Strama: Inter tak layak kalah
Minggu, 16 Desember 2012 - 07:15 WIB
Strama: Inter tak layak kalah
A
A
A
Sindonews.com - Pelatih Inter Milan, Andrea Stramaccioni, mengakui bahwa Lazio bermain cukup bagus terutama di paruh pertama. Namun begitu, secara keseluruhan pelatih berusia 36 tahun itu, merasa anak didiknya tak layak menerima kekalahan 1-0 dari Lazio, di Stadion Olimpico, Minggu (16/12).
Dalam laga tersebut, striker veteran Biacocelesti, Miroslav Klose, menjadi pahlawan usai mencetak satu-satunya gol. Dengan kekalahan ini, Il Nerazzurri memperpanjang catatan buruk karena dua lawatan terakhir mereka ke Olimpico, juga berakhir dengan kekalahan.
"Lazio adalah tim yang lebih baik di babak pertama, karena kami pernah mengancam mereka mengancam. Setelah jeda kinerja kami mulai membaik. Inter layak untuk memimpin, namun beberapa insiden merugikan kami dan Klose adalah juara. Itulah sepak bola, kami tidak pantas kalah,” ujar Stramaccioni dikutip Sky Sport, Minggu.
Sementara itu, Strama sedikit mengomentari perihal perubahan taktik 4-3-1-2 yang diterapkan dengan memasang Fredy Guarin sebagai trequartista. Meskipun hasil tidak cukup memuaskan, tapi pemain asal Kolombia itu dinilai mampu menjalankan peran dnegan sangat baik
"Saya memilih empat bek untuk memastikan pertahanan kami tidak berada di bawah tekanan terlalu banyak. Saya belum pernah melihat Lazio dalam kesulitan seperti terlihat di babak kedua melawan kami. Saya tidak mengatakan Inter pantas menang seperti itu, tapi kami tidak pantas kalah baik."
Dalam laga tersebut, striker veteran Biacocelesti, Miroslav Klose, menjadi pahlawan usai mencetak satu-satunya gol. Dengan kekalahan ini, Il Nerazzurri memperpanjang catatan buruk karena dua lawatan terakhir mereka ke Olimpico, juga berakhir dengan kekalahan.
"Lazio adalah tim yang lebih baik di babak pertama, karena kami pernah mengancam mereka mengancam. Setelah jeda kinerja kami mulai membaik. Inter layak untuk memimpin, namun beberapa insiden merugikan kami dan Klose adalah juara. Itulah sepak bola, kami tidak pantas kalah,” ujar Stramaccioni dikutip Sky Sport, Minggu.
Sementara itu, Strama sedikit mengomentari perihal perubahan taktik 4-3-1-2 yang diterapkan dengan memasang Fredy Guarin sebagai trequartista. Meskipun hasil tidak cukup memuaskan, tapi pemain asal Kolombia itu dinilai mampu menjalankan peran dnegan sangat baik
"Saya memilih empat bek untuk memastikan pertahanan kami tidak berada di bawah tekanan terlalu banyak. Saya belum pernah melihat Lazio dalam kesulitan seperti terlihat di babak kedua melawan kami. Saya tidak mengatakan Inter pantas menang seperti itu, tapi kami tidak pantas kalah baik."
(nug)