Wapres AFC akan bertemu pemerintah Indonesia bahas PSSI
Jum'at, 14 Desember 2012 - 12:03 WIB
Wapres AFC akan bertemu pemerintah Indonesia bahas PSSI
A
A
A
Sindonews.com - Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Agung Laksono mengatakan bahwa salah satu wakil presiden AFC akan datang ke Indonesia dalam waktu dekat. Menurut Agung, wapres AFC akan bertemu dengan pemerintah untuk membahas masalah sepak bola Indonesia.
Kepastian itu didapat setelah tim Task Force bertemu dengan pihak AFC belum lama ini. Tim Task Force yang diketuai oleh Rita Subowo (Ketua Komite Olimpiade Indonesia atau KOI) langsung melaporkan hasil pertemuan mereka dengan pihak AFC.
"Hasil komunikasi Ketua Task Force dengan Wakil Presiden AFC diperoleh informasi, bahwa Wakil Presiden AFC akan melakukan kunjungan ke Indonesia dan akan bertemu dengan pemerintah dan pihak terkait di Indonesia dalam rangka penyelesaian permasalahan persepakbolaan Indonesia,"ujar Agung seperti dilansir situs resmi Kemenpora.
Agung sekali lagi menegaskan bahwa pembentukan Task Force bukanlah bentuk intervensi pemerintah seperti yang disangka oleh beberapa pihak. "Justru kami melakukan langkah ini dikarenakan ingin menyelamatkan sepakbola Indonesia dari sanksi FIFA,"jelasnya.
Kepastian itu didapat setelah tim Task Force bertemu dengan pihak AFC belum lama ini. Tim Task Force yang diketuai oleh Rita Subowo (Ketua Komite Olimpiade Indonesia atau KOI) langsung melaporkan hasil pertemuan mereka dengan pihak AFC.
"Hasil komunikasi Ketua Task Force dengan Wakil Presiden AFC diperoleh informasi, bahwa Wakil Presiden AFC akan melakukan kunjungan ke Indonesia dan akan bertemu dengan pemerintah dan pihak terkait di Indonesia dalam rangka penyelesaian permasalahan persepakbolaan Indonesia,"ujar Agung seperti dilansir situs resmi Kemenpora.
Agung sekali lagi menegaskan bahwa pembentukan Task Force bukanlah bentuk intervensi pemerintah seperti yang disangka oleh beberapa pihak. "Justru kami melakukan langkah ini dikarenakan ingin menyelamatkan sepakbola Indonesia dari sanksi FIFA,"jelasnya.
(wir)