Hebat! Indonesia bakal punya 3 Timnas?
Minggu, 23 Desember 2012 - 01:24 WIB
Hebat! Indonesia bakal punya 3 Timnas?
A
A
A
Sindonews.com - Kisruh yang mendera sepak bola Indonesia membuat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) mengambil keputusan melalui Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) untuk mencomot Rahmad Darmawan sebagai pelatih kepala timnas Indonesia U-23 untuk persiapan SEA Games Myanmar 2013. Jika benar seperti itu berarti ada tiga timnas yaitu bentukan KPSI, KONI dan PSSI.
Tentunya keputusan KONI menuai diprotes dari PSSI. Menurut PSSI, pelatih kepala timnas sepak bola hanya bisa dilakukan oleh federasi. Di berbagai negara pun penunjukan pelatih kepala suatu timnas memang dilakukan oleh federasi atau pengurus cabang olahraga bukan komeite olahraga nasional.
"Kalau seperti ini, namanya bertentangan dengan tugas mereka sendiri. Sekalian saja mereka juga bentuk tim renang dan olahraga lainnya. KONI kok kepingin menjadi federasi?" ujar Bob Hippy, Koordinator Timnas Indonesia, melansir dari Blog Yahoo.
Apalagi keputusan KONI itu tidak berkoordinasi sebelumnya dengan PSSI yang merupakan federasi sepak bola sah yang diakui FIFA dan AFC. Sebelumnya sikap KONI paska sidang FIFA di Jepang 14 Desember 2012 lalu dianggap merugikan PSSI. Bahkan Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Halim Mahfudz, PSSI kerap diperlakukan tidak adil oleh KONI.
"Dalam mencari solusi konflik sepak bola nasional, KONI bersikap tidak netral. Bagaikan belah bambu, sisi yang satu dipijak, sedangkan lainnya diangkat," terang Halim Mahfudz.
Halim menjelaskan, KONI justru membela Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) yang merupakan organisasi ilegal. Bahkan, dilanjutkan Halim, Tono Suratman tidak pernah bersikap tegas terhadap KPSI.
"Kalau seperti ini terus, lebih baik PSSI mempertegas sikap untuk keluar dari keanggotaan KONI," katanya .
Ditambahkannya, KONI untuk tidak ikut campur dalam urusan sepak bola. Terutama, dalam hal internal PSSI. Apalagi, dalam statuta FIFA jelas diatur bahwa federasi yang sah yakni PSSI dan berhak untuk mengelola urusan sepak bola di Indonesia.
"Semua urusan sepak bola nasional yang mengawasi dan mengatur itu adalah federasi yang sah. Kalau ada pihak lain ikut campur, khususnya pemerintah sudah pasti FIFA akan menjatuhkan sanksi," tuntasnya.
Jika memang Jangan sampai ada tiga timnas yang dipersiapkan ke SEA Games Myanmar 2013. Timnas bentukan KPSI, KONI dan PSSI-yang menolak putusan KONI.
Tentunya keputusan KONI menuai diprotes dari PSSI. Menurut PSSI, pelatih kepala timnas sepak bola hanya bisa dilakukan oleh federasi. Di berbagai negara pun penunjukan pelatih kepala suatu timnas memang dilakukan oleh federasi atau pengurus cabang olahraga bukan komeite olahraga nasional.
"Kalau seperti ini, namanya bertentangan dengan tugas mereka sendiri. Sekalian saja mereka juga bentuk tim renang dan olahraga lainnya. KONI kok kepingin menjadi federasi?" ujar Bob Hippy, Koordinator Timnas Indonesia, melansir dari Blog Yahoo.
Apalagi keputusan KONI itu tidak berkoordinasi sebelumnya dengan PSSI yang merupakan federasi sepak bola sah yang diakui FIFA dan AFC. Sebelumnya sikap KONI paska sidang FIFA di Jepang 14 Desember 2012 lalu dianggap merugikan PSSI. Bahkan Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Halim Mahfudz, PSSI kerap diperlakukan tidak adil oleh KONI.
"Dalam mencari solusi konflik sepak bola nasional, KONI bersikap tidak netral. Bagaikan belah bambu, sisi yang satu dipijak, sedangkan lainnya diangkat," terang Halim Mahfudz.
Halim menjelaskan, KONI justru membela Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) yang merupakan organisasi ilegal. Bahkan, dilanjutkan Halim, Tono Suratman tidak pernah bersikap tegas terhadap KPSI.
"Kalau seperti ini terus, lebih baik PSSI mempertegas sikap untuk keluar dari keanggotaan KONI," katanya .
Ditambahkannya, KONI untuk tidak ikut campur dalam urusan sepak bola. Terutama, dalam hal internal PSSI. Apalagi, dalam statuta FIFA jelas diatur bahwa federasi yang sah yakni PSSI dan berhak untuk mengelola urusan sepak bola di Indonesia.
"Semua urusan sepak bola nasional yang mengawasi dan mengatur itu adalah federasi yang sah. Kalau ada pihak lain ikut campur, khususnya pemerintah sudah pasti FIFA akan menjatuhkan sanksi," tuntasnya.
Jika memang Jangan sampai ada tiga timnas yang dipersiapkan ke SEA Games Myanmar 2013. Timnas bentukan KPSI, KONI dan PSSI-yang menolak putusan KONI.
(wbs)