4 jurus sakti pemerintah hindari sanksi FIFA
Jum'at, 14 Desember 2012 - 13:35 WIB
4 jurus sakti pemerintah hindari sanksi FIFA
A
A
A
Sindonews.com - Plt Menpora Agung Laksono,membeberkan langkah yang akan dilakukan tim Task Force menghadapi keputusan rapat Exco FIFA di Jepang hari ini. Rapat akan diikuti kelima anggota tim Task Force masing-masing Ketua KOI Rita Subowo, Ketua KONI Tono Suratman, Mantan Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar, Sekretaris Kemenpora Yuli Mumpuni Widarso dan Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi, Djoko Pekik Irianto.
Dalam konpres di media center kantor Kemenpora, Agung menyebutkan ada empat poin yang dihasilkan yakni, pertama tim Task Force yang dibentuk pemerintah pada tanggal 11 Desember 2012 telah melaksanakan tugasnya, antara lain: Ketua Task Force pada tanggal 12 Desember 2012 melakukan komunikasi dengan Presiden FIFA ( Fédération Internationale de Football Association) , Mr. Joseph Blatter dan Wakil Presiden AFC (Asian Football Confederation), Mr. Zhang Jilong untuk penyelesaian yang terbaik bagi persepakbolaan di Indonesia.
Kedua, kepada FIFA dan AFC telah disampaikan upaya-upaya yang telah dilakukan pemerintah sesuai permintaan FIFA dalam membantu menyelesaikan permasalahan di tubuh organisasi persepakbolaan nasional, antara lain mempertemukan kedua pihak, PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonensia) dan KPSI ( Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia), membentuk Task Force dan mengkomunikasikan perkembangan upaya yang dilakukan Pemerintah kepada Presiden FIFA.
"Ketiga, hasil komunikasi Ketua Task Force dengan Wakil Presiden AFC diperoleh informasi, bahwa Wakil Presiden AFC akan melakukan kunjungan ke Indonesia dan akan bertemu dengan pemerintah dan pihak terkait di Indonesia dalam rangka penyelesaian permasalahan persepakbolaan Indonesia," kata Agung Laksono seperti dilansir situs resmi menpora.go.id.
Dan terakhir, pemerintah menugaskan Task Force untuk mengambil langkah-langkah antisipasi apapun yang menjadi keputusan rapat Exco FIFA, 14 Desember 2012 di Tokyo, Jepang. "Apa yang dilakukan tim Task Force bukanlah sebagai bentuk intervensi pemerintah. Justru kami melakukan langkah ini dikarenakan ingin menyelamatkan sepak bola Indonesia dari sanksi FIFA," pungkasnya.
Dalam konpres di media center kantor Kemenpora, Agung menyebutkan ada empat poin yang dihasilkan yakni, pertama tim Task Force yang dibentuk pemerintah pada tanggal 11 Desember 2012 telah melaksanakan tugasnya, antara lain: Ketua Task Force pada tanggal 12 Desember 2012 melakukan komunikasi dengan Presiden FIFA ( Fédération Internationale de Football Association) , Mr. Joseph Blatter dan Wakil Presiden AFC (Asian Football Confederation), Mr. Zhang Jilong untuk penyelesaian yang terbaik bagi persepakbolaan di Indonesia.
Kedua, kepada FIFA dan AFC telah disampaikan upaya-upaya yang telah dilakukan pemerintah sesuai permintaan FIFA dalam membantu menyelesaikan permasalahan di tubuh organisasi persepakbolaan nasional, antara lain mempertemukan kedua pihak, PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonensia) dan KPSI ( Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia), membentuk Task Force dan mengkomunikasikan perkembangan upaya yang dilakukan Pemerintah kepada Presiden FIFA.
"Ketiga, hasil komunikasi Ketua Task Force dengan Wakil Presiden AFC diperoleh informasi, bahwa Wakil Presiden AFC akan melakukan kunjungan ke Indonesia dan akan bertemu dengan pemerintah dan pihak terkait di Indonesia dalam rangka penyelesaian permasalahan persepakbolaan Indonesia," kata Agung Laksono seperti dilansir situs resmi menpora.go.id.
Dan terakhir, pemerintah menugaskan Task Force untuk mengambil langkah-langkah antisipasi apapun yang menjadi keputusan rapat Exco FIFA, 14 Desember 2012 di Tokyo, Jepang. "Apa yang dilakukan tim Task Force bukanlah sebagai bentuk intervensi pemerintah. Justru kami melakukan langkah ini dikarenakan ingin menyelamatkan sepak bola Indonesia dari sanksi FIFA," pungkasnya.
(wbs)