Persiapan timnas terhambat lagi
Rabu, 26 Desember 2012 - 06:02 WIB
Persiapan timnas terhambat lagi
A
A
A
Sindonews. com - Persiapan tim nasional (timnas) Indonesia jelang babak kualifikasi Pra Piala Asia (PPA) 2015, diyakini tidak akan berjalan mulus. Rencana PSSI memanggil para pemain Indonesia Super League (ISL), langsung mendapat penolakan keras dari Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia (KPSI).
Ada sekitar 18 pemain ISL yang memang dipanggil PSSI, untuk menjalani proses pelatihan nasional (pelatnas) 6 Januari mendatang. Adapun pemain-pemain tersebut diantaranya ada I Made Wirawan asal Persib Bandung yang mengisi posisi penjaga gawang. Zulkifli Syukur (Persib), Victor Igbonefo (Arema Indonesia), M. Roby (Persisam Putra Samarinda), dan Ricardo Salampessy (Persipura Jayapura) diposisi pemain belakang. M Ridwan dan Atep (Persib). Ahmad Bustomi (Mitra Kukar), Egi Melgiansyah (Arema), dan Immanuel Wanggai (Persipura) mengisi pilir-pilar lini tengah.
Adapun pemain-pemain yang mengisi lini depan ada nama Bambang ‘Bepe’ Pamungkas (Persija Jakarta), Tantan (Sriwijaya FC), Greg Nwokolo (Arema), Patrich Wanggai, Ferinando Pahabol, Ian Kabes, Boaz Salossa, dan Lukas Mandowen (Persipura). Lini depan menjadi slot paling banyak ditempati para pemain ISL.
KPSI menilai jika klub-klub ISL sudah tidak lagi mengakui kepengurusan PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin. Dengan alasan itulah, tidak mungkin klub-klub ISL menyerahkan para pemainnya bergabung dengan timnas bentukan PSSI. Rencananya malah, KPSI kembali berniat menyiapkan tim dengan kembali menempatkan Alfred Riedl sebagai juru taktik.
“Sekarang bagaimana mungkin logikanya mereka (klub-klub ISL) akan melepas pemain? Kan mereka sudah tidak mengakui kepengurusan Djohar,” tegas anggota KPSI, Toni Apriliani.
“Formasi sudah terbentuk sejak persiapan Piala AFF kemarin. Sekarang tinggal dikumpulkan saja dan Riedl kami akan panggil kembali. Cukup sudah,”sambung Toni, pria yang juga jadi salah satu anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI yang dipecat.
Ada sekitar 18 pemain ISL yang memang dipanggil PSSI, untuk menjalani proses pelatihan nasional (pelatnas) 6 Januari mendatang. Adapun pemain-pemain tersebut diantaranya ada I Made Wirawan asal Persib Bandung yang mengisi posisi penjaga gawang. Zulkifli Syukur (Persib), Victor Igbonefo (Arema Indonesia), M. Roby (Persisam Putra Samarinda), dan Ricardo Salampessy (Persipura Jayapura) diposisi pemain belakang. M Ridwan dan Atep (Persib). Ahmad Bustomi (Mitra Kukar), Egi Melgiansyah (Arema), dan Immanuel Wanggai (Persipura) mengisi pilir-pilar lini tengah.
Adapun pemain-pemain yang mengisi lini depan ada nama Bambang ‘Bepe’ Pamungkas (Persija Jakarta), Tantan (Sriwijaya FC), Greg Nwokolo (Arema), Patrich Wanggai, Ferinando Pahabol, Ian Kabes, Boaz Salossa, dan Lukas Mandowen (Persipura). Lini depan menjadi slot paling banyak ditempati para pemain ISL.
KPSI menilai jika klub-klub ISL sudah tidak lagi mengakui kepengurusan PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin. Dengan alasan itulah, tidak mungkin klub-klub ISL menyerahkan para pemainnya bergabung dengan timnas bentukan PSSI. Rencananya malah, KPSI kembali berniat menyiapkan tim dengan kembali menempatkan Alfred Riedl sebagai juru taktik.
“Sekarang bagaimana mungkin logikanya mereka (klub-klub ISL) akan melepas pemain? Kan mereka sudah tidak mengakui kepengurusan Djohar,” tegas anggota KPSI, Toni Apriliani.
“Formasi sudah terbentuk sejak persiapan Piala AFF kemarin. Sekarang tinggal dikumpulkan saja dan Riedl kami akan panggil kembali. Cukup sudah,”sambung Toni, pria yang juga jadi salah satu anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI yang dipecat.
(wir)