FIFA akui ada aroma politik di sepak bola Indonesia
Sabtu, 15 Desember 2012 - 13:52 WIB
FIFA akui ada aroma politik di sepak bola Indonesia
A
A
A
Sindonews.com - Adanya intervensi politik tertentu dalam sepak bola Indonesia seperti yang didengungkan selama ini memang bukanlah hisapan jempol semata, setidaknya hal itu diakui Presiden FIFA Sepp Blatter.
Blatter mengakui ada masukan dari pemerintah dan politisi Indonesia untuk memberikan kesempatan kepada PSSI untuk melakukan pembenahan dalam rapat Komite Eksekutif FIFA yang digelar di Tokyo 14 Desember 2012.
"Otoritas olahraga dan politisi telah melakukan intervensi dengan mengatakan bahwa kami harus memberikan Indonesia tiga bulan ke depan untuk bisa kembali, " tutur Blatter seperti dilansir goal.com, Sabtu (15/12/2012).
Blatter juga mengaku bingung mengapa sampai ada dua organisasi di sepakbola Indonesia. "Anda bisa membayangkan mereka memiliki dua federasi sepakbola, dan mereka memiliki liga yang bagus, tapi pemain tak bisa membela timnas?" ujar Blatter.
"Kami sudah berusaha menggabungkan keduanya sejak Juli 2011 dan kini mereka memiliki waktu hingga pertemuan kami berikutnya pada 20-21 Maret (untuk membereskan masalah mereka)." pungkasnya
Blatter mengakui ada masukan dari pemerintah dan politisi Indonesia untuk memberikan kesempatan kepada PSSI untuk melakukan pembenahan dalam rapat Komite Eksekutif FIFA yang digelar di Tokyo 14 Desember 2012.
"Otoritas olahraga dan politisi telah melakukan intervensi dengan mengatakan bahwa kami harus memberikan Indonesia tiga bulan ke depan untuk bisa kembali, " tutur Blatter seperti dilansir goal.com, Sabtu (15/12/2012).
Blatter juga mengaku bingung mengapa sampai ada dua organisasi di sepakbola Indonesia. "Anda bisa membayangkan mereka memiliki dua federasi sepakbola, dan mereka memiliki liga yang bagus, tapi pemain tak bisa membela timnas?" ujar Blatter.
"Kami sudah berusaha menggabungkan keduanya sejak Juli 2011 dan kini mereka memiliki waktu hingga pertemuan kami berikutnya pada 20-21 Maret (untuk membereskan masalah mereka)." pungkasnya
(wbs)