KONI Sumsel harus pagari 'Zorro' Bumi Sriwijaya
Jum'at, 14 Desember 2012 - 19:51 WIB
KONI Sumsel harus pagari 'Zorro' Bumi Sriwijaya
A
A
A
Sindonews.com - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Selatan (Sumsel) harus segera bergerak cepat untuk memagari para atlet andalannya jika tidak ingin dibajak oleh daerah lain. Setelah sebelumnya atlet ski air Sumsel peraih medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau, Indra Hardinata yang nyaris pindah ke DKI Jakarta.
Sejumlah daerah tengah mencoba menggoda para atlet anggar Sumsel untuk pindah. Ya, kesuksesan tim anggar Sumsel menjadi juara umum pada ajang PON lalu ternyata telah menjadi magnet tersendiri bagi beberapa daerah lain di Indonesia.
Bahkan sejauh ini dikabarkan sudah ada beberapa daerah mencoba untuk menawarkan sejumlah atlet anggar Sumsel untuk berpindah ke daerah tertentu. Hal ini diungkapkan Pelatih Anggar Sumsel Lucky Ramdhani. Dia mengaku sudah beberapa daerah yang menghubungi dirinya bahkan menghubungi langsung para 'Zorro' Bumi Sriwijaya untuk membela daerah mereka.
Adapun beberapa daerah maupun Provinsi yang dimaksud di antaranya adalah seperti Kalimantan dan beberapa daerah di Sumatera Bagian Selatan ( Sumbagsel) yang lebih getol untuk menggaet atlet anggar berprestasi.
"Ada satu daerah yaitu Kalimantan dan provinsi dari Sumbagsel yang sudah terang-terangan menawarkan untuk pindah ke daerahnya. Beberapa daerah tersebut bahkan berani menjanjikan pembinaan secara khusus dan pekerjaan bagi para atlet yang mau bergabung dengan mereka," ujar Lucky di Palembang.
Lucky juga menyampaikan, tidak hanya pembinaan dan pekerjaan yang mereka janjikan akan tetapi. merekapun menyatakan sanggup untuk memberikan uang transfer dan pembinaan per bulan kepada para atlet dan pelatih.
"Untuk jumlahnya berkisar hingga miliaran rupiah lah untuk beberapa tahun bagi atlet dan pelatih yang bersedia pindah," jelas Lucky.
Akan tetapi lanjut dia, meski diakui tawaran ini sangat menggiurkan bagi para atlet, namun pelatih nasional ini belum menentukan sikap apakah bersedia pindah atau tidak, karena segala sesuatunya tergantung pada individu masing-masing
Karena itulah, beberapa atlet anggar Sumsel pun sampai saat ini belum memberikan konfirmasi atas tawaran ini. Selain itu Lucky juga mengaku masih melihat sejauh mana komitmen KONI Sumsel dalam pembinaan pasca PON lalu.
Apalagi menurut dia, pola pembinaan yang serius sangat dibutuhkan untuk meningkatkan prestasi para atlet, terutama menyangkut kebutuhan atlet, pelatih dan masa depan keduanya.
"Tapi bagaimanapun saya tidak bisa berbuat banyak untuk menahan atlet karena setiap atlet berhak untuk menentukan nasib mereka sendiri" pungkas Lucky.
Sementara itu pasca PON Pekanbaru, Riau lalu, sejumlah atlet berprestasi anggar Sumsel masih terus menjalani latihan secara rutin untuk menjaga kualiitas yang ada di Tribun Timur Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang.
Sejumlah daerah tengah mencoba menggoda para atlet anggar Sumsel untuk pindah. Ya, kesuksesan tim anggar Sumsel menjadi juara umum pada ajang PON lalu ternyata telah menjadi magnet tersendiri bagi beberapa daerah lain di Indonesia.
Bahkan sejauh ini dikabarkan sudah ada beberapa daerah mencoba untuk menawarkan sejumlah atlet anggar Sumsel untuk berpindah ke daerah tertentu. Hal ini diungkapkan Pelatih Anggar Sumsel Lucky Ramdhani. Dia mengaku sudah beberapa daerah yang menghubungi dirinya bahkan menghubungi langsung para 'Zorro' Bumi Sriwijaya untuk membela daerah mereka.
Adapun beberapa daerah maupun Provinsi yang dimaksud di antaranya adalah seperti Kalimantan dan beberapa daerah di Sumatera Bagian Selatan ( Sumbagsel) yang lebih getol untuk menggaet atlet anggar berprestasi.
"Ada satu daerah yaitu Kalimantan dan provinsi dari Sumbagsel yang sudah terang-terangan menawarkan untuk pindah ke daerahnya. Beberapa daerah tersebut bahkan berani menjanjikan pembinaan secara khusus dan pekerjaan bagi para atlet yang mau bergabung dengan mereka," ujar Lucky di Palembang.
Lucky juga menyampaikan, tidak hanya pembinaan dan pekerjaan yang mereka janjikan akan tetapi. merekapun menyatakan sanggup untuk memberikan uang transfer dan pembinaan per bulan kepada para atlet dan pelatih.
"Untuk jumlahnya berkisar hingga miliaran rupiah lah untuk beberapa tahun bagi atlet dan pelatih yang bersedia pindah," jelas Lucky.
Akan tetapi lanjut dia, meski diakui tawaran ini sangat menggiurkan bagi para atlet, namun pelatih nasional ini belum menentukan sikap apakah bersedia pindah atau tidak, karena segala sesuatunya tergantung pada individu masing-masing
Karena itulah, beberapa atlet anggar Sumsel pun sampai saat ini belum memberikan konfirmasi atas tawaran ini. Selain itu Lucky juga mengaku masih melihat sejauh mana komitmen KONI Sumsel dalam pembinaan pasca PON lalu.
Apalagi menurut dia, pola pembinaan yang serius sangat dibutuhkan untuk meningkatkan prestasi para atlet, terutama menyangkut kebutuhan atlet, pelatih dan masa depan keduanya.
"Tapi bagaimanapun saya tidak bisa berbuat banyak untuk menahan atlet karena setiap atlet berhak untuk menentukan nasib mereka sendiri" pungkas Lucky.
Sementara itu pasca PON Pekanbaru, Riau lalu, sejumlah atlet berprestasi anggar Sumsel masih terus menjalani latihan secara rutin untuk menjaga kualiitas yang ada di Tribun Timur Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang.
(aww)