Gagal di AS, Andy Lee pulang kampung
Sabtu, 22 Desember 2012 - 11:15 WIB
Gagal di AS, Andy Lee pulang kampung
A
A
A
Sindonews.com - Setelah lebih dari dua tahun meninggalkan kampung halaman, akhirnya petinju kelas menengah asal Republik Irlandia, Andy Lee, kembali melakukan petarungan di rumah, di Odyssey Arena, Belfast. Pada 10 Februari mendatang, petinju berusia 28 tahun itu akan bertarung dengan petinju senegaranya, Anthony Fitzgerald.
Lee kembali ke tanah Inggris dari Amerika Serikat untuk berlatih di bawah arahan Adam Booth, menyusul kematian pelatih sebelumnya, Emanuel Steward, pada Oktober lalu. Kali terakhir naik ring, Lee menderita kalah KO di ronde ketujuh dari Julio Cesar Chavez Jr, pada Juni tahun ini, dan hal itu mendorongnya untuk mempertimbangkan masa depannya. "Ini adalah awal yang baru bagi saya di sini," ujarnya, dikutip Fight News, Sabtu (22/12).
"Saya berada di AS untuk waktu yang lama. Saya bertarung demi gelar juara dunia, namun saya gagal, jadi saya merasa saya membutuhkan sebuah awal baru dan bagi saya untuk datang kembali ke sini dan berlatih dengan Adam telah menjadi awal yang baru," jelasnya.
"Ketika Anda bertarung untuk gelar juara dunia dan mengalami kegagalan, Anda harus bertanya pada diri sendiri mengapa Anda tidak berhasil, dan Anda harus mengevaluasinya. Saya merasa seperti pergi sejauh yang saya bisa di Detroit, dan satu-satunya jalan ke depannya adalah untuk mengubah keadaan."
Petinju kelahiran London, Inggris, itu, menuturkan bahwa untuk kembali ke dalam duel memperebutkan gelar dunia, maka ia harus terus menang, dan hal tersebut merupakan jalan yang paling sederhana. "Saya perlu satu atau dua kontes pertarungan dan kemudian mungkin melawan salah satu pemuda terbaik Inggris dan itu akan menempatkan saya segera kembali dalam perebutan gelar. Menurut saya bukan satu juta mil jauhnya, tiga atau empat pertandingan, saya kembali dalam pertengkaran."
Lee juga mengungkapkan jika dirinya benar-benar kehilangan ketika Steward meninggal dunia. "Itu sulit. Aku dilatih Emanuel, tinggal bersamanya dan sangat dekat dengan dia. Sebelum ia sakit, saya sudah berpikir, bahkan mencoba kemungkinan pelatih baru. Sayangnya dia sakit dan meninggal dan itu kerugian besar bagiku dan semua orang yang dekat dengannya," ungkap pemilik rekor 28 menang (20KO) dan dua kali kalah itu.
Lee kembali ke tanah Inggris dari Amerika Serikat untuk berlatih di bawah arahan Adam Booth, menyusul kematian pelatih sebelumnya, Emanuel Steward, pada Oktober lalu. Kali terakhir naik ring, Lee menderita kalah KO di ronde ketujuh dari Julio Cesar Chavez Jr, pada Juni tahun ini, dan hal itu mendorongnya untuk mempertimbangkan masa depannya. "Ini adalah awal yang baru bagi saya di sini," ujarnya, dikutip Fight News, Sabtu (22/12).
"Saya berada di AS untuk waktu yang lama. Saya bertarung demi gelar juara dunia, namun saya gagal, jadi saya merasa saya membutuhkan sebuah awal baru dan bagi saya untuk datang kembali ke sini dan berlatih dengan Adam telah menjadi awal yang baru," jelasnya.
"Ketika Anda bertarung untuk gelar juara dunia dan mengalami kegagalan, Anda harus bertanya pada diri sendiri mengapa Anda tidak berhasil, dan Anda harus mengevaluasinya. Saya merasa seperti pergi sejauh yang saya bisa di Detroit, dan satu-satunya jalan ke depannya adalah untuk mengubah keadaan."
Petinju kelahiran London, Inggris, itu, menuturkan bahwa untuk kembali ke dalam duel memperebutkan gelar dunia, maka ia harus terus menang, dan hal tersebut merupakan jalan yang paling sederhana. "Saya perlu satu atau dua kontes pertarungan dan kemudian mungkin melawan salah satu pemuda terbaik Inggris dan itu akan menempatkan saya segera kembali dalam perebutan gelar. Menurut saya bukan satu juta mil jauhnya, tiga atau empat pertandingan, saya kembali dalam pertengkaran."
Lee juga mengungkapkan jika dirinya benar-benar kehilangan ketika Steward meninggal dunia. "Itu sulit. Aku dilatih Emanuel, tinggal bersamanya dan sangat dekat dengan dia. Sebelum ia sakit, saya sudah berpikir, bahkan mencoba kemungkinan pelatih baru. Sayangnya dia sakit dan meninggal dan itu kerugian besar bagiku dan semua orang yang dekat dengannya," ungkap pemilik rekor 28 menang (20KO) dan dua kali kalah itu.
(nug)