Burgess dihantui kegagalan Rossi di Ducati
Rabu, 19 Desember 2012 - 16:41 WIB
Burgess dihantui kegagalan Rossi di Ducati
A
A
A
Sindonews.com - Kepala kru Valentino Rossi, Jeremy Burgess mengaku sangat kecewa dengan kegagalannya di Ducati dalam dua musim terakhir. Kegagalan itu, diungkapkannya, akan terus menghantuinya, bahkan hingga dia masuk ke liang kubur.
Untuk diketahui, Burgess bersama Rossi memilih hengkang ke Ducati dua musim lalu. Di tim asal Italia itu, Burgess sempat mengumbar ambisi untuk membawa Rossi kembali juara. Tapi apa daya, harapan jauh dari kenyataan. Rossi gagal total.
Puncaknya, Rossi memilih kembali ke Yamaha musim depan. Burgess pun kembali ikut dengan pembalap asal Italia itu.
"Saya rasa kami bisa lebih baik dari yang seharusnya, dan itu sesuatu yang akan saya bawa ke kuburan saya karena kami tak bisa menghasilkan target yang sudah kami atur untuk kami sendiri dalam dua tahun terakhir. Kami tidak memenangkan lomba, kami tak memenangkan kejuaraan dan kami tak berhasil mengamankan servis Valentino Rossi untuk masa depan,"sesal Burgess kepada MCN Sport.
"Itu adalah tujuan utama kami. Kami meraih beberapa podium, tapi tiga dari 35 kesempatan yang ada sudah pasti bukan yang kami harapkan dan kami sangat kecewa," ia menambahkan.
Soal keputusan Rossi kembali ke Yamaha, Burgess menilai hal itu bukanlah sesuatu yang memalukan. "Valentino seperti digariskan untuk kembali ke Yamaha,"tuturnya.
Untuk diketahui, Burgess bersama Rossi memilih hengkang ke Ducati dua musim lalu. Di tim asal Italia itu, Burgess sempat mengumbar ambisi untuk membawa Rossi kembali juara. Tapi apa daya, harapan jauh dari kenyataan. Rossi gagal total.
Puncaknya, Rossi memilih kembali ke Yamaha musim depan. Burgess pun kembali ikut dengan pembalap asal Italia itu.
"Saya rasa kami bisa lebih baik dari yang seharusnya, dan itu sesuatu yang akan saya bawa ke kuburan saya karena kami tak bisa menghasilkan target yang sudah kami atur untuk kami sendiri dalam dua tahun terakhir. Kami tidak memenangkan lomba, kami tak memenangkan kejuaraan dan kami tak berhasil mengamankan servis Valentino Rossi untuk masa depan,"sesal Burgess kepada MCN Sport.
"Itu adalah tujuan utama kami. Kami meraih beberapa podium, tapi tiga dari 35 kesempatan yang ada sudah pasti bukan yang kami harapkan dan kami sangat kecewa," ia menambahkan.
Soal keputusan Rossi kembali ke Yamaha, Burgess menilai hal itu bukanlah sesuatu yang memalukan. "Valentino seperti digariskan untuk kembali ke Yamaha,"tuturnya.
(wir)