FIFA beri PSSI waktu tiga bulan perbaiki dualisme
Sabtu, 15 Desember 2012 - 00:21 WIB
FIFA beri PSSI waktu tiga bulan perbaiki dualisme
A
A
A
Sindonews.com - Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) memberikan Indonesia tenggat waktu hingga tiga bulan kedepan untuk menyelesaikan masalah dualisme yang kini melanda sepakbola Tanah Air. Keputusan ini diambil usai rapat Komite Eksekutif FIFA yang digelar Jumat (14/12/2012) di Tokyo jelang dua hari sebelum laga final kejuaraan piala dunia antar klub.
"PSSI akan diberikan perpanjangan waktu selama tiga bulan. Oleh karena itu situasi di PSSI akan kembali dipantau oleh Asosiasi Komite dan Komite Eksekutif pada rapat selanjutnya. Ini adalah batas waktu terakhir bagi PSSI untuk menormalkan situasi," ungkap pernyataan FIFA pada situs resmi mereka, Sabtu (15/12/2012).
Sebelumnya Indonesia sendiri terancam diberikan sanksi terkait dualisme yang terjadi di kubu PSSI, meski akhirnya rapat Exco FIFA memutuskan tidak menjatuhkan sanksi kepada PSSI. Ini menjadi kesempatan kali kesekian yang diberikan FIFA kepada PSSI. Sudah beberapa kali FIFA berbaik hati tidak menjatuhkan sanksi.
Kini, FIFA kembali berharap bahwa masalah PSSI bisa diselesaikan. Mereka pun meminta Asosiasi Sepak Bola Asia (AFC) untuk mengambil alih masalah kisruh PSSI. FIFA juga memberikan perpanjangan waktu hingga Maret 2013, hal ini sesuai dengan keinginan dari tim Task Force yang dibentuk oleh KONI. Sebelumnya, Ketua Task Force, Rita Subowo, menyatakan akan menegosiasi Presiden FIFA, Sepp Blater, untuk menghindarkan PSSI dari sanksi.
Selain PSSI pada rapat Komite Eksekutif FIFA yang digelar di Tokyo juga mengeluarkan keputusan terkait Asosiasi Sepakbola Sierra Leone (SLFA) yang juga mengalami nasib tidak jauh berbeda dengan Indonesia. FIFA yang awalnya memberikan batas waktu sampai 15 Januari 2013 kepada Sierra diperpanjang hingga 31 Juli 2013 mendatang untuk menyelesaikan masalah mereka. FIFA itu juga membuat keputusan menyangkut Piala Konfederasi 2017 dan Piala Dunia 2018 yang akan digelar di Rusia.
"PSSI akan diberikan perpanjangan waktu selama tiga bulan. Oleh karena itu situasi di PSSI akan kembali dipantau oleh Asosiasi Komite dan Komite Eksekutif pada rapat selanjutnya. Ini adalah batas waktu terakhir bagi PSSI untuk menormalkan situasi," ungkap pernyataan FIFA pada situs resmi mereka, Sabtu (15/12/2012).
Sebelumnya Indonesia sendiri terancam diberikan sanksi terkait dualisme yang terjadi di kubu PSSI, meski akhirnya rapat Exco FIFA memutuskan tidak menjatuhkan sanksi kepada PSSI. Ini menjadi kesempatan kali kesekian yang diberikan FIFA kepada PSSI. Sudah beberapa kali FIFA berbaik hati tidak menjatuhkan sanksi.
Kini, FIFA kembali berharap bahwa masalah PSSI bisa diselesaikan. Mereka pun meminta Asosiasi Sepak Bola Asia (AFC) untuk mengambil alih masalah kisruh PSSI. FIFA juga memberikan perpanjangan waktu hingga Maret 2013, hal ini sesuai dengan keinginan dari tim Task Force yang dibentuk oleh KONI. Sebelumnya, Ketua Task Force, Rita Subowo, menyatakan akan menegosiasi Presiden FIFA, Sepp Blater, untuk menghindarkan PSSI dari sanksi.
Selain PSSI pada rapat Komite Eksekutif FIFA yang digelar di Tokyo juga mengeluarkan keputusan terkait Asosiasi Sepakbola Sierra Leone (SLFA) yang juga mengalami nasib tidak jauh berbeda dengan Indonesia. FIFA yang awalnya memberikan batas waktu sampai 15 Januari 2013 kepada Sierra diperpanjang hingga 31 Juli 2013 mendatang untuk menyelesaikan masalah mereka. FIFA itu juga membuat keputusan menyangkut Piala Konfederasi 2017 dan Piala Dunia 2018 yang akan digelar di Rusia.
(akr)