Halim: Klub ISL harus mendaftar ke PSSI
Minggu, 23 Desember 2012 - 20:01 WIB
Halim: Klub ISL harus mendaftar ke PSSI
A
A
A
Sindonews.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Halim Mahfudz meminta klub Liga Premier Indonesia (IPL) dan Liga Super Indonesia (ISL) untuk mendaftar kepada mereka sebelum mengikuti kompetisi musim 2012/2013. Para klub hanya diberi batas akhir hingga 9 Januari untuk menyerahkan berkas pendaftaran.
"Kesempatan mendaftar diberikan dua tahap. Pertama tanggal 3 Januari, lalu terakhir 9 Januari 2013. Jika tetap tidak mendaftar, maka klub-klub tersebut tidak akan diakui dan mendapatkan tindakan sesuai aturan,"kata Halim seperti dilansir situs resmi PSSI.
Pernyataan ini sedikit membingungkan. Pasalnya, klub-klub ISL hanya mengakui Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) sebagai induk organisasi mereka dan PT Liga Indonesia sebagai badan penyelenggara. Tentu, klub yang bernaung di KPSI akan menanggap sebelah mata permintaan PSSI itu.
Menanggapi hal itu, Halim mengatakan, "Semua klub harus berada di bawah yurisdiksi PSSI. Sebab, berdasarkan pada statuta FIFA pasal 18 dan statuta PSSI. Hal tersebut juga disampaikan FIFA di dalam surat kepada Menteri Pemuda Dan Olahraga (Menpora) tanggal 26 November lalu."
"Kesempatan mendaftar diberikan dua tahap. Pertama tanggal 3 Januari, lalu terakhir 9 Januari 2013. Jika tetap tidak mendaftar, maka klub-klub tersebut tidak akan diakui dan mendapatkan tindakan sesuai aturan,"kata Halim seperti dilansir situs resmi PSSI.
Pernyataan ini sedikit membingungkan. Pasalnya, klub-klub ISL hanya mengakui Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) sebagai induk organisasi mereka dan PT Liga Indonesia sebagai badan penyelenggara. Tentu, klub yang bernaung di KPSI akan menanggap sebelah mata permintaan PSSI itu.
Menanggapi hal itu, Halim mengatakan, "Semua klub harus berada di bawah yurisdiksi PSSI. Sebab, berdasarkan pada statuta FIFA pasal 18 dan statuta PSSI. Hal tersebut juga disampaikan FIFA di dalam surat kepada Menteri Pemuda Dan Olahraga (Menpora) tanggal 26 November lalu."
(wir)