VO2 max atlet Semarang di bawah standar
Selasa, 18 Desember 2012 - 19:29 WIB
VO2 max atlet Semarang di bawah standar
A
A
A
Sindonews.com - Kondisi fisik Atlet-atlet Kota Semarang masih kurang memenuhi standar untuk kemampuan VO2 max atau kapasitas paru-paru menghisap oksigen. Dari standar yang ditetapkan level 10, para atlet rata-rata baru mencapi level 7.
Hal itu diketahui saat KONI Kota Semarang melakukan tes kesehatan dan fisik di auditorium Undip, Kampus Pleburan, Selasa (18/12). Tes kesehatan yang dilakukan oleh KONI terhadap 418 atlet untuk menunjang kondisi fisik dan kondisi kesehatan para atlet.
Ketua Bidang Litbang KONI Kota Endang Kumaidah mengatakan, hasil dari tes tersebut akan diserahkan kepada masing-masing cabang olahraga (Cabor), sehingga diharapkan dari masing-masing cabor segera menyikapi dengan membuat program.
”Berdasarkan tes sementara, kebanyakan atlet masih berada di kisaran level 7. Karena itu, diharapkan dari masing-masing cabor supaya membuat program peningkatan supaya standar minimal terpenuhi,” ujarnya.
Endang Kumaidah menambahkan, selain menjalani tes VO2 max atau kapasitas paru-paru menghisap oksigen, para atlet juga menjalani ters SGOT-SGPT (fungsi hepar), HBsAG serta tes urin untuk mengetahui apakah ada infeksi ginjal dan kandung kemih.
''Tes ini baru kali pertama dilakukan di 2012 ini dan sangat penting untuk mengetahui seberapa jauh kondisi kesehatan atlet tiap cabang olahraga,” ujarnya.
Hasil keseluruhan akan diberikan ke tiap pengurus untuk ditindak lanjuti. Selanjutnya diserahkan kepada tiap pengurus untuk membuat program terkait kondisi atletnya. ”Kami belum bisa memastikan secara pasti kondisi umum atlet utama dan potensial. Sebab harus menunggu hasil laboratorium dari Labkesda Semarang,” imbuhnya
Hal itu diketahui saat KONI Kota Semarang melakukan tes kesehatan dan fisik di auditorium Undip, Kampus Pleburan, Selasa (18/12). Tes kesehatan yang dilakukan oleh KONI terhadap 418 atlet untuk menunjang kondisi fisik dan kondisi kesehatan para atlet.
Ketua Bidang Litbang KONI Kota Endang Kumaidah mengatakan, hasil dari tes tersebut akan diserahkan kepada masing-masing cabang olahraga (Cabor), sehingga diharapkan dari masing-masing cabor segera menyikapi dengan membuat program.
”Berdasarkan tes sementara, kebanyakan atlet masih berada di kisaran level 7. Karena itu, diharapkan dari masing-masing cabor supaya membuat program peningkatan supaya standar minimal terpenuhi,” ujarnya.
Endang Kumaidah menambahkan, selain menjalani tes VO2 max atau kapasitas paru-paru menghisap oksigen, para atlet juga menjalani ters SGOT-SGPT (fungsi hepar), HBsAG serta tes urin untuk mengetahui apakah ada infeksi ginjal dan kandung kemih.
''Tes ini baru kali pertama dilakukan di 2012 ini dan sangat penting untuk mengetahui seberapa jauh kondisi kesehatan atlet tiap cabang olahraga,” ujarnya.
Hasil keseluruhan akan diberikan ke tiap pengurus untuk ditindak lanjuti. Selanjutnya diserahkan kepada tiap pengurus untuk membuat program terkait kondisi atletnya. ”Kami belum bisa memastikan secara pasti kondisi umum atlet utama dan potensial. Sebab harus menunggu hasil laboratorium dari Labkesda Semarang,” imbuhnya
(aww)