Dualisme PSSI persulit PSIS gandeng sponsor
Jum'at, 21 Desember 2012 - 09:52 WIB
Dualisme PSSI persulit PSIS gandeng sponsor
A
A
A
Sindonews.com – Dualisme yang masih terus terjadi di tubuh sepak bola Indonesia, nampaknya menyulitkan klub-klub untuk mencari sponsor. Salah satu klub yang kesulitan adalah, PSIS Semarang.
Meski hanya sponsor lokal Kota Semarang yang diincar manajemen, namun dari sejumlah proposal yang diajukan oleh Manajemen PSIS belum ada satupun sponsor yang deal dan bersedia membantu PSIS untuk mengarungi kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia musim 2013. Menajamen pun perlu kerja keras untuk melakukan lobi-lobi guna menyakinkan para investor yang dibidik.
Namun, meski saat ini belum ada satupun perusahaan yang berhasil digaet manajemen untuk membantu PSIS, namun Manajemen sudah mendapatkan sejumlah perusahaan yang dikabarkan siap untuk membantu PSIS dalam hal pendanaan.
“Semua masih dalam proses, dan sudah ada 10 perusahaan yang sudah dalam pendekatan, meraka masih mempelajari,” ujarnya General Manajer PSIS Semarang Ferdinand Hindiarto, kepada SINDO, 20 Desember 2012.
Dia mengakui, tidak mudah untuk mencari sponsor meski hanya sponsor lokal. Menurutnya ada beberapa kendala, salah satunya adalah dualism sepak bola Indonesia yang tak kunjung berakhir dan bahkan semakin kisruh. “Sebenarnya dualisme yang terjadi sangat merugikan klub,” katanya.
Selain itu, sambung Ferdinand belum adanya satu perusahaan yang deal, juga disebabkan karena saat ini seluruh perusahaan sedang tutup buku akhir tahun sehingga tidak bisa mengalokasikan anggaran.
Oleh sebab itu dia berharap, pada Januari 2013 mendatang sudah ada kepastian perusahaan-perusahaan yang disodori proposal. “Mudah-mudahan Januari sudah ada yang masuk, karena memang saat ini perusahaan banyak yang tutup tahun sehingga alokasi anggaran baru bisa dikeluarkan pada tahun depan,” imbuhnya.
Ferdinand menambahkan untuk menggaet sponsor, berbagai penawaran diberikan kepada calon investor, diantaran promosi melalui Kaos, E-boar lapangan, papan Skor, tempat duduk pemain, bahkan empat tiang lampu Stadion Jatidiri pun ditawarkan sebagai sarana promosi. “Yang bisa ditawarkan kita tawarkan kepada investor. Dan harganya pun harga lokal Semarang sehingga tidak telalu mahal,” tandasnya.
Disinggung menganai berminatnya dua perusahaan Apparel yakni Umbro dan Stobi Ferdinand mengaku sampai saat ini masih dalam penjajakan dan terus dikomunikasikan. Sebagaimana diketahui dua anak perusahaan Apparel Tersebut dikabarkan berminat untuk menjadi sponsor PSIS selama satu musim.
Dengan belum adanya, sponsor yang masuk praktis manajemen hanya mengandalkan keuangan dari PT Setia Binanusa (anak perusahaan Ancora) selaku sponsor utama. PT Setia Binanusa dikabarkan menggelontorkan dana sebesar Rp5 Miliar untuk PSIS.
Meski hanya sponsor lokal Kota Semarang yang diincar manajemen, namun dari sejumlah proposal yang diajukan oleh Manajemen PSIS belum ada satupun sponsor yang deal dan bersedia membantu PSIS untuk mengarungi kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia musim 2013. Menajamen pun perlu kerja keras untuk melakukan lobi-lobi guna menyakinkan para investor yang dibidik.
Namun, meski saat ini belum ada satupun perusahaan yang berhasil digaet manajemen untuk membantu PSIS, namun Manajemen sudah mendapatkan sejumlah perusahaan yang dikabarkan siap untuk membantu PSIS dalam hal pendanaan.
“Semua masih dalam proses, dan sudah ada 10 perusahaan yang sudah dalam pendekatan, meraka masih mempelajari,” ujarnya General Manajer PSIS Semarang Ferdinand Hindiarto, kepada SINDO, 20 Desember 2012.
Dia mengakui, tidak mudah untuk mencari sponsor meski hanya sponsor lokal. Menurutnya ada beberapa kendala, salah satunya adalah dualism sepak bola Indonesia yang tak kunjung berakhir dan bahkan semakin kisruh. “Sebenarnya dualisme yang terjadi sangat merugikan klub,” katanya.
Selain itu, sambung Ferdinand belum adanya satu perusahaan yang deal, juga disebabkan karena saat ini seluruh perusahaan sedang tutup buku akhir tahun sehingga tidak bisa mengalokasikan anggaran.
Oleh sebab itu dia berharap, pada Januari 2013 mendatang sudah ada kepastian perusahaan-perusahaan yang disodori proposal. “Mudah-mudahan Januari sudah ada yang masuk, karena memang saat ini perusahaan banyak yang tutup tahun sehingga alokasi anggaran baru bisa dikeluarkan pada tahun depan,” imbuhnya.
Ferdinand menambahkan untuk menggaet sponsor, berbagai penawaran diberikan kepada calon investor, diantaran promosi melalui Kaos, E-boar lapangan, papan Skor, tempat duduk pemain, bahkan empat tiang lampu Stadion Jatidiri pun ditawarkan sebagai sarana promosi. “Yang bisa ditawarkan kita tawarkan kepada investor. Dan harganya pun harga lokal Semarang sehingga tidak telalu mahal,” tandasnya.
Disinggung menganai berminatnya dua perusahaan Apparel yakni Umbro dan Stobi Ferdinand mengaku sampai saat ini masih dalam penjajakan dan terus dikomunikasikan. Sebagaimana diketahui dua anak perusahaan Apparel Tersebut dikabarkan berminat untuk menjadi sponsor PSIS selama satu musim.
Dengan belum adanya, sponsor yang masuk praktis manajemen hanya mengandalkan keuangan dari PT Setia Binanusa (anak perusahaan Ancora) selaku sponsor utama. PT Setia Binanusa dikabarkan menggelontorkan dana sebesar Rp5 Miliar untuk PSIS.
(wbs)