Sepak bola Indonesia dikotori intrik politik
Kamis, 13 Desember 2012 - 21:13 WIB
Sepak bola Indonesia dikotori intrik politik
A
A
A
Sindonews.com - Pelatih PSM Makassar Petar Segrt menilai, tidak harmonisnya iklim sepak bola Indonesia, karena adanya orang-orang tertentu yang melakukan intrik politik.
Dia mengatakan, Indonesia punya banyak talenta-talenta muda berkualitas yang bisa dikembangkan. Karena adanya orang-orang tertentu yang melakukan intrik politik, membuat potensi tersebut terabaikan.
Pria asal Kroasia itu mengatakan, intrik tersebut sangat merugikan pengembangan sepak bola di Indonesia. ''Karena ulah beberapa orang, akan berakibat besar terhadap publik sepak bola di negara ini,” tuturnya.
Mulai dari klub, pemain hingga suporter harus menanggung akibatnya. Dia berharap, FIFA tidak memberikan sanksi kepada Indonesia. ''Sangat mahal harga yang akan dibayar jika Indonesia terkena sanksi FIFA,” sebutnya.
Kemungkinan Indonesia akan diberikan sanksi, Petar enggan mongentarinya. Dia hanya berharap, persoalan tersebut selesai dengan baik. ''Kita berharap yang terbaik untuk sepak bola Indonesia,” ucapnya.
CEO PSM Makassar Rully Habibie mengatakan, Jumat (14/12) FIFA, akan membahas nasib sepak bola Indonesia di Jepang. ''Kita berharap, Indonesia tidak diberikan sanksi,” tuturnya.
Karena menurut dia, PSSI sudah melakukan hal benar dalam menyelamatkan sepak bola Indonesia. ''PSSI dan teman-teman voter sudah melakukan yang terbaik untuk sepak bola Indonesia,” paparnya.
Rully belum mau bicara soal kemungkinan terburuk dari pertemuan yang akan digelar federasi sepak bola dunia tersebut. ''Jangan berpikir seperti itu. Karena PSSI akan terus berupaya melakukan yang terbaik,” katanya.
Dia mengatakan, satu terakhir ini, sepakbola dihadang berbagai masalah. Namun Rully meyakini, problem ini adalah langkah menuju perbaikan. ''Ini adalah bagian dari transformasi sepak bola Indonesia,”pungkasnya.
Dia mengatakan, Indonesia punya banyak talenta-talenta muda berkualitas yang bisa dikembangkan. Karena adanya orang-orang tertentu yang melakukan intrik politik, membuat potensi tersebut terabaikan.
Pria asal Kroasia itu mengatakan, intrik tersebut sangat merugikan pengembangan sepak bola di Indonesia. ''Karena ulah beberapa orang, akan berakibat besar terhadap publik sepak bola di negara ini,” tuturnya.
Mulai dari klub, pemain hingga suporter harus menanggung akibatnya. Dia berharap, FIFA tidak memberikan sanksi kepada Indonesia. ''Sangat mahal harga yang akan dibayar jika Indonesia terkena sanksi FIFA,” sebutnya.
Kemungkinan Indonesia akan diberikan sanksi, Petar enggan mongentarinya. Dia hanya berharap, persoalan tersebut selesai dengan baik. ''Kita berharap yang terbaik untuk sepak bola Indonesia,” ucapnya.
CEO PSM Makassar Rully Habibie mengatakan, Jumat (14/12) FIFA, akan membahas nasib sepak bola Indonesia di Jepang. ''Kita berharap, Indonesia tidak diberikan sanksi,” tuturnya.
Karena menurut dia, PSSI sudah melakukan hal benar dalam menyelamatkan sepak bola Indonesia. ''PSSI dan teman-teman voter sudah melakukan yang terbaik untuk sepak bola Indonesia,” paparnya.
Rully belum mau bicara soal kemungkinan terburuk dari pertemuan yang akan digelar federasi sepak bola dunia tersebut. ''Jangan berpikir seperti itu. Karena PSSI akan terus berupaya melakukan yang terbaik,” katanya.
Dia mengatakan, satu terakhir ini, sepakbola dihadang berbagai masalah. Namun Rully meyakini, problem ini adalah langkah menuju perbaikan. ''Ini adalah bagian dari transformasi sepak bola Indonesia,”pungkasnya.
(aww)