Prakualifikasi sepak bola sengit
Jum'at, 21 Desember 2012 - 10:52 WIB
Prakualifikasi sepak bola sengit
A
A
A
Sindonews.com - Putaran prakualifikasi cabang sepak bola wilayah eks Karesidenan Banyumas untuk Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah (Porprov Jateng) 2013 dipastikan sengit. Tiga tim yang berlaga di babak tersebut, masing-masing Kabupaten Cilacap, Purbalingga dan Banjarnegara memiliki peta kekuatan yang berimbang. Ketiga kabupaten tersebut juga sedang membangun sepak bola daerahnya.
Penasehat Teknik Tim Sepak Bola Cilacap Gatot Barnowo mengaku sulit memprediksi tim di eks karesidenan Banyumas yang lolos ke putaran final Porprov Jateng 2013. Mayoritas akan menilai menilai, persaingan hanya menjadi milik Cilacap dan Purbalingga. Hal ini didasari di Cilacap punya tim profesional yang berlaga di Divisi Utama yakni PSCS
atau Purbalingga dengan Persibangga. "Tidak benar kalau persaingan hanya milik Cilacap dan Purbalingga. Banjarnegara setelah kepengurusan Pengkab PSSI terbentuk, menjadi kekuatan yang tidak boleh dipandang sebelah mata," katanya 20 Desember 2012.
Hanya ada 1 tim dari eks Karesidenan Banyumas melenggang ke putaran final Porprov Jateng mendatang. Kabupaten Banyumas otoamtis melenggang ke putaran final karena berstatus sebagai tuan rumah pesta olahraga terbesar di Jateng tersebut. "Untuk menemani Banyumas di putaran final sungguh sulit. Peta kekuatan 3 kabupaten merata," imbuhnya.
Pelatih PSCS Cilacap ini mengatakan, sistem pertandingan pada prakualifikasi sampai saat ini masih digodok, apakah setengah kompetisi, turnamen atau home and away. Sistem pertandingan barfu akan diketahui pada 17 Februari mendatang, sedangkan kick off laga dimulai akhir Februari. "Sistemnya seperti apa tidak masalah, yang penting saat ini kita harus terus mengasah skil, teknik dan mental kepada pemain. Ini jauh lebih penting karena dua rival yang dihadapi semuanya berat," ujarnya.
Disinggung persiapan tim, sejauh ini hasil seleksi masih tercatat ada 27 pemain. Dalam waktu dekat, ada empat pemain yang terpaksa harus didepak, sehingga tim berjumlah 23 pemain. "Materi pemain siap. Batasan kelahiran 1993 tidak masalah, bahkan sebagian besar tim Cilacap kelahiran antara 1994 dan 1995," ungkapnya.
Menurut dia, mayoritas pemain berasal dari tim-tim yang berada di bawah payung PSCS. Yang menarik, mayoritas pemain berasal dari pinggiran Cilacap, tidak terkonsentrasi dari wilayah perkoataan. "Ini menunjukkan pembinaan sepak bola Cilacap sudah merata ke pelosok kecamatan. Ini salah satu poin yang membuat kami optimis bisa menembus
putaran final Porprov Jateng," jelasnya.
Penasehat Teknik Tim Sepak Bola Cilacap Gatot Barnowo mengaku sulit memprediksi tim di eks karesidenan Banyumas yang lolos ke putaran final Porprov Jateng 2013. Mayoritas akan menilai menilai, persaingan hanya menjadi milik Cilacap dan Purbalingga. Hal ini didasari di Cilacap punya tim profesional yang berlaga di Divisi Utama yakni PSCS
atau Purbalingga dengan Persibangga. "Tidak benar kalau persaingan hanya milik Cilacap dan Purbalingga. Banjarnegara setelah kepengurusan Pengkab PSSI terbentuk, menjadi kekuatan yang tidak boleh dipandang sebelah mata," katanya 20 Desember 2012.
Hanya ada 1 tim dari eks Karesidenan Banyumas melenggang ke putaran final Porprov Jateng mendatang. Kabupaten Banyumas otoamtis melenggang ke putaran final karena berstatus sebagai tuan rumah pesta olahraga terbesar di Jateng tersebut. "Untuk menemani Banyumas di putaran final sungguh sulit. Peta kekuatan 3 kabupaten merata," imbuhnya.
Pelatih PSCS Cilacap ini mengatakan, sistem pertandingan pada prakualifikasi sampai saat ini masih digodok, apakah setengah kompetisi, turnamen atau home and away. Sistem pertandingan barfu akan diketahui pada 17 Februari mendatang, sedangkan kick off laga dimulai akhir Februari. "Sistemnya seperti apa tidak masalah, yang penting saat ini kita harus terus mengasah skil, teknik dan mental kepada pemain. Ini jauh lebih penting karena dua rival yang dihadapi semuanya berat," ujarnya.
Disinggung persiapan tim, sejauh ini hasil seleksi masih tercatat ada 27 pemain. Dalam waktu dekat, ada empat pemain yang terpaksa harus didepak, sehingga tim berjumlah 23 pemain. "Materi pemain siap. Batasan kelahiran 1993 tidak masalah, bahkan sebagian besar tim Cilacap kelahiran antara 1994 dan 1995," ungkapnya.
Menurut dia, mayoritas pemain berasal dari tim-tim yang berada di bawah payung PSCS. Yang menarik, mayoritas pemain berasal dari pinggiran Cilacap, tidak terkonsentrasi dari wilayah perkoataan. "Ini menunjukkan pembinaan sepak bola Cilacap sudah merata ke pelosok kecamatan. Ini salah satu poin yang membuat kami optimis bisa menembus
putaran final Porprov Jateng," jelasnya.
(wbs)