PSSI belum tentukan lokasi TC
Selasa, 25 Desember 2012 - 15:21 WIB
PSSI belum tentukan lokasi TC
A
A
A
Sindonews.com - Pelatih Timnas senior Nil Maizar telah menyiapkan 43 pemain untuk mengikuti training centre (TC) Timnas, Hal itu sebagai persiapan tampil di babak kualifikasi Piala Asia 2015 Grup C. Namun, organisasi sepak bola nasional PSSI belum memastikan lokasi yang tepat untuk menggelar (TC).
Menurut Bernhard Limbiong selaku Penanggungjawab Timnas, pihaknya akan menentukan lokasi TC saat liburan natal usai. "Lokasi memang belum diputuskan. Tunggu saja setelah libur usai," jelasnya.
Menurut Limbong, beberapa aspek akan menjadi perhatian dalam menentukan lokasi TC. Seperti fasilitas yang tersedia di tempat tersebut. Sebelumnya sempat beredar kabar bahwa TC bakal digelar di Kota Ternate, Maluku Utara. Alasannya, Stadion Gelora Kie Raha cukup representatif untuk latihan.
Sementara itu, KPSI menegaskan, selama berada dalam masa konflik sepak bola, seharusnya timnas dibentuk melalui suatu lembaga seperti Joint Committee ataupun Task Force. Apabila pembentukan timnas tidak melalui lembaga seperti Task Force ataupun Joint Committee, menurutnya, KPSI tidak akan mengizinkan klub-klub ISL untuk memberikan pemain membela timnas.
"Kalau ada yang ngotot ke timnas ya kami kasih sanksi. Kami baru akan izinkan pemain ISL bergabung ke timnas hanya untuk tampil di SEA Games, karena yang meminta adalah Task Force yaitu, KONI. Pelatih yang dipilih pun Rahmad Darmawan," kata salah satu anggota Komite Eksekutif (Exco) KPSI, Djamal Aziz.
Menurut Bernhard Limbiong selaku Penanggungjawab Timnas, pihaknya akan menentukan lokasi TC saat liburan natal usai. "Lokasi memang belum diputuskan. Tunggu saja setelah libur usai," jelasnya.
Menurut Limbong, beberapa aspek akan menjadi perhatian dalam menentukan lokasi TC. Seperti fasilitas yang tersedia di tempat tersebut. Sebelumnya sempat beredar kabar bahwa TC bakal digelar di Kota Ternate, Maluku Utara. Alasannya, Stadion Gelora Kie Raha cukup representatif untuk latihan.
Sementara itu, KPSI menegaskan, selama berada dalam masa konflik sepak bola, seharusnya timnas dibentuk melalui suatu lembaga seperti Joint Committee ataupun Task Force. Apabila pembentukan timnas tidak melalui lembaga seperti Task Force ataupun Joint Committee, menurutnya, KPSI tidak akan mengizinkan klub-klub ISL untuk memberikan pemain membela timnas.
"Kalau ada yang ngotot ke timnas ya kami kasih sanksi. Kami baru akan izinkan pemain ISL bergabung ke timnas hanya untuk tampil di SEA Games, karena yang meminta adalah Task Force yaitu, KONI. Pelatih yang dipilih pun Rahmad Darmawan," kata salah satu anggota Komite Eksekutif (Exco) KPSI, Djamal Aziz.
(wbs)