Waktu makin mepet Persipur tak kunjung punya pelatih
Senin, 24 Desember 2012 - 15:16 WIB
Waktu makin mepet Persipur tak kunjung punya pelatih
A
A
A
Sindonews.com - Persipur Purwodadi hingga saat ini belum memiliki pelatih tetap untuk membesut tim kebanggaan warga Kabupaten Grobogan tersebut, padahal jadwal kick off makin dekat.
Manajemen harus bergerak cepat untuk menentukan pelatih, jika ingin memiliki waktu yang cukup. Namun, dengan waktu yang tersisa, praktis Persipur hanya punya waktu satu bulan untuk mempersiapkan tim mengingat kick Divisi Utama bakal dimulai 27 Januari mendatang.
Dengan mepetnya waktu persiapan, skuad Persipur harus kerja keras untuk melakoni kompetisi Divisi Utama musim depan. Pasalnya, selain belum matangnya tim yang dibentuk, Persipur juga masuk dalam grub II Jateng dan Jabar yang bisa dibilang diisi oleh klub-klub yang berpengalaman, seperti PSIS Semarang, Persiku, PSIM, Persis, Persip Pekalongan, Persitara Jakarta utara, Persikabo Kabupaten Bogor, Persitema,dan PSCS.
Meski hanya satu bulan tentu manajemen tetap ingin tim yang disiapkan adalah tim yang benar-benar siap berkompetisi Divisi Utama Liga Indonesia."Kita belum ada pelatih yang tetap," kata Sekretaris Persipur Budi Susilo.
Budi mengaku, sebenarnya sudah ada beberapa pelatih yang melamar, namun belum ditentukan siapa yang akan ditunjukan sebagai arsitek Persipur satu musim ke depan.
"Ada Mas Gunawan, Siswanto, dan beberapa pelatih lain tapi belum kita tentukan siapa yang akan melatih Persipur," ujarnya.
Dengan belum adanya pelatih tetap untuk tahap seleksi pemain, untuk sementara ditangani oleh salah satu pelatih yang mendaftar yakni Gunawan, bersama dengan dua pelatih lokal. Hal ini dilakukan untuk mengevisienkan, waktu seleksi pemain."Meski belum ada pelatih persiapan tim tetap berjalan, karena Mas Gunawan berkenan untuk membantu proses seleksi," imbuhnya.
Dia mengatakan, untuk saat ini sudah ada setidaknya 28 pemain yang sudah menyatakan kesediaanya untuk memperkuat Persipur satu musim ke depan. Dari jumlah tersebut, hanya 25 pemain yang akan direkrut."Sesuai dengan aturan PT liga, kami hanya merekrut 25 pemain," katanya.
Budi menambahkan, manajemen
akan lebih konsentrasi untuk merekrut pemain-pemain lokal Purwodadi, karena memang banyak talenta-talenta muda yang belum berkesempatan berlaga di liga Profesional. "Pemain lokal kita utamakan karena selain banyak talenta muda di sini (Purwodadi) juga terkait anggaran belanja klub," ujarnya.
Sebagaimana diketahui, sampai saat ini Persipur Purwodadi belum mendapatkan satu investor pun yang siap membantu pendanaan klub selama satu musim ke depan. Sejumlah upaya termasuk mengajukan proposal kepada perusahaan-perusajaan di daerah maupu luar Kota, namun belum membuahkan hasil.
"Meski saat ini kami dalam kondisi terbatas, kami akan berusah menunjukan bahwa sepak bola Purwodadi memiliki kualitas dan mampu bersaing dengan klub-klub lain. Musim ini adalah musim kebangkitan sepak bola di kabupaten Grobogan, karena itu kami ingin prestasi ini dipertahankan," katanya.
Manajemen harus bergerak cepat untuk menentukan pelatih, jika ingin memiliki waktu yang cukup. Namun, dengan waktu yang tersisa, praktis Persipur hanya punya waktu satu bulan untuk mempersiapkan tim mengingat kick Divisi Utama bakal dimulai 27 Januari mendatang.
Dengan mepetnya waktu persiapan, skuad Persipur harus kerja keras untuk melakoni kompetisi Divisi Utama musim depan. Pasalnya, selain belum matangnya tim yang dibentuk, Persipur juga masuk dalam grub II Jateng dan Jabar yang bisa dibilang diisi oleh klub-klub yang berpengalaman, seperti PSIS Semarang, Persiku, PSIM, Persis, Persip Pekalongan, Persitara Jakarta utara, Persikabo Kabupaten Bogor, Persitema,dan PSCS.
Meski hanya satu bulan tentu manajemen tetap ingin tim yang disiapkan adalah tim yang benar-benar siap berkompetisi Divisi Utama Liga Indonesia."Kita belum ada pelatih yang tetap," kata Sekretaris Persipur Budi Susilo.
Budi mengaku, sebenarnya sudah ada beberapa pelatih yang melamar, namun belum ditentukan siapa yang akan ditunjukan sebagai arsitek Persipur satu musim ke depan.
"Ada Mas Gunawan, Siswanto, dan beberapa pelatih lain tapi belum kita tentukan siapa yang akan melatih Persipur," ujarnya.
Dengan belum adanya pelatih tetap untuk tahap seleksi pemain, untuk sementara ditangani oleh salah satu pelatih yang mendaftar yakni Gunawan, bersama dengan dua pelatih lokal. Hal ini dilakukan untuk mengevisienkan, waktu seleksi pemain."Meski belum ada pelatih persiapan tim tetap berjalan, karena Mas Gunawan berkenan untuk membantu proses seleksi," imbuhnya.
Dia mengatakan, untuk saat ini sudah ada setidaknya 28 pemain yang sudah menyatakan kesediaanya untuk memperkuat Persipur satu musim ke depan. Dari jumlah tersebut, hanya 25 pemain yang akan direkrut."Sesuai dengan aturan PT liga, kami hanya merekrut 25 pemain," katanya.
Budi menambahkan, manajemen
akan lebih konsentrasi untuk merekrut pemain-pemain lokal Purwodadi, karena memang banyak talenta-talenta muda yang belum berkesempatan berlaga di liga Profesional. "Pemain lokal kita utamakan karena selain banyak talenta muda di sini (Purwodadi) juga terkait anggaran belanja klub," ujarnya.
Sebagaimana diketahui, sampai saat ini Persipur Purwodadi belum mendapatkan satu investor pun yang siap membantu pendanaan klub selama satu musim ke depan. Sejumlah upaya termasuk mengajukan proposal kepada perusahaan-perusajaan di daerah maupu luar Kota, namun belum membuahkan hasil.
"Meski saat ini kami dalam kondisi terbatas, kami akan berusah menunjukan bahwa sepak bola Purwodadi memiliki kualitas dan mampu bersaing dengan klub-klub lain. Musim ini adalah musim kebangkitan sepak bola di kabupaten Grobogan, karena itu kami ingin prestasi ini dipertahankan," katanya.
(wbs)