Soal rasisme, Blatter minta UEFA lebih keras

Minggu, 16 Desember 2012 - 13:24 WIB
Soal rasisme, Blatter...
Soal rasisme, Blatter minta UEFA lebih keras
A A A
Sindonews.com - Presiden Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA), Sepp Blatter menolak berkomentar terkait sanksi dan denda yang dijatuhkan UEFA kepada tim nasional (Serbia) U-21 dan Inggris. Meskipun demikian, dia berjanji akan membahas masalah ini setelah banyak yang mengkritik keputusan Michel Platini terhadap kasus kekerasan dan rasisme.

Sebelumnya, Asosiasi Sepak Bola tertinggi di Eropa tersebut menjatuhkan sanksi kepada Serbia dan Inggris terkait kekerasan yang terjadi saat kualifikasi Piala Eropa U-21, yang berlangsung di Stadion Mladost pada 16 Oktober 2012 lalu. Selain sanksi UEFA juga memberikan denda kepada Serbia atas kasus rasisme selama pertandingan berlangsung.

Sejauh ini ada empat pemain dan dua staff kepelatihan Serbia yang mendapatkan sanksi keras dari UEFA. Dari pihak Serbia yang terkena sanksi adalah Goran Causic (larangan tampil empat pertandingan), Ognjen Mudrinski (tiga pertandingan), Filip Malbasic (tiga pertandingan) dan Nikola Ninkovic (dua pertandingan). Sanksi yang diberikan Asosiasi tertinggi Eropa itu, jauh lebih ringan dibandingkan dua staf pelatih yakni Andreja Milunovic (pelatih fisik) dan Predrag Katic (asisten pelatih), keduanya mendapatkan larangan keras untuk tidak membela sepak bola Serbia selama dua tahun.

Sementara itu, dua pemain tim nasional Inggris U-21 juga mendapatkan sanksi dari UEFA. Mereka adalah Steven Caulker (dua pertandingan) dan Thomas Ince (satu pertandingan).

Meski demikian, banyak yang mengkritik keputusan tersebut. Pasalnya, denda yang dijatuhkan UEFA tersebut jauh lebih ringan yakni USD80.000 atau setara dengan 770 juta, dibandingkan dengan striker Denmark Nicklas Bendtner yang menerima USD98.000 ( 943 juta) ketika tertangkap kamera melakukan selebrasi gol dengan menguntungkan salah satu produk yang telah dilarang selama Piala Eropa 2012 lalu.

"Tidak ada toleransi untuk masalah rasisme, jika Anda melihat keputusan komite disiplin kami. Karena itu, saya tidak punya komentar atas keputusan UEFA. Meskipun demikian, harus ada keputusan yang kuat mengenai masalah rasisme," tegas Blatter seperti dilansir Goal.com, Minggu (16/12/2012).

Blatter mengaku dirinya tidak mengetahui prosedur yang dilakukan UEFA dalam menjatuhkan hukuman. "Karenanya, saya akan berbicara dengan Michel Platini, saya tidak tahu apakah ia memiliki pengaruh pada komite disiplin atau tidak, tapi yang jelas saya akan meminta rincian tentang denda tersebut."

"Rasisme tidak datang dari sepak bola, ia datang dari masyarakat. Ini adalah pertanyaan solidaritas dan pendidikan.. Sangat mudah untuk mengatakan bahwa sepak bola adalah tentang bermain disiplin dan adil, tetapi itu tidak mudah diterapkan" tutupnya.
(aww)
Berita Terkini
Norwegia vs Inggris:...
Norwegia vs Inggris: Duel Panas Menuju Empat Besar
1 jam yang lalu
Norwegia vs Inggris:...
Norwegia vs Inggris: Haaland Tagih Janji Rooney Mendayung di Sungai Mersey
1 jam yang lalu
Peluang Cristiano Ronaldo...
Peluang Cristiano Ronaldo Tampil di Piala Dunia 2030 Masih Terbuka
2 jam yang lalu
Euforia Prancis Berubah...
Euforia Prancis Berubah Duka, Suporter 17 Tahun Tewas Jatuh dari Truk
3 jam yang lalu
Mikel Merino dan Keajaiban...
Mikel Merino dan Keajaiban yang Terus Berulang untuk Spanyol
4 jam yang lalu
5 Fakta Menarik Spanyol...
5 Fakta Menarik Spanyol Singkirkan Belgia di Piala Dunia 2026
7 jam yang lalu
Infografis
Membaca Kode Keras dalam...
Membaca Kode Keras dalam 15 Beat yang Muncul saat Kerusuhan Jakarta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved