Nova Arianto dkk incar 70% laga kandang
Selasa, 18 Desember 2012 - 14:07 WIB
Nova Arianto dkk incar 70% laga kandang
A
A
A
Sindonews.com - Kontestan Indonesia Super League (ISL) selalu menargetkan kemenangan saat bertanding sebagai tuan rumah. Kondisi lapangan yang sudah sangat dipahami, ditambah dukungan suporter dari sisi lapangan, menjadi modal tambahan untuk memecundangi tamunya. Hal itu pula yang menjadi bidikan Pelita Bandung Raya.
Meski berstatus sebagai skuad pendatang baru, Eka Ramdani dkk bertekad memenangkan sebanyak mungkin laga kandang yang mereka jalani. Status sebagai tuan rumah, dipercaya bisa meningkatkan mental dan semangat juang para pemain untuk menghadapi peserta ISL lainnya.
''Dalam mengarungi sebuah kompetisi liga, idealnya sebuah tim memenangkan 70% dari total laga kandang. Karena saat tampil sebagai tuan rumah, itu merupakan kesempatan bagi tim untuk mendulang poin sebanyak-banyaknya. Saya sangat ingin menang di banyak pertandingan kandang,” tutur Pelatih Pelita Bandung Raya Simon McMenemy.
Meski sudah memiliki perhitungan ideal, Simon tampaknya menyadari hal itu tidaklah mudah. Komposisi tim yang mayoritas dihuni para pemain muda, tentu belum mampu menjami penampilan Pelita Bandung Raya bisa sesuai harapan. Apa lagi, beberapa tim ISL yang memiliki nama besar, bisa saja balik menghajar Nova Arianto dkk.
''Tentu tidak bisa diprediksi berapa laga kandang yang bisa kami menangkan. Apa lagi kami bukan Barcelona, Manchester United, atau pun Real Madrid. Tapi saya ingin menang di sebanyak mungkin pertandingan. Karena yang terpenting bagi kami adalah tampil sebagai tim yang kompetitif, tidak mudah dikalahkan dan bisa memberi perlawanan,” ujar pelatih berpaspor Inggris ini.
Sikap realistis Simon juga berbanding lurus dengan target Pelita Bandung Raya di musim pertamanya ini. Dia mengklaim, manajemen klub tidak membebani timnya untuk berada di urutan atas klasemen akhir ISL. Bercokol di papan tengah, merupakan bidikan Pelita Bandung Raya sebagai bekal di musim selanjutnya.
“Bisa berada di papan tengah klasemen ISL, adalah kesuksesan bagi kami. Karena dengan begitu kami bisa menunjukkan bahwa Pelita Bandung Raya adalah tim yang kompetitif dan memiliki potensi untuk berkembang. Manajemen klub pun tidak menekankan pada saya agar bisa berada di papan atas,” kata Simon.
Pelita Bandung Raya, tampaknya lebih menyukai pembinaan pemain muda untuk meraih gelar di beberapa musim selanjutnya. Langkah tersebut dipercaya lebih efektif dan efisien, ketimbang membuang banyak dana untuk membeli pemain senior yang siap tanding. Namun tentu konsistensi Pelita Bandung Raya sendiri yang menjadi penentunya.
“Manajemen kami realistis bahwa tim ini baru saja dibentuk. Fokus saat ini adalah bagaimana Pelita Bandung Raya bisa berkembang, itu target jangka pendeknya. Setelah itu, target jangka panjangnya adalah berada di papan atas klasemen. Kami merencanakan hal itu untuk tiga tahun ke depan,” pungkas Simon.
Meski berstatus sebagai skuad pendatang baru, Eka Ramdani dkk bertekad memenangkan sebanyak mungkin laga kandang yang mereka jalani. Status sebagai tuan rumah, dipercaya bisa meningkatkan mental dan semangat juang para pemain untuk menghadapi peserta ISL lainnya.
''Dalam mengarungi sebuah kompetisi liga, idealnya sebuah tim memenangkan 70% dari total laga kandang. Karena saat tampil sebagai tuan rumah, itu merupakan kesempatan bagi tim untuk mendulang poin sebanyak-banyaknya. Saya sangat ingin menang di banyak pertandingan kandang,” tutur Pelatih Pelita Bandung Raya Simon McMenemy.
Meski sudah memiliki perhitungan ideal, Simon tampaknya menyadari hal itu tidaklah mudah. Komposisi tim yang mayoritas dihuni para pemain muda, tentu belum mampu menjami penampilan Pelita Bandung Raya bisa sesuai harapan. Apa lagi, beberapa tim ISL yang memiliki nama besar, bisa saja balik menghajar Nova Arianto dkk.
''Tentu tidak bisa diprediksi berapa laga kandang yang bisa kami menangkan. Apa lagi kami bukan Barcelona, Manchester United, atau pun Real Madrid. Tapi saya ingin menang di sebanyak mungkin pertandingan. Karena yang terpenting bagi kami adalah tampil sebagai tim yang kompetitif, tidak mudah dikalahkan dan bisa memberi perlawanan,” ujar pelatih berpaspor Inggris ini.
Sikap realistis Simon juga berbanding lurus dengan target Pelita Bandung Raya di musim pertamanya ini. Dia mengklaim, manajemen klub tidak membebani timnya untuk berada di urutan atas klasemen akhir ISL. Bercokol di papan tengah, merupakan bidikan Pelita Bandung Raya sebagai bekal di musim selanjutnya.
“Bisa berada di papan tengah klasemen ISL, adalah kesuksesan bagi kami. Karena dengan begitu kami bisa menunjukkan bahwa Pelita Bandung Raya adalah tim yang kompetitif dan memiliki potensi untuk berkembang. Manajemen klub pun tidak menekankan pada saya agar bisa berada di papan atas,” kata Simon.
Pelita Bandung Raya, tampaknya lebih menyukai pembinaan pemain muda untuk meraih gelar di beberapa musim selanjutnya. Langkah tersebut dipercaya lebih efektif dan efisien, ketimbang membuang banyak dana untuk membeli pemain senior yang siap tanding. Namun tentu konsistensi Pelita Bandung Raya sendiri yang menjadi penentunya.
“Manajemen kami realistis bahwa tim ini baru saja dibentuk. Fokus saat ini adalah bagaimana Pelita Bandung Raya bisa berkembang, itu target jangka pendeknya. Setelah itu, target jangka panjangnya adalah berada di papan atas klasemen. Kami merencanakan hal itu untuk tiga tahun ke depan,” pungkas Simon.
(aww)