab dirinya menilai, klub merupakan wahana yang tepat untuk melihat bibit-bibit atlet yang berpotensi emas.
"Ada banyak klub di Jabar, mereka semua mempunyai atlet. Kita terus pantau perkembangan prestasi atlet-atletnya," ujarnya.
Menurut Yosef, renang merupakan olahraga terukur. Jadi sangat mudah memantau peningkatan kemampuan atlet. "Renang itu olahraga terukur. Bila catatan waktu perenang semakin baik, maka dia layak dikategorikan sebagai atlet yang mempunyai potensi," kata Yosef.
Ketiga perenang ini memang menjadi andalan Jabar saat meraih titel juara umum renang di PON XVIII lalu. Dari para mojang Jabar ini, menghasilkan lebih dari satu emas, dari nomor perorangan dan beregu.
Prestasi itulah yang menjadi penghargaan dan kepercayaan yang tinggi dari Pengurus Besar (PB) Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI). Pasalnya, dari 33 provinsi se-Indonesia, hanya dua daerah saja yang terpilih.
''Prestasi inilah yang menjadi gambaran Indonesia, untuk mempercayakan prestasi renang Tanah Air, ke tangan Monalisa dan kawan-kawan,” kata Sekretaris Umum PRSI Jabar, Verdia Yosef kepada SINDO.
Menurut Yosef, mereka juga masih akan menjadi andalan Jabar di PON XIX 2016. Pasalnya dari sisi umur, ketiga perenang itu masih bisa turun di perhelatan olahraga multieven empat tahunan itu.
”Mereka masih akan turun di PON Jabar 2016 nanti. Apalagi Monalisa, dia masih duduk di bangku SMA. Dia perenang yang mempunyai prospek masa depan prestasi yang cerah,“tegasnya.
Ia menilai, ini adalah salah satu cara regenerasi renang Jabar, agar konsistensi prestasinya bisa terus dipertahankan, sehingga Jabar bisa menjadi kiblat olahraga air ini. Yosef juga menegaskan, pihaknya harus mengerti tentang siklus prestasi atlet, yang dapat dilihat dari masa keemasan atlet.
”Di Riau kita mungkin berharap sama Glen Victor, tapi tetap harus ada penerusnya seperti Triadji, Monalisa, dan lain-lain,“ terangnya.
Sebagai salah satu cara mencari penerusnya, kata Yosef, selain banyak menggelar kejuaraan level daerah atau nasional, pihaknya juga memantau keberadaan klub renang yang ada di Jabar. Sebab dirinya menilai, klub merupakan wahana yang tepat untuk melihat bibit-bibit atlet yang berpotensi emas.
"Ada banyak klub di Jabar, mereka semua mempunyai atlet. Kita terus pantau perkembangan prestasi atlet-atletnya," ujarnya.
Menurut Yosef, renang merupakan olahraga terukur. Jadi sangat mudah memantau peningkatan kemampuan atlet. "Renang itu olahraga terukur. Bila catatan waktu perenang semakin baik, maka dia layak dikategorikan sebagai atlet yang mempunyai potensi," kata Yosef.
(aww)