TC: NDB dan AP paling tahu masalah PSSI
Senin, 17 Desember 2012 - 05:45 WIB
TC: NDB dan AP paling tahu masalah PSSI
A
A
A
Sindonews.com - Ketua tim Task Force (TF) Rita Subowo, menemui Arifin Panigoro dan Nirwan Dermawan Bakrie sebagai usaha selesaikan konflik PSSI. Kedua tokoh sepakbola Indonesia tersebut, diharap mampu menjembatani perselihan antara PSSI dan Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia (KPSI).
Masalah di tubuh sepakbola Tanah Air bukannya sudah selesai, selepas FIFA memperpanjang deadline sanksi sampai 30 Maret 2013. Untuk itu dalam waktu tiga bulan yang bisa dikatakan singkat, langkah-langkah nyata untuk mencari jalan tegah terbaik bagi kedua belah pihak yang berseteru harus segera dikantongi.
"Setelah ancaman sanksi ditangguhkan FIFA, saya bertemu dengan AP (Arifin Panigoro) dan juga NDB (Nirwan Dermawan Bakrie). Saya merasa mereka paling tahu tentang persoalannya seperti apa. Mereka berikan tanggapan yang baik. Mereka mengaku akan berusaha membantu menghentikan dualisme yang terjadi,"ungkap Rita, saat dihubungi SINDO, kemarin.
Selain berkomunikasi langsung dengan pihak-pihak yang bersinggungan langsung dalam konflik yang terjadi, Rita juga berharap FIFA tidak hanya sekedar memberikan penangguhan sanksi. Akan tetapi, FIFA juga harus mengutus tim khusus dalam membantu memecahkan permasalahan antara PSSI dan KPSI.
"Mungkin satu-satunya jalan yang harus dilakukan untuk mengurai permasalahan yang ada, FIFA juga harus mengirimkan tim khusus untuk membantu. Jadi FIFA tidak hanya menangguhkan sanksi, tanpa memberikan bantuan dalam penyelesaian konflik,"jelas Rita.
"Dan mungkin saja tim khusus yang dikirimkan FIFA bisa datang berbarengan dengan rencana datangnya acting Presiden AFC (Zhang Jilong) ke Indonesia pada awal Januari,"sambung Rita, yang juga menjabat sebagai Komite Olimpiade Indonesia (KOI).
Masalah di tubuh sepakbola Tanah Air bukannya sudah selesai, selepas FIFA memperpanjang deadline sanksi sampai 30 Maret 2013. Untuk itu dalam waktu tiga bulan yang bisa dikatakan singkat, langkah-langkah nyata untuk mencari jalan tegah terbaik bagi kedua belah pihak yang berseteru harus segera dikantongi.
"Setelah ancaman sanksi ditangguhkan FIFA, saya bertemu dengan AP (Arifin Panigoro) dan juga NDB (Nirwan Dermawan Bakrie). Saya merasa mereka paling tahu tentang persoalannya seperti apa. Mereka berikan tanggapan yang baik. Mereka mengaku akan berusaha membantu menghentikan dualisme yang terjadi,"ungkap Rita, saat dihubungi SINDO, kemarin.
Selain berkomunikasi langsung dengan pihak-pihak yang bersinggungan langsung dalam konflik yang terjadi, Rita juga berharap FIFA tidak hanya sekedar memberikan penangguhan sanksi. Akan tetapi, FIFA juga harus mengutus tim khusus dalam membantu memecahkan permasalahan antara PSSI dan KPSI.
"Mungkin satu-satunya jalan yang harus dilakukan untuk mengurai permasalahan yang ada, FIFA juga harus mengirimkan tim khusus untuk membantu. Jadi FIFA tidak hanya menangguhkan sanksi, tanpa memberikan bantuan dalam penyelesaian konflik,"jelas Rita.
"Dan mungkin saja tim khusus yang dikirimkan FIFA bisa datang berbarengan dengan rencana datangnya acting Presiden AFC (Zhang Jilong) ke Indonesia pada awal Januari,"sambung Rita, yang juga menjabat sebagai Komite Olimpiade Indonesia (KOI).
(wir)