Tantangan Ketum KONI baru pemenuhan infrastruktur
Sabtu, 15 Desember 2012 - 13:09 WIB
Tantangan Ketum KONI baru pemenuhan infrastruktur
A
A
A
Sindonews.com – Tiga nama kandidat Ketua Umum KONI Jawa Tengah, sudah dipastikan bakal meramaikan bursa pemilihan Ketua Umum dalam Musyawarah Olah Raga Provinsi (Musorprov) Jateng, yang akan digelar di Hotel Patrajasa, Semarang 19-20 Desember mendatang.
Ketiganya adalah Bambang Husodo (Ketua Bidang Monitoring dan Evaluasi KONI), Sukardi (Ketum KONI Banyumas, dan Tutuk Kurniawan (Wakil Ketua 3 Bidang Anggaran). Ketiganya bukanlah wajah baru, pasalnya ketiga kandidat, tersebut juga Empat tahun lalu, juga mencalonkan diri sebagai ketua umum.
Satu dari ketiga kandidat sudah bisa dipastikan bakal memimpin KONI Jateng Empat tahun ke depan. Tentu bukan tugas mudah bagi ketua baru nantinya untuk menahkodai induk organisasi olah raga di Jawa Tengah tersebut. Sejumlah Pekerjaan Rumah (PR) sudah menanti siapa saja yang bakal menjadi ketua.
Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Kadinpora) Jateng Budi Santoso mengatakan, ketiga kandidat adalah orang-orang yang benar-benar serius dan memiliki kualitas di dunia olah raga khusunya di Jawa Tengah.
“Saya melihat, memantau mekanisme demokrasi KONI dalam pemilihan Ketua Umum sejauh ini sudah berjalan dengan baik dan terbuka. Semoga bisa berjalan lancer dan bisa melilih Ketua dan pengurus yang baik,” katanya.
Menurut dia salah satu tugas berat calon Ketua Umum KONI adalah pemenuhan sarana-prasarana (Sarpras). Pasalnya sampai saat ini di Jawa Tengah masih cukup minim sarpras untuk menunjang prestasi olah raga. “Ketua yang baru nantinya memiliki tantangan berat selain untuk meningkatkan prestasi olah raga Jateng, juga menghadapi tantangan pemenuhan sarpras karena masih minim, sehingga perlu penambahan kualitas maupun kuantitasnya,” katanya.
Menurutnya, untuk mengadapi tantang tersebut, Ketua KONI yang baru nantinya, harus mampu menggandengan dunia swasta, agar KONI tidak hanya bergantung pada anggaran APBD Provinsi Jateng. “Ketua baru harus mampu menggandengan dunia bisnis. Supaya dari anggaran APBD yang sifatnya terbatas bisa ditopang oleh dunia swasta. Hampir semua KONI di Indonesia hanya mengandalkan dana APBD semata, padahal dana dari APBD kan terbatas, jadi ini juga menjadi tantangan bagi ketua KONI nantinya,” jelasnya.
Budi menegaskan, Sarpras yang perlu dipenuhi adalah, punya sport center untuk pembibitan atlet, sebagai hambalangnya Jawa Tengah. Sementara di sisi prestasi juga harus punya stadion yang mampu bertaraf Nasional maupun Internasional.
Dia manambahkan, Pemerintah Provinsi Jateng sebenarnya sudah mengagendakan untuk pembangunan stadion, salah satunya, di daerah Pucang Gading. Di sana pemerintah memiliki tanah seluas 30 Hektar.”Namun sampai saat ini belum terealisasi, karena kendalanya prioritas pendanaan. Untuk pembangunan tersebut dibutuhkan dana sekitar 1 Triliun,” tandasnya.
Ketiganya adalah Bambang Husodo (Ketua Bidang Monitoring dan Evaluasi KONI), Sukardi (Ketum KONI Banyumas, dan Tutuk Kurniawan (Wakil Ketua 3 Bidang Anggaran). Ketiganya bukanlah wajah baru, pasalnya ketiga kandidat, tersebut juga Empat tahun lalu, juga mencalonkan diri sebagai ketua umum.
Satu dari ketiga kandidat sudah bisa dipastikan bakal memimpin KONI Jateng Empat tahun ke depan. Tentu bukan tugas mudah bagi ketua baru nantinya untuk menahkodai induk organisasi olah raga di Jawa Tengah tersebut. Sejumlah Pekerjaan Rumah (PR) sudah menanti siapa saja yang bakal menjadi ketua.
Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Kadinpora) Jateng Budi Santoso mengatakan, ketiga kandidat adalah orang-orang yang benar-benar serius dan memiliki kualitas di dunia olah raga khusunya di Jawa Tengah.
“Saya melihat, memantau mekanisme demokrasi KONI dalam pemilihan Ketua Umum sejauh ini sudah berjalan dengan baik dan terbuka. Semoga bisa berjalan lancer dan bisa melilih Ketua dan pengurus yang baik,” katanya.
Menurut dia salah satu tugas berat calon Ketua Umum KONI adalah pemenuhan sarana-prasarana (Sarpras). Pasalnya sampai saat ini di Jawa Tengah masih cukup minim sarpras untuk menunjang prestasi olah raga. “Ketua yang baru nantinya memiliki tantangan berat selain untuk meningkatkan prestasi olah raga Jateng, juga menghadapi tantangan pemenuhan sarpras karena masih minim, sehingga perlu penambahan kualitas maupun kuantitasnya,” katanya.
Menurutnya, untuk mengadapi tantang tersebut, Ketua KONI yang baru nantinya, harus mampu menggandengan dunia swasta, agar KONI tidak hanya bergantung pada anggaran APBD Provinsi Jateng. “Ketua baru harus mampu menggandengan dunia bisnis. Supaya dari anggaran APBD yang sifatnya terbatas bisa ditopang oleh dunia swasta. Hampir semua KONI di Indonesia hanya mengandalkan dana APBD semata, padahal dana dari APBD kan terbatas, jadi ini juga menjadi tantangan bagi ketua KONI nantinya,” jelasnya.
Budi menegaskan, Sarpras yang perlu dipenuhi adalah, punya sport center untuk pembibitan atlet, sebagai hambalangnya Jawa Tengah. Sementara di sisi prestasi juga harus punya stadion yang mampu bertaraf Nasional maupun Internasional.
Dia manambahkan, Pemerintah Provinsi Jateng sebenarnya sudah mengagendakan untuk pembangunan stadion, salah satunya, di daerah Pucang Gading. Di sana pemerintah memiliki tanah seluas 30 Hektar.”Namun sampai saat ini belum terealisasi, karena kendalanya prioritas pendanaan. Untuk pembangunan tersebut dibutuhkan dana sekitar 1 Triliun,” tandasnya.
(wbs)