Hilangkan ambisi incar kekuasaan dan jabatan

Jum'at, 14 Desember 2012 - 11:38 WIB
Hilangkan ambisi incar...
Hilangkan ambisi incar kekuasaan dan jabatan
A A A
Sindonews.com - Polemik berkepanjangan yang mendera sepak bola Indonesia terus menuai keprihatinan, Bahkan Mantan KSAD, Jendral (Purn) George Toisutta dan Ketua MPN Pemuda Pancasila, Yapto S Soerjosoemarno , meminta pengurus PSSI maupun KPSI agar menghilangkan ego masing-masing demi kemajuan timnas.

"Hilangkan semua ego pribadi dan fokus pada tujuan nasional. Rakyat Indonesia hanya menginginkan agar timnas sepak bola kita kuat, itu saja," kata George Toisutta tuturnya, usai mengikuti peresmian Rumah Anak Yatim dan Lanjut Usia Nabil Husen yang dibangun oleh Pemuda Pancasila, seperti dilansir situs resmi timnas.

Selain George Toisutta, peresmian Rumah anak yatim dan lansia oleh Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak, juga dihadiri Ketua Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila, Yapto S Soerjosoemarno, Ketua DPRD Kaltim, Mukmin Faisyal serta Ketua MPW PP, Said Amin.

Terkait ancaman sanksi FIFA, Geroge Toisutta kepada wartawan mengaku tidak mempersoalkannya yang penting semua pihak harus bersatu demi sepak bola Indonesia.

"Tidak masalah ancamannya tetapi yang diinginkan timnas dan PSSI jadi satu. Orang-orang PSSI harus menghilangkan egonya dan tidak boleh ada kepentingan lain kecuali demi organisasi dan untuk kemajuan sepak bola nasional. Jadi tidak ada cerita lain, semuanya harus menjadi satu," tandasnya.

Sementara itu, Ketua MPN Pemuda Pancasila, Yapto S Soerjosoemarno menegaskan, para pengurus olahraga khususnya sepakbola semestinya memiliki kedisiplinan dan sportifitas yang tinggi.

"Pada dasarnya, olahraga itu untuk kesehatan sehingga harus dikelola oleh orang-orang harus memiliki sportifitas dan kedisiplinan yang tinggi dan bukan orang yang hanya mencari jabatan dan uang," ungkapnya

Kisruh yang terjadi saat ini lanjut Yapto tidak terlepas dari adanya kepentingan masing-masing kelompok sehingga mengabaikan kepentingan atlit dan bangsa.

"Dalam perkembangannya, sepakbola itu tidak hanya sekedar kesehatan tetapi berkembang menjadi sebuah seni yang dapat menghasilkan pendapatan yang baik kepada atlit dan dapat mengharumkan nama bangsa," katanya.

"Namun, yang terjadi saat ini semuanya ingin jabatan dan kekuasaaan dan mencari nama tetapi akhirnya yang dibawa bukan nama baik melainkan nama rusak bukan hanya nama pribadi dan kelompok tetapi nama bangsa juga menjadi rusak. Saya sendiri tidak jelas kemana arah sepak bola kita saat ini," pungkasnya.
(wbs)
Berita Terkait
Bung Harpa Soroti Konflik...
Bung Harpa Soroti Konflik Kepentingan Jabatan Ganda Erick Thohir di PSSI dan Kemenpora
Erick Thohir Terpilih...
Erick Thohir Terpilih Jadi Ketua Umum PSSI, Pengamat: Dia Tahu Cara Menata Sepak Bola
Tuntutan Revolusi PSSI...
Tuntutan Revolusi PSSI Terus Berkumandang saat Konser Salam Satu Jiwa di Gladiator Arena Bekasi
Tuntut Penuntasan Kasus...
Tuntut Penuntasan Kasus Tragedi Kanjuruhan, Suporter Bentangkan Spanduk di Laga Persib VS Persija
FAPSI Dorong Revolusi...
FAPSI Dorong Revolusi Sepak Bola Indonesia
Konser Kopi Darat Sepak...
Konser Kopi Darat Sepak Bola untuk Rakyat Dorong Penuntasan Tragedi Kanjuruhan
Berita Terkini
Akankah Spanyol Siap...
Akankah Spanyol Siap Akhiri Mimpi Ronaldo di Piala Dunia?
3 jam yang lalu
Jelang Kontra Spanyol,...
Jelang Kontra Spanyol, Ronaldo Bungkam Isu Pensiun
6 jam yang lalu
Balogun Bebas, Tuchel:...
Balogun Bebas, Tuchel: Mungkin Trump Bisa Selamatkan Quansah?
9 jam yang lalu
Balogun Diselamatkan...
Balogun Diselamatkan FIFA, Belgia: Ini April Mop?
9 jam yang lalu
Selebrasi Berujung Petaka,...
Selebrasi Berujung Petaka, Henderson Tumbang di Azteca
11 jam yang lalu
Road To Garmin Run 2026,...
Road To Garmin Run 2026, Sampah Disulap Jadi Plakat Juara
11 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved