Sriwijaya FC tegas menolak memperkuat Timnas
Selasa, 25 Desember 2012 - 17:45 WIB
Sriwijaya FC tegas menolak memperkuat Timnas
A
A
A
Sindonews.com - Rupanya tanda-tanda perdamaian antara dua organisasi sepak bola Indonesia tidak akan terwujud. Pasalnya setelah mendapat arahan dari Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) agar klub Indonesia Super League (ISL) tidak mengirimkan pemain memperkuat timnas Pra Piala Asia bentukan PSSI pimpinan Djohar Arifin.
Maka Srwijaya FC dengan tegas menolak mengirimkan pemain andalan mereka, Tantan, untuk memperkuat timnas Indonesia yang dipersiapkan berlaga di kualifikasi Piala Asia 2015.
Direktur teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri Hendri Zainuddin mengatakan, Sriwijaya FC berada di naungan KPSI. Karena itu, Sriwijaya FC akan mengikuti arahan KPSI untuk tidak mengirim pemainnya memperkuat timnas Pra Piala Asia bentukan PSSI Djohar Arifin.
“KPSI sudah mengeluarkan pernyataan, melarang klub ISL melepas pemain memperkuat timnas Pra Piala Asia bentukan PSSI Djohar Arifin, karena itu , kami tidak akan melepas Tantan,” kata Hendri, seperti dilansir goal.com, Selasa (25/12/2012).
Dikatakan Hendri, pihaknya baru akan melepas pemainnya, jika Task Force bentukan Menteri Pemuda dan Olahraga yang melakukan pemanggilan.
"Jika Task Force yang memanggil, baru dengan senang hati kami melepas pemain memperkuat Timnas Indonesia,” ujarnya.
Sebelumnya, KPSI menegaskan, selama berada dalam masa konflik sepak bola, seharusnya timnas dibentuk melalui suatu lembaga seperti Joint Committee ataupun Task Force. Apabila pembentukan timnas tidak melalui lembaga seperti Task Force ataupun Joint Committee, menurutnya, KPSI tidak akan mengizinkan klub-klub ISL untuk memberikan pemain membela timnas.
"Kalau ada yang ngotot ke timnas ya kami kasih sanksi. Kami baru akan izinkan pemain ISL bergabung ke timnas hanya untuk tampil di SEA Games, karena yang meminta adalah Task Force yaitu, KONI. Pelatih yang dipilih pun Rahmad Darmawan," kata salah satu anggota Komite Eksekutif (Exco) KPSI, Djamal Aziz.
Maka Srwijaya FC dengan tegas menolak mengirimkan pemain andalan mereka, Tantan, untuk memperkuat timnas Indonesia yang dipersiapkan berlaga di kualifikasi Piala Asia 2015.
Direktur teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri Hendri Zainuddin mengatakan, Sriwijaya FC berada di naungan KPSI. Karena itu, Sriwijaya FC akan mengikuti arahan KPSI untuk tidak mengirim pemainnya memperkuat timnas Pra Piala Asia bentukan PSSI Djohar Arifin.
“KPSI sudah mengeluarkan pernyataan, melarang klub ISL melepas pemain memperkuat timnas Pra Piala Asia bentukan PSSI Djohar Arifin, karena itu , kami tidak akan melepas Tantan,” kata Hendri, seperti dilansir goal.com, Selasa (25/12/2012).
Dikatakan Hendri, pihaknya baru akan melepas pemainnya, jika Task Force bentukan Menteri Pemuda dan Olahraga yang melakukan pemanggilan.
"Jika Task Force yang memanggil, baru dengan senang hati kami melepas pemain memperkuat Timnas Indonesia,” ujarnya.
Sebelumnya, KPSI menegaskan, selama berada dalam masa konflik sepak bola, seharusnya timnas dibentuk melalui suatu lembaga seperti Joint Committee ataupun Task Force. Apabila pembentukan timnas tidak melalui lembaga seperti Task Force ataupun Joint Committee, menurutnya, KPSI tidak akan mengizinkan klub-klub ISL untuk memberikan pemain membela timnas.
"Kalau ada yang ngotot ke timnas ya kami kasih sanksi. Kami baru akan izinkan pemain ISL bergabung ke timnas hanya untuk tampil di SEA Games, karena yang meminta adalah Task Force yaitu, KONI. Pelatih yang dipilih pun Rahmad Darmawan," kata salah satu anggota Komite Eksekutif (Exco) KPSI, Djamal Aziz.
(wbs)