Jelang Musorprov, banyak organisasi yang belum lengkapi syarat administrasi
Senin, 24 Desember 2012 - 17:08 WIB
Jelang Musorprov, banyak organisasi yang belum lengkapi syarat administrasi
A
A
A
Sindonews.com - Panitia Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Jateng dibuat pusing, karena sampai saat ini sejumlah pengurus provinsi (Pengprov) cabang olahraga dan badan fungsional belum melengkapai syarat administrasi keikutsertaan Musorprov 26-27 Desember mendatang.
Sekretaris Panitia Tri Rustiadi mengatakan, syarat yang belum diserahkan oleh sejumlah Cabor maupun pengurus adalah, mandat dari ketua umum pengprov/badan fungsional KONI Jateng dan surat keputusan (SK) yang masih berlaku dari pengurus besar/pengurus pusat masing-masing cabang. SK tersebut juga untuk mengetahui apakah, kepengurusan organisasi masih berlaku atau tidak, karena akan berkaitan hak memiliki suara dalam forum tersebut.
Sejumlah cabang sudah menyerahkan persyaratan antara lain PGI (golf), PTMSI (tenis meja), IODI (dansa), Perbasi (bola basket), Kodrat (tarung derajat) dan Bapopsi (olahraga pelajar).
Dengan masih banyaknya pengurus maupun cabang yang belum menyerahkan berkas admninistrasi tersebut, panitia pun berharap seluruh pengurus dan cabang segera melengkapi. Pasalnya, syarat tersebut penting agar panitia bisa menyusun akomodasi dan menentukan keabsahan peserta.
Tri menjelaskan, menurut rencana Musorprov bakal diikuti oleh 53 pengprov/badan fungsinal dan 35 KONI kabupaten/kota untuk menentukan ketua Umum KONI yang baru. Selain itu dalam forum tersebut juga untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepengurusan KONI lama, juga diadakan KONI Awards. Di antara penerima penghargaan itu adalah Gubernur Jateng, Sekda Hadi Prabowo, dan KONI Surakarta.“Kami saat ini terus “ngebut” melakukan persiapan pelaksanaan Musorprov, supaya pelaksanaan bisa berjalan dengan lancar,” imbuhnya.
Musorprov sendiri, sebenarnya menurut rencana bakal digelar pada 19-20 Desember lalu. Namun, karena Gubernur Bibit Waluyo berhalangan hadir dan minta Musorprov diundur maka panitia mengundurnya menjadi tanggal 26-27 Desember mendatang
Sekretaris Panitia Tri Rustiadi mengatakan, syarat yang belum diserahkan oleh sejumlah Cabor maupun pengurus adalah, mandat dari ketua umum pengprov/badan fungsional KONI Jateng dan surat keputusan (SK) yang masih berlaku dari pengurus besar/pengurus pusat masing-masing cabang. SK tersebut juga untuk mengetahui apakah, kepengurusan organisasi masih berlaku atau tidak, karena akan berkaitan hak memiliki suara dalam forum tersebut.
Sejumlah cabang sudah menyerahkan persyaratan antara lain PGI (golf), PTMSI (tenis meja), IODI (dansa), Perbasi (bola basket), Kodrat (tarung derajat) dan Bapopsi (olahraga pelajar).
Dengan masih banyaknya pengurus maupun cabang yang belum menyerahkan berkas admninistrasi tersebut, panitia pun berharap seluruh pengurus dan cabang segera melengkapi. Pasalnya, syarat tersebut penting agar panitia bisa menyusun akomodasi dan menentukan keabsahan peserta.
Tri menjelaskan, menurut rencana Musorprov bakal diikuti oleh 53 pengprov/badan fungsinal dan 35 KONI kabupaten/kota untuk menentukan ketua Umum KONI yang baru. Selain itu dalam forum tersebut juga untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepengurusan KONI lama, juga diadakan KONI Awards. Di antara penerima penghargaan itu adalah Gubernur Jateng, Sekda Hadi Prabowo, dan KONI Surakarta.“Kami saat ini terus “ngebut” melakukan persiapan pelaksanaan Musorprov, supaya pelaksanaan bisa berjalan dengan lancar,” imbuhnya.
Musorprov sendiri, sebenarnya menurut rencana bakal digelar pada 19-20 Desember lalu. Namun, karena Gubernur Bibit Waluyo berhalangan hadir dan minta Musorprov diundur maka panitia mengundurnya menjadi tanggal 26-27 Desember mendatang
(wbs)