AFC berharap Indonesia tak disanksi FIFA
Jum'at, 14 Desember 2012 - 14:31 WIB
AFC berharap Indonesia tak disanksi FIFA
A
A
A
Sindonews.com - Sekretaris Jenderal Asosiasi Sepak Bola Asia (AFC), Alex Soosay, mengaku pihaknya akan sangat kehilangan jika akhirnya Indonesia mendapatkan sanksi dari Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA). Untuk itu, mereka berusaha untuk membuat FIFA berbaik hati dengan tidak menjatukan sanksi kepada Indonesia.
Seperti diberitakan sebelumnya, nasib sepak bola Indonesia kini tengah dibahas oleh Komite Eksekutif FIFA di Tokyo, hari ini, Jumat (14/12). Dalam rapat Exco ini, FIFA akan menentukan apakah kisruh sepak bola nasional harus diakhiri dengan sebuah sanksi atau memberikan toleransi lagi. Namun, jika melihat kesabaran FIFA yang tampaknya sudah habis, sanksi bisa menjadi jawabannya.
"Kami ingin menolong karena mereka (Indonesia) punya potensi luar biasa dan kita bicara soal 200 juta orang di Indonesia. Kami ingin memastikan sepak bola mereka terorganisasi dengan baik untuk mengakhiri konflik dan kami sudah mencoba yang terbaik, dan terus mencoba, untuk menyelamatkannya dan akan lebih baik jika tidak ada yang disanksi,"ujar Soosay seperti dilansir Sport247.my.
AFC kemudian menyesalkan sikap PSSI yang akhirnya membatalkan Nota Kesepahaman (MoU) yang sebelumnya sudah ditandatangani di depan mereka. Padahal, kata Soosay, MoU itu dibuat demi kebaikan sepak bola nasional.
"Sangat disayangkan MoU itu dibatalkan karena itu adalah satu-satunya harapan untuk menyatukan Indonesia dan membawa mereka di bawah satu payung,"sesal Soosay.
Seperti diberitakan sebelumnya, nasib sepak bola Indonesia kini tengah dibahas oleh Komite Eksekutif FIFA di Tokyo, hari ini, Jumat (14/12). Dalam rapat Exco ini, FIFA akan menentukan apakah kisruh sepak bola nasional harus diakhiri dengan sebuah sanksi atau memberikan toleransi lagi. Namun, jika melihat kesabaran FIFA yang tampaknya sudah habis, sanksi bisa menjadi jawabannya.
"Kami ingin menolong karena mereka (Indonesia) punya potensi luar biasa dan kita bicara soal 200 juta orang di Indonesia. Kami ingin memastikan sepak bola mereka terorganisasi dengan baik untuk mengakhiri konflik dan kami sudah mencoba yang terbaik, dan terus mencoba, untuk menyelamatkannya dan akan lebih baik jika tidak ada yang disanksi,"ujar Soosay seperti dilansir Sport247.my.
AFC kemudian menyesalkan sikap PSSI yang akhirnya membatalkan Nota Kesepahaman (MoU) yang sebelumnya sudah ditandatangani di depan mereka. Padahal, kata Soosay, MoU itu dibuat demi kebaikan sepak bola nasional.
"Sangat disayangkan MoU itu dibatalkan karena itu adalah satu-satunya harapan untuk menyatukan Indonesia dan membawa mereka di bawah satu payung,"sesal Soosay.
(wir)