Ini lho klub yang menunggak gaji pemain
Kamis, 13 Desember 2012 - 23:17 WIB
Ini lho klub yang menunggak gaji pemain
A
A
A
Sindonews.com - Empat tahap ditawarkan PT Liga Indonesia (Liga) untuk menyelesaikan gaji pemain. Dari keempat tahapan yang ditawarkan kepada klub-klub Indonesia Super League (ISL), PT Liga bertekad membantu penyelesaian proses tersebut.
Dari data Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) dalam situs resminya appi-online.com sampai 10 Desember lalu, APPI meliris ada 10 klub yang belum melunasi gaji para pemainnya. Adapun ke-10 klub tersebut di antaranya Sriwijaya FC (2 bulan), Pelita Jaya (2 bulan), Persiba Balikpapan (4 bulan), Persija Jakarta (5 bulan), PSMS Medan (8 bulan), PSPS Pekanbaru (10 bulan).
Sisanya, Persidafon Dafonsoro (9 bulan + DP Full), Deltras Sidoarjo (6 bulan), Persela Lamongan (7 bulan), dan Arema FC Malang (6 bulan). Sedangkan ada dua klub seperti Persiwa Wamena dan PSAP Sigli yang masih menunggu konfirmasi.
Sementara klub-klub yang sudah tidak ada tunggakan di antara ada Persipura Jayapura, Mitra Kukar Kartanegara, Persisam Putra Samarinda, Persegres Gresik, Persiram Raja Ampat, dan Persib Bandung.
"Tadi saya sampaikan bahwa ada enam klub mantan ISL tahun kemarin, ada yang tiga ada yang di divisi utama. Yang pasti ada empat tahap yang akan kami lakukan dalam penyelesaian masalah penunggakan gaji pemain oleh klub," ungkap CEO Liga, Joko Driyono, saat launching ISL musim kompetisi 2012/2013 di Jakarta, Rabu (12/12).
Adapun beberapa tahapan yang diambil Liga di antara, seperti melakukan konfirmasi jika pembayaran pelunasan gaji dilakukan oleh Liga. Akan tetapi tetap ada perhitungan, karena Liga tidak sembarangan menalangi.
Namun, apa yang dilakukan Liga tetap saja memakai uang klub. Karena Liga akan memotong pendapatan klub di musim kompetisi tahun depan. Ketetapan yang diambil Liga juga, tentu saja atas kesepakatan dengan klub itu sendiri.
"Ada empat tahap. Tahap pertama harus dikonfirmasi bahwa kewajibannya diambil alih oleh Liga. Tidak untuk membebaskan dia dari hutangnya. Tapi memperhitungkan pedapatan mereka kedepannya dipotong dari gaji yang harus dibayarkan kepada para pemain," papar Joko.
"Tahap kedua masuk pada proses verifikasi. Tidak semua kleim pemain atau ofisial yang utangnya tertunda dibayar oleh Liga tanpa melalui proses verifikasi. Adapun tahap ketiga, membuat skema pembayaran dan harus di-approved oleh semua klub yang berkompetisi," sambung pria yang juga menjabat sebagai anggota tim Joint Committee (JC).
Tahapan-tahapan yang diterapkan Liga menurut Joko, bukan karena ingin memperlambat proses pembayaran. Akan tetapi Liga ingin semuanya berjalan dengan baik. Dan esensi yang harus diketahui oleh semua pihak, bukan Liga yang membayarkan gaji. Tapi tetap klub yang melakukan pembayaran atau pelunasan gaji-gaji para pemainnya.
"Karena bantuan ini harus dimengerti sebagai proteksi. Kalau semua itu akan berjalan dengan baik, insya Allah di minggu ketiga ini sudah bisa diterapkan tahapan keempat yaitu pembayaran. Tapi hal ini jangan dibilang sebagai untuk melama-lamakan pembayaran. Karena harus ingat, walau dibayarkan oleh liga esensianya itu uangnya klub yang akan digunakan," tutur Joko.
Tidak hanya merilis data klub-klub ISL yang masih menunggak pembayaran gaji, APPI juga menerapkan hal yang sama kepada klub yang berlaga di kompetisi Indonesia Premier League (IPL). Dari 12 klub yang ikut serta, baru tiga tim yang sudah menyelesaikan proses pembayaran gaji tanpa syarat seperti Semen Padang, Persebaya Surabaya, dan Arema IPL.
Adapun yang dinyatakan sudah melunasi pembayaran gaji, tapi dengan syarat di antaranya seperti Persiba Bantul, Persema Malang, Persija IPL, PSM Makassar, dan Persiraja Banda Aceh. Keenam klub ini melakukan pemotongan pembayaran gaji. Seperti Persija IPL, harusnya pemain mendapat pembayaran enam bulan gaji. Tapi dengan adanya kebijakan klub, pemain dipaksa hanya mendapat pembayaran gaji selama dua bulan saja.
Bontang FC (BFC) menjadi satu-satunya klub yang masih terbelit pembayaran gaji dari enam sampai tujuh bulan lamanya. Adapun dua klub yang sampai ini belum melakukan konfirmasinya ada Persijap Jepara dan Persibo Bojonegoro. BFC yang tercatat klub IPL yang belum melunasi gaji pemain, disampaikan salah satu pemainnya, Valentino Telaubun, manajemen BFC sudah mulai mencicil.
"Sudah mulai dibayarkan kemarin. Saya terima kasih kepada Bontang FC yang sudah memenuhi janjinya, meski gaji saya baru dibayar sebulan saja tapi paling tidak mereka sudah menunjukkan komitmen mereka," ujar Valentino.
Pembayaran gaji yang dirilis oleh APPI dalam situsnya per 10 Desember :
12 Klub IPL ;
1. Semen Padang (OK)
2. Persebaya Surabaya (OK)
3. Arema (OK)
4. Persiba Bantul (OK, Terminasi Kontrak – Klub hanya membayar 2 Bulan + 20%, dari total 5 Bulan Total Tunggakan)
5. Persema Malang (OK, Terminasi Kontrak – Klub hanya membayar 2 Bulan + 20%, dari total 5 Bulan Total Tunggakan) Kecuali Bima Sakti, Irfan Bachdim dan M.Kamri yang tidak mau menerima).
6. PSMS Medan (TBC)
7. Persija IPL (OK, Terminasi Kontrak – Klub hanya membayar 2 Bulan + 20%, dari total 6 Bulan Total Tunggakan)
8. PSM Makassar (OK, Terminasi Kontrak – Klub hanya membayar 2 Bulan + (+/-) 20%, dari total 4 Bulan Tunggakan)
9. Bontang FC (Sisa 6-7 Bulan)
10. Persiraja Banda Aceh (OK, Terminasi Kontrak – Klub hanya membayar 2 Bulan + 20%, dari total 5 Bulan Total Tunggakan)
11. Persijap Jepara (TBC)
12. Persibo Bojonegoro (TBC)
18 Klub Indonesia Super League (ISL):
1. Sriwijaya FC (2 Bulan)
2. Persipura Jayapura (OK)
3. Mitra Kukar (OK)
4. Persiram Raja Ampat (OK)
5. Persegres Gresik (OK)
6. Pelita Jaya (2 Bulan)
7. Persiba Balikpapan (4 Bulan)
8. Persisam Putra Samarinda (OK)
9. Persib Bandung (OK)
10. Persija ISL (5 Bulan)
11. PSMS Medan (8 Bulan)
12. PSPS Pekanbaru (10 Bulan)
13. Persiwa Wamena (TBC)
14. Persidafon Dafonsoro (9 Bulan + DP Full)
15. Deltras Sidoarjo (6 Bulan)
16. Persela Lamongan (7 Bulan)
17. Arema FC Malang (6 Bulan)
18. PSAP (TBC)
Dari data Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) dalam situs resminya appi-online.com sampai 10 Desember lalu, APPI meliris ada 10 klub yang belum melunasi gaji para pemainnya. Adapun ke-10 klub tersebut di antaranya Sriwijaya FC (2 bulan), Pelita Jaya (2 bulan), Persiba Balikpapan (4 bulan), Persija Jakarta (5 bulan), PSMS Medan (8 bulan), PSPS Pekanbaru (10 bulan).
Sisanya, Persidafon Dafonsoro (9 bulan + DP Full), Deltras Sidoarjo (6 bulan), Persela Lamongan (7 bulan), dan Arema FC Malang (6 bulan). Sedangkan ada dua klub seperti Persiwa Wamena dan PSAP Sigli yang masih menunggu konfirmasi.
Sementara klub-klub yang sudah tidak ada tunggakan di antara ada Persipura Jayapura, Mitra Kukar Kartanegara, Persisam Putra Samarinda, Persegres Gresik, Persiram Raja Ampat, dan Persib Bandung.
"Tadi saya sampaikan bahwa ada enam klub mantan ISL tahun kemarin, ada yang tiga ada yang di divisi utama. Yang pasti ada empat tahap yang akan kami lakukan dalam penyelesaian masalah penunggakan gaji pemain oleh klub," ungkap CEO Liga, Joko Driyono, saat launching ISL musim kompetisi 2012/2013 di Jakarta, Rabu (12/12).
Adapun beberapa tahapan yang diambil Liga di antara, seperti melakukan konfirmasi jika pembayaran pelunasan gaji dilakukan oleh Liga. Akan tetapi tetap ada perhitungan, karena Liga tidak sembarangan menalangi.
Namun, apa yang dilakukan Liga tetap saja memakai uang klub. Karena Liga akan memotong pendapatan klub di musim kompetisi tahun depan. Ketetapan yang diambil Liga juga, tentu saja atas kesepakatan dengan klub itu sendiri.
"Ada empat tahap. Tahap pertama harus dikonfirmasi bahwa kewajibannya diambil alih oleh Liga. Tidak untuk membebaskan dia dari hutangnya. Tapi memperhitungkan pedapatan mereka kedepannya dipotong dari gaji yang harus dibayarkan kepada para pemain," papar Joko.
"Tahap kedua masuk pada proses verifikasi. Tidak semua kleim pemain atau ofisial yang utangnya tertunda dibayar oleh Liga tanpa melalui proses verifikasi. Adapun tahap ketiga, membuat skema pembayaran dan harus di-approved oleh semua klub yang berkompetisi," sambung pria yang juga menjabat sebagai anggota tim Joint Committee (JC).
Tahapan-tahapan yang diterapkan Liga menurut Joko, bukan karena ingin memperlambat proses pembayaran. Akan tetapi Liga ingin semuanya berjalan dengan baik. Dan esensi yang harus diketahui oleh semua pihak, bukan Liga yang membayarkan gaji. Tapi tetap klub yang melakukan pembayaran atau pelunasan gaji-gaji para pemainnya.
"Karena bantuan ini harus dimengerti sebagai proteksi. Kalau semua itu akan berjalan dengan baik, insya Allah di minggu ketiga ini sudah bisa diterapkan tahapan keempat yaitu pembayaran. Tapi hal ini jangan dibilang sebagai untuk melama-lamakan pembayaran. Karena harus ingat, walau dibayarkan oleh liga esensianya itu uangnya klub yang akan digunakan," tutur Joko.
Tidak hanya merilis data klub-klub ISL yang masih menunggak pembayaran gaji, APPI juga menerapkan hal yang sama kepada klub yang berlaga di kompetisi Indonesia Premier League (IPL). Dari 12 klub yang ikut serta, baru tiga tim yang sudah menyelesaikan proses pembayaran gaji tanpa syarat seperti Semen Padang, Persebaya Surabaya, dan Arema IPL.
Adapun yang dinyatakan sudah melunasi pembayaran gaji, tapi dengan syarat di antaranya seperti Persiba Bantul, Persema Malang, Persija IPL, PSM Makassar, dan Persiraja Banda Aceh. Keenam klub ini melakukan pemotongan pembayaran gaji. Seperti Persija IPL, harusnya pemain mendapat pembayaran enam bulan gaji. Tapi dengan adanya kebijakan klub, pemain dipaksa hanya mendapat pembayaran gaji selama dua bulan saja.
Bontang FC (BFC) menjadi satu-satunya klub yang masih terbelit pembayaran gaji dari enam sampai tujuh bulan lamanya. Adapun dua klub yang sampai ini belum melakukan konfirmasinya ada Persijap Jepara dan Persibo Bojonegoro. BFC yang tercatat klub IPL yang belum melunasi gaji pemain, disampaikan salah satu pemainnya, Valentino Telaubun, manajemen BFC sudah mulai mencicil.
"Sudah mulai dibayarkan kemarin. Saya terima kasih kepada Bontang FC yang sudah memenuhi janjinya, meski gaji saya baru dibayar sebulan saja tapi paling tidak mereka sudah menunjukkan komitmen mereka," ujar Valentino.
Pembayaran gaji yang dirilis oleh APPI dalam situsnya per 10 Desember :
12 Klub IPL ;
1. Semen Padang (OK)
2. Persebaya Surabaya (OK)
3. Arema (OK)
4. Persiba Bantul (OK, Terminasi Kontrak – Klub hanya membayar 2 Bulan + 20%, dari total 5 Bulan Total Tunggakan)
5. Persema Malang (OK, Terminasi Kontrak – Klub hanya membayar 2 Bulan + 20%, dari total 5 Bulan Total Tunggakan) Kecuali Bima Sakti, Irfan Bachdim dan M.Kamri yang tidak mau menerima).
6. PSMS Medan (TBC)
7. Persija IPL (OK, Terminasi Kontrak – Klub hanya membayar 2 Bulan + 20%, dari total 6 Bulan Total Tunggakan)
8. PSM Makassar (OK, Terminasi Kontrak – Klub hanya membayar 2 Bulan + (+/-) 20%, dari total 4 Bulan Tunggakan)
9. Bontang FC (Sisa 6-7 Bulan)
10. Persiraja Banda Aceh (OK, Terminasi Kontrak – Klub hanya membayar 2 Bulan + 20%, dari total 5 Bulan Total Tunggakan)
11. Persijap Jepara (TBC)
12. Persibo Bojonegoro (TBC)
18 Klub Indonesia Super League (ISL):
1. Sriwijaya FC (2 Bulan)
2. Persipura Jayapura (OK)
3. Mitra Kukar (OK)
4. Persiram Raja Ampat (OK)
5. Persegres Gresik (OK)
6. Pelita Jaya (2 Bulan)
7. Persiba Balikpapan (4 Bulan)
8. Persisam Putra Samarinda (OK)
9. Persib Bandung (OK)
10. Persija ISL (5 Bulan)
11. PSMS Medan (8 Bulan)
12. PSPS Pekanbaru (10 Bulan)
13. Persiwa Wamena (TBC)
14. Persidafon Dafonsoro (9 Bulan + DP Full)
15. Deltras Sidoarjo (6 Bulan)
16. Persela Lamongan (7 Bulan)
17. Arema FC Malang (6 Bulan)
18. PSAP (TBC)
(aww)