Agen pemain: Keputusan FIFA justru merugikan klub dan pemain
Sabtu, 15 Desember 2012 - 19:09 WIB
Agen pemain: Keputusan FIFA justru merugikan klub dan pemain
A
A
A
Sindonews.com - Salah satu agen pemain di Indonesia, Eddy Syahputra, menilai keputusan Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) memberikan tenggat waktu tambahan kepada PSSI justru merugikan. Menurutnya, sponsor akan kembali menunda keinginannya mendanai klub karena tidak ada kepastian soal masalah sepak bola nasional.
"FIFA tidak tegas jangan digantung-gantung terus. Keputusan FIFA ini tidak baik bagi sponsor. Karena saya pikir sponsor akan menunggu hingga Maret (untuk mendanai klub) dan berakibat dengan tertundanya keuangan klub,"ujar Eddy ketika dihubungi Sindonews.com, Sabtu (15/12).
Dia menambahkan, pemain menjadi pihak yang paling dirugikan dengan hal itu. "Sudah 2 tahun terakhir mereka merasakan situasi yang tidak nyaman. Gaji mereka jadi tertunda terus karena sponsor enggan mendanai klub,"jelasnya.
"Akibatnya, mutu pertandingan juga mulai menurun karena konsentrasi pemain mulai terpecah dan emosinya jadi tidak terkontrol akibat memikirkan gaji,"ia menambahkan.
Eddy kemudian berharap para pihak yang berseteru untuk sadar diri. Menurutnya, Indonesia kini hanya menjadi obyek yang dipermainkan oleh pihak asing.
"Bersatulah. Sadar bahwa kita cuma jadi obyek orang asing. Bagi saya, bego kita kalau terus dimainkan oleh AFC,"ia mengakhiri.
"FIFA tidak tegas jangan digantung-gantung terus. Keputusan FIFA ini tidak baik bagi sponsor. Karena saya pikir sponsor akan menunggu hingga Maret (untuk mendanai klub) dan berakibat dengan tertundanya keuangan klub,"ujar Eddy ketika dihubungi Sindonews.com, Sabtu (15/12).
Dia menambahkan, pemain menjadi pihak yang paling dirugikan dengan hal itu. "Sudah 2 tahun terakhir mereka merasakan situasi yang tidak nyaman. Gaji mereka jadi tertunda terus karena sponsor enggan mendanai klub,"jelasnya.
"Akibatnya, mutu pertandingan juga mulai menurun karena konsentrasi pemain mulai terpecah dan emosinya jadi tidak terkontrol akibat memikirkan gaji,"ia menambahkan.
Eddy kemudian berharap para pihak yang berseteru untuk sadar diri. Menurutnya, Indonesia kini hanya menjadi obyek yang dipermainkan oleh pihak asing.
"Bersatulah. Sadar bahwa kita cuma jadi obyek orang asing. Bagi saya, bego kita kalau terus dimainkan oleh AFC,"ia mengakhiri.
(wir)