Peluang Persela pertahankan Piala Gubernur Jatim
Jum'at, 14 Desember 2012 - 15:32 WIB
Peluang Persela pertahankan Piala Gubernur Jatim
A
A
A
Sindonews.com - Persela Lamongan punya peluang memperoleh gelar sebelum bergulirnya Indonesia Super League pada Januari 2013 mendatang. Persela bakal menjadi salah satu tuan rumah Piala Gubernur (PG) Jatim 2012 dan memiliki kans besar kembali menjuarai even pramusim ini.
Persela telah tiga kali menjadi kampiun turnamen yang sempat vakum pada musim lalu tersebut. Laskar Joko Tingkir kali terakhir menjuarai Piala Gubernur 2010 dan kali ini berupaya kembali mengulangi catatan yang sama. Melihat peta persaingan di PG kali ini, Persela kelihatannya bakal kembali tampil di final.
Pada PG 2012 yang dihelat akhir Desember ini, Persela menjadi tuan rumah grup A. Persela ditunjuk sebagai peserta sekaligus tuan rumah setelah Persegres Gresik mengundurkan diri. Rencananya Persela bakal satu grup dengan PSBK Kabupaten Blitar dan Persepam Madura United (P-MU).
Sedangkan grup B dipusatkan di Stadion Kanjuruhan, Malang, dengan kontestan Arema ISL, Persebaya Divisi Utama (DU) dan Barito Putra. Untuk pembagian peserta di Grup A dan B masih belum final dan masih menunggu kepastian hingga akhir pekan ini. ''Yang pasti Persela resmi menjadi tuan rumah,” ucap Sekretaris Tim Persela Mudji Santoso.
Pihaknya juga telah menggelar pertemuan internal yang intinya siap menjadi tuan rumah, sekaligus calon peraih trofi. ''Kami akan berupaya memberikan yang terbaik. Persela selalu serius dan pernah menjadi juara, begitu pula pada Piala Gubernur 2012 kali ini,” ungkap Mudji.
Melihat kontestan yang ada, peluang Persela Lamongan menjuarai PG 2012 mungkin hanya terganjal Arema ISL. Secara teknis hanya Arema yang kekuatannya paling tangguh selain Laskar Joko Tingkir. Apalagi Persela terbukti tak berkutik menghadapi Arema di Inter Island Cup (IIC) 2012 lalu.
Tapi itu bisa berubah jika Arema ISL menerapkan kebijakan memainkan pemain muda. Dalam sejarah keikutsertaan Piala Gubernur, jarang sekali Arema menurunkan tim utamanya. Di beberapa kesempatan Arema malah hanya menurunkan pemain muda dari akademi mereka.
Sebagai juara bertahan, Persela berupaya memanfaatkan turnamen ini sebagai pemantapan tim sebelum kompetisi sekaligus merenggut trofi keempat kalinya. ''Tim sudah komitmen untuk serius dan targetnya sampai final, atau kalau bisa menjadi juara,” tambah Mudji.
Ajang PG 2012 bisa menjadi kesempatan terakhir bagi pelatih Persela Gomes de Oliviera untuk melihat kemampuan timnya. Sebab, turnamen ini dimulai pada 24 Desember dan selesai sekitar sepekan sebelum kickoff ISL. Persela telah mendapatkan banyak referensi dari kegagalan di IIC 2012 silam.
Piala Gubernur Jatim terakhir digelar pada 2010 dan klub yang melaju ke final adalah Persela Lamongan kontra Deltras Sidoarjo. Pada final di Stadion Surajaya, Lamongan, tim asuhan Subangkit kala itu menjadi juara setelah mengalahkan Deltras dengan skor telak 4-1.
Persela telah tiga kali menjadi kampiun turnamen yang sempat vakum pada musim lalu tersebut. Laskar Joko Tingkir kali terakhir menjuarai Piala Gubernur 2010 dan kali ini berupaya kembali mengulangi catatan yang sama. Melihat peta persaingan di PG kali ini, Persela kelihatannya bakal kembali tampil di final.
Pada PG 2012 yang dihelat akhir Desember ini, Persela menjadi tuan rumah grup A. Persela ditunjuk sebagai peserta sekaligus tuan rumah setelah Persegres Gresik mengundurkan diri. Rencananya Persela bakal satu grup dengan PSBK Kabupaten Blitar dan Persepam Madura United (P-MU).
Sedangkan grup B dipusatkan di Stadion Kanjuruhan, Malang, dengan kontestan Arema ISL, Persebaya Divisi Utama (DU) dan Barito Putra. Untuk pembagian peserta di Grup A dan B masih belum final dan masih menunggu kepastian hingga akhir pekan ini. ''Yang pasti Persela resmi menjadi tuan rumah,” ucap Sekretaris Tim Persela Mudji Santoso.
Pihaknya juga telah menggelar pertemuan internal yang intinya siap menjadi tuan rumah, sekaligus calon peraih trofi. ''Kami akan berupaya memberikan yang terbaik. Persela selalu serius dan pernah menjadi juara, begitu pula pada Piala Gubernur 2012 kali ini,” ungkap Mudji.
Melihat kontestan yang ada, peluang Persela Lamongan menjuarai PG 2012 mungkin hanya terganjal Arema ISL. Secara teknis hanya Arema yang kekuatannya paling tangguh selain Laskar Joko Tingkir. Apalagi Persela terbukti tak berkutik menghadapi Arema di Inter Island Cup (IIC) 2012 lalu.
Tapi itu bisa berubah jika Arema ISL menerapkan kebijakan memainkan pemain muda. Dalam sejarah keikutsertaan Piala Gubernur, jarang sekali Arema menurunkan tim utamanya. Di beberapa kesempatan Arema malah hanya menurunkan pemain muda dari akademi mereka.
Sebagai juara bertahan, Persela berupaya memanfaatkan turnamen ini sebagai pemantapan tim sebelum kompetisi sekaligus merenggut trofi keempat kalinya. ''Tim sudah komitmen untuk serius dan targetnya sampai final, atau kalau bisa menjadi juara,” tambah Mudji.
Ajang PG 2012 bisa menjadi kesempatan terakhir bagi pelatih Persela Gomes de Oliviera untuk melihat kemampuan timnya. Sebab, turnamen ini dimulai pada 24 Desember dan selesai sekitar sepekan sebelum kickoff ISL. Persela telah mendapatkan banyak referensi dari kegagalan di IIC 2012 silam.
Piala Gubernur Jatim terakhir digelar pada 2010 dan klub yang melaju ke final adalah Persela Lamongan kontra Deltras Sidoarjo. Pada final di Stadion Surajaya, Lamongan, tim asuhan Subangkit kala itu menjadi juara setelah mengalahkan Deltras dengan skor telak 4-1.
(aww)