Serang bos Lotus, Suttil berharap balapan lagi
Senin, 17 Desember 2012 - 18:39 WIB
Serang bos Lotus, Suttil berharap balapan lagi
A
A
A
Sindonews.com - Pembalap Formula Satu (F1) asal Jerman, Adrian Sutil, mengungkapkan bahwa tindakan kriminal yang pernah dicatatkannya tidak akan mencegah dirinya untuk pergi mengikuti Grand Prix F1 musim 2013, seandainya ia kembali dikontrak oleh Force India. Pembalap berusia 29 tahun itu mendapatkan hukuman 18 bulan karena tindakannya menyerang Wakil Pemilik Lotus, Eric Lux, di sebuah kelab malam, setelah GP China 2011.
Hukuman tersebut akan membuat Sutil kesulitan dalam memperoleh visa untuk balapan di wilayah tertentu, termasuk Australia, Cina dan Amerika Serikat. Namun, pembalap yang memulai debutnya di F1 pada 2007 itu mengatakan, tidak ada alasan hukum baginya untuk tidak dapat melakukan perjalanan untuk mengikuti balapan. "Saya dan manajemen saya telah memeriksa semua negara dan tidak ada masalah bagi saya untuk bepergian," tegasnya saat ditemui di sela-sela Race of Champions di Bangkok, seperti dikutip Sky Sports, Senin (18/12).
Sutil mengklaim bahwa semua kasusnya sudah diselesaikan pada musim dingin yang lalu, dan pada saat itu merupakan awal yang baru bagi dirinya.
Sementara itu, kursi kedua di Force India saat ini memang sedang kosong setelah ditinggalkan oleh Nico Hulkenberg yang hijrah ke tim Sauber. Kekosongan itu pun menarik minat cukup banyak pembalap. Yakni Heikki Kovalainen, Bruno Senna, Jules Binachi, Jaime Alguersuari, dan Sebastien Buemi. Dan, secara tersirat, Sutil juga berharap bisa kembali menempati kursinya di tim tersebut.
"Sulit untuk melupakan, karena selama lima tahun saya berada di tim ini, dan mereka tahu seberapa baik saya dan mereka tahu kualitas saya," ujarnya.
Kendati demikian, ia tidak mau untuk memohon kepada Force India untuk mendapatkan tempat tersebut. "Sebaliknya, saya merasa mereka harus datang kepada saya dan mengatakan kami ingin kamu mengendarai jet darat Force India. Sebenarnya saya ingin menjadi pengemudi tim ini, tetapi mereka juga harus menginginkan saya. Jadi saya cukup santai, saya tahu bagaimana menangani situasi ini."
Hukuman tersebut akan membuat Sutil kesulitan dalam memperoleh visa untuk balapan di wilayah tertentu, termasuk Australia, Cina dan Amerika Serikat. Namun, pembalap yang memulai debutnya di F1 pada 2007 itu mengatakan, tidak ada alasan hukum baginya untuk tidak dapat melakukan perjalanan untuk mengikuti balapan. "Saya dan manajemen saya telah memeriksa semua negara dan tidak ada masalah bagi saya untuk bepergian," tegasnya saat ditemui di sela-sela Race of Champions di Bangkok, seperti dikutip Sky Sports, Senin (18/12).
Sutil mengklaim bahwa semua kasusnya sudah diselesaikan pada musim dingin yang lalu, dan pada saat itu merupakan awal yang baru bagi dirinya.
Sementara itu, kursi kedua di Force India saat ini memang sedang kosong setelah ditinggalkan oleh Nico Hulkenberg yang hijrah ke tim Sauber. Kekosongan itu pun menarik minat cukup banyak pembalap. Yakni Heikki Kovalainen, Bruno Senna, Jules Binachi, Jaime Alguersuari, dan Sebastien Buemi. Dan, secara tersirat, Sutil juga berharap bisa kembali menempati kursinya di tim tersebut.
"Sulit untuk melupakan, karena selama lima tahun saya berada di tim ini, dan mereka tahu seberapa baik saya dan mereka tahu kualitas saya," ujarnya.
Kendati demikian, ia tidak mau untuk memohon kepada Force India untuk mendapatkan tempat tersebut. "Sebaliknya, saya merasa mereka harus datang kepada saya dan mengatakan kami ingin kamu mengendarai jet darat Force India. Sebenarnya saya ingin menjadi pengemudi tim ini, tetapi mereka juga harus menginginkan saya. Jadi saya cukup santai, saya tahu bagaimana menangani situasi ini."
(nug)