Agum: Kami di pihak netral
Kamis, 13 Desember 2012 - 23:50 WIB
Agum: Kami di pihak netral
A
A
A
Sindonews.com - Sanggahan tegas jika hadirnya tim Task Force bukan bentuk intervensi pemerintah juga dinyatakan Sekretaris Task Force, Agum Gumelar. Mantan ketua Komite Normalisasi ini pun berharap, jangan dulu muncul komentar-komentar miring soal dibentuknya TF. Karena TF sendiri sejauh ini terus berusaha mencari formula untuk menyalamatkan sepak bola Indonesia.
''Kalau dualisme ini tidak terselesaikan akan terus begini dan akan merugikan sepak bola kita. Kami siapkan formulasi. Cari yang terbaik bagi semua pihak. Sekali lagi dengan jaminan, kami berada di pihak yang netral. Jangan ada kecurigaan. Jadi jangan sedikit-sedikit ada statemen untuk memperkeruh keadaaan,” jelas Agum.
''Kami tidak mengambil alih, kalau mengambil alih baru namanya intervensi. Dan sekarang yang harus dilakukan, menghargai klub. Karena mereka yang memiliki suara. Mereka juga sebenarnya sudah jenuh. Mereka ingin bersatu dan mereka ingin adanya kompetisi. Mereka yang harus kita perjuangkan nasibnya. Untuk itu sekali lg jangan ada kecurigaan. Jangan dibilang TF intervensi. Karena kita yang disurati FIFA dengan ada surat ini. Untuk itu kami lakukan langkah-langkah terbaik,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Agung yang juga menjabat Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) mengungkapkan, jika Jilong akan menyambangi Tanah Air. Tapi kapan tepatnya datang, Agung masih belum bisa menyampaikannya saat ini.
''Telah kami dapatkan informasi, jika presiden AFC akan datang ke Indonesia. Dirinya akan bertemu dengan pihak-pihak yang terkait. Tapi kapan waktunya mereka datang, dalam waktu dekat akan kami informasikan,” jelas Agung.
''Kalau dualisme ini tidak terselesaikan akan terus begini dan akan merugikan sepak bola kita. Kami siapkan formulasi. Cari yang terbaik bagi semua pihak. Sekali lagi dengan jaminan, kami berada di pihak yang netral. Jangan ada kecurigaan. Jadi jangan sedikit-sedikit ada statemen untuk memperkeruh keadaaan,” jelas Agum.
''Kami tidak mengambil alih, kalau mengambil alih baru namanya intervensi. Dan sekarang yang harus dilakukan, menghargai klub. Karena mereka yang memiliki suara. Mereka juga sebenarnya sudah jenuh. Mereka ingin bersatu dan mereka ingin adanya kompetisi. Mereka yang harus kita perjuangkan nasibnya. Untuk itu sekali lg jangan ada kecurigaan. Jangan dibilang TF intervensi. Karena kita yang disurati FIFA dengan ada surat ini. Untuk itu kami lakukan langkah-langkah terbaik,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Agung yang juga menjabat Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) mengungkapkan, jika Jilong akan menyambangi Tanah Air. Tapi kapan tepatnya datang, Agung masih belum bisa menyampaikannya saat ini.
''Telah kami dapatkan informasi, jika presiden AFC akan datang ke Indonesia. Dirinya akan bertemu dengan pihak-pihak yang terkait. Tapi kapan waktunya mereka datang, dalam waktu dekat akan kami informasikan,” jelas Agung.
(aww)