Persepam ngebut cari pengganti Mustaqim
Selasa, 18 Desember 2012 - 19:10 WIB
Persepam ngebut cari pengganti Mustaqim
A
A
A
Sindonews.com - Ditinggal pelatih Mustaqim menjadikan misi Persepam Madura United (PMU) ke Indonesia Super League (ISL) cukup terjal. Hanya sekitar tiga pekan sebelum kickoff kompetisi, situasi tim menjadi tidak pasti setelah Mustqim meletakkan jabatannya.
Kini PMU ngebut mencari pengganti Mustaqim dan mengumpulkan sejumlah nama yang dianggap mumpuni untuk menangani Indriyanto Nugroho dkk. Manajemen menargetkan dalam pekan ini sudah ada nama yang memenuhi syarat menduduki kursi panas di tim PMU.
General Manajer PMU Achsanul Qosasih mengungkapkan, pihaknya jelas membutuhkan pelatih yang berpengalaman di kompetisi level tertinggi. Seorang pelatih yang bisa mempersiapkan tim secepat kilat karena kompetisi sudah sangat dekat. Tentunya dengan materi pemain yang sudah ada sekarang.
''Pertimbangannya bukan hanya kemauan bekerja saja. Kalau soal mau bekerja, banyak pelatih yang mau menangani PMU. Pastinya juga harus didukung kemampuan yang lebih, yakni mempersiapkan tim dengan cepat karena kompetisi sudah sangat dekat,” tutur Achsanul Qosasih.
Pria yang juga wakil rakyat ini belum menybut secara rinci siapa yang masuk dalam pertimbangan manajemen, kendati ada nama Daniel Roekito dan Carlos de Mello. Pihaknya masih akan membahas lebih lanjut soal nama-nama yang akan dipanggil untuk presentasi nanti.
Achsanul mengakui tidak mudah pelatih baru untuk meneruskan tugas Mustaqim karena tentu sarat dengan tekanan. Malah tekanan pelatih anyar bisa jauh lebih berat karena harus mempersiapkan tim secepat mungkin. Itu pun masih dituntut untuk bermain apik di ISL nanti.
''Soal tekanan, saya rasa semua pelatih memiliki tekanan. Karena itulah kami mencari pelatih baru yang tahan banting, bisa bekerja dalam segala suasana. Untuk target saya pikir realistis dan tidak terlalu muluk, karena P-MU hanya ingin bertahan di ISL musim depan,” sebutnya.
Terkait kemungkina penambahan pemain maupun strategi, bakal diserahkan sepenuhnya kepada pelatih anyar. Laskar Sapeh kerap, julukan P-MU, sebenarnya masih dalam proses melengkapi skuad. Namun proses itu harus terhenti karena Mustaqim mundur sehingga pemain anyar harus disesuaikan dengan pelatih baru.
Sementara, mundurnya pelatih sebelum musim bergulir sebenarnya tidak hanya dialami P-MU. Awal musim lalu Persela Lamongan juga pernah mengalami hal yang nyaris sama, dengan perginya Eduard Tjong hanya sebulan setelah dinyatakan resmi sebagai pelatih Persela.
Bedanya, Eduard bukan mengundurkan diri, namun 'disingkirkan' manajemen karena sponsor menginginkan Persela dilatih Miroslav Janu. Sedangkan Mustaqim mundur atas inisiatif sendiri karena merasa terlalu besar tekanan yang diarahkan ke dirinya setelah hasil negatif selama pra musim.
Kini PMU ngebut mencari pengganti Mustaqim dan mengumpulkan sejumlah nama yang dianggap mumpuni untuk menangani Indriyanto Nugroho dkk. Manajemen menargetkan dalam pekan ini sudah ada nama yang memenuhi syarat menduduki kursi panas di tim PMU.
General Manajer PMU Achsanul Qosasih mengungkapkan, pihaknya jelas membutuhkan pelatih yang berpengalaman di kompetisi level tertinggi. Seorang pelatih yang bisa mempersiapkan tim secepat kilat karena kompetisi sudah sangat dekat. Tentunya dengan materi pemain yang sudah ada sekarang.
''Pertimbangannya bukan hanya kemauan bekerja saja. Kalau soal mau bekerja, banyak pelatih yang mau menangani PMU. Pastinya juga harus didukung kemampuan yang lebih, yakni mempersiapkan tim dengan cepat karena kompetisi sudah sangat dekat,” tutur Achsanul Qosasih.
Pria yang juga wakil rakyat ini belum menybut secara rinci siapa yang masuk dalam pertimbangan manajemen, kendati ada nama Daniel Roekito dan Carlos de Mello. Pihaknya masih akan membahas lebih lanjut soal nama-nama yang akan dipanggil untuk presentasi nanti.
Achsanul mengakui tidak mudah pelatih baru untuk meneruskan tugas Mustaqim karena tentu sarat dengan tekanan. Malah tekanan pelatih anyar bisa jauh lebih berat karena harus mempersiapkan tim secepat mungkin. Itu pun masih dituntut untuk bermain apik di ISL nanti.
''Soal tekanan, saya rasa semua pelatih memiliki tekanan. Karena itulah kami mencari pelatih baru yang tahan banting, bisa bekerja dalam segala suasana. Untuk target saya pikir realistis dan tidak terlalu muluk, karena P-MU hanya ingin bertahan di ISL musim depan,” sebutnya.
Terkait kemungkina penambahan pemain maupun strategi, bakal diserahkan sepenuhnya kepada pelatih anyar. Laskar Sapeh kerap, julukan P-MU, sebenarnya masih dalam proses melengkapi skuad. Namun proses itu harus terhenti karena Mustaqim mundur sehingga pemain anyar harus disesuaikan dengan pelatih baru.
Sementara, mundurnya pelatih sebelum musim bergulir sebenarnya tidak hanya dialami P-MU. Awal musim lalu Persela Lamongan juga pernah mengalami hal yang nyaris sama, dengan perginya Eduard Tjong hanya sebulan setelah dinyatakan resmi sebagai pelatih Persela.
Bedanya, Eduard bukan mengundurkan diri, namun 'disingkirkan' manajemen karena sponsor menginginkan Persela dilatih Miroslav Janu. Sedangkan Mustaqim mundur atas inisiatif sendiri karena merasa terlalu besar tekanan yang diarahkan ke dirinya setelah hasil negatif selama pra musim.
(aww)