Tunggu panggilan Pelatnas, Yulius fokus latihan
Sabtu, 22 Desember 2012 - 14:13 WIB
Tunggu panggilan Pelatnas, Yulius fokus latihan
A
A
A
Sindonews.com – Petinju Jawa Tengah, Yulius Mauk, terus mengasah kemampuannya dan fokus untuk mempersiapkan diri, sebelum dipanggil Pelatnas pada Januari mendatang, untuk dipersiapkan turun di SEA Games Myanmar 2013 mendatang. “Setelah Kejurnas STE (Sarung Tinju Emas) di Makasar, saat ini fokus latihan, sambil menunggu panggilan pelatnas,” Kata Yulius, Sabtu (22/12).
Dalam ajang STE di Makasar beberapa waktu lalu itu, petinju yang juga tergabung dalam sasana Cosite Kopassus Solo ini berhasil meraih medali emas di kelas 56 kg setelah menumbangkan petinju asal Kepulauan Riau Supriyadi dengan skor 9-2. Sebelum menumbangkan Supriyadi, Yulius lebih dahulu mengalahkan pesaing terberatnya Atris Neolaka, asal Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan kemenenangan angka 8-6. Keberhasilan Yulius merebut emas menjadi kebanggaan tersendiri bagi Yulius pasalnya Even kali ini adalah penampilan perdananya.
Keberhasilan Yulius merebut medali emas tersebut mempertahankan tradisi Jateng, karena dalam ajang tahunan tersebut Jateng belum pernah pulang tanpa medali emas. Dalam ajang tersebut, selain Yulius Jateng juga menerjunkan Musa Cahyadi, yang turun di kelas 49 Kg. Namun sayang Musa tampil kurang maksimal dan harus mengakui ketangguhan petinju Sumatra Barat Rahmat Taubat dengan angka 6-12 di babak final.
Yulius mengaku, dari keberhasilannya merebut medali emas dalam ajang STE, dia yakin mampu menembus Timnas Indonesia dan bisa tampil diajang multi event SEA Games Myanmar. “Saya sudah siap untuk mengikuti Pelatnas, dari hasil kemarin tentu menjadi sudah mempersiapkan diri sejak lama, bahkan sebelum ajang STE berlangsung,” ujarnya.
Dia mengakui tidak mudah bisa menembut Timnas dan bisa tampil di SEA Games, terlebih di Pelatnas juga akan bersaing denga petinju-petinju terbaik di Indonesia, termasuk Atris Neolaka yang menjadi lawannya di ajang STE. “Dengan persiapan yang matang, saya yakin bisa masuk. Oleh sebab saat ini latihan rutin terus saya lakukan supaya benar-benar siap dan mampu bersaing,” katanya.
Dalam ajang STE di Makasar beberapa waktu lalu itu, petinju yang juga tergabung dalam sasana Cosite Kopassus Solo ini berhasil meraih medali emas di kelas 56 kg setelah menumbangkan petinju asal Kepulauan Riau Supriyadi dengan skor 9-2. Sebelum menumbangkan Supriyadi, Yulius lebih dahulu mengalahkan pesaing terberatnya Atris Neolaka, asal Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan kemenenangan angka 8-6. Keberhasilan Yulius merebut emas menjadi kebanggaan tersendiri bagi Yulius pasalnya Even kali ini adalah penampilan perdananya.
Keberhasilan Yulius merebut medali emas tersebut mempertahankan tradisi Jateng, karena dalam ajang tahunan tersebut Jateng belum pernah pulang tanpa medali emas. Dalam ajang tersebut, selain Yulius Jateng juga menerjunkan Musa Cahyadi, yang turun di kelas 49 Kg. Namun sayang Musa tampil kurang maksimal dan harus mengakui ketangguhan petinju Sumatra Barat Rahmat Taubat dengan angka 6-12 di babak final.
Yulius mengaku, dari keberhasilannya merebut medali emas dalam ajang STE, dia yakin mampu menembus Timnas Indonesia dan bisa tampil diajang multi event SEA Games Myanmar. “Saya sudah siap untuk mengikuti Pelatnas, dari hasil kemarin tentu menjadi sudah mempersiapkan diri sejak lama, bahkan sebelum ajang STE berlangsung,” ujarnya.
Dia mengakui tidak mudah bisa menembut Timnas dan bisa tampil di SEA Games, terlebih di Pelatnas juga akan bersaing denga petinju-petinju terbaik di Indonesia, termasuk Atris Neolaka yang menjadi lawannya di ajang STE. “Dengan persiapan yang matang, saya yakin bisa masuk. Oleh sebab saat ini latihan rutin terus saya lakukan supaya benar-benar siap dan mampu bersaing,” katanya.
(nug)