Horner: 2012 menjadi musim tersulit bagi Red Bull
Rabu, 26 Desember 2012 - 20:51 WIB
Horner: 2012 menjadi musim tersulit bagi Red Bull
A
A
A
Sindonews.com - Kepala tim principal Red Bull, Christian Horner, mengatakan, musim ini merupakan periode yang paling sulit untuk mendapatkan gelar kejuaraan Formula One (F1) dibandingkan musim sebelumnya. Pasalnya, sejumlah tim seperti McLaren, Mercedes, serta Lotus Renault tampil konsisten di setiap lintasannya.
Diakuinya, keberhasilan ini berkat kinerja tim yang tak kenal lelah untuk menunjukkan bahwa tim benar-benar kompetitif di setiap kejuaraan, baik pembalap maupun konstruktor. "Mereka tampil dengan begitu keras, tapi saya pikir tahun ini merupakan tantangan terberat ketika kami berusaha untuk mempertahankan gelar tersebut," kata Horner seperti dilansir Yahoo Sport, Rabu (26/12).
"Bukan hanya itu, saya rasa tahun ini kejuaraan yang paling sulit bagi konstruktor dan pembalap. Karena kami benar-benar harus berpikir cepat bagaimana mengalahkan tim seperti McLaren, Mercedes, dan Lotus. Meski begitu, saya puas dengan kinerja tim selama ini."
"Pengorbanan mereka (staf) yang jauh dari rumah dengan meninggalkan keluarga bahkan sahabat mereka hanya untuk menjadikan mobil lebih kompetitif adalah hal yang luar biasa. Ini terjadi, karena adanya semangat di dalam tim dan cara itulah yang membuat kami berhasil.
Diakuinya, keberhasilan ini berkat kinerja tim yang tak kenal lelah untuk menunjukkan bahwa tim benar-benar kompetitif di setiap kejuaraan, baik pembalap maupun konstruktor. "Mereka tampil dengan begitu keras, tapi saya pikir tahun ini merupakan tantangan terberat ketika kami berusaha untuk mempertahankan gelar tersebut," kata Horner seperti dilansir Yahoo Sport, Rabu (26/12).
"Bukan hanya itu, saya rasa tahun ini kejuaraan yang paling sulit bagi konstruktor dan pembalap. Karena kami benar-benar harus berpikir cepat bagaimana mengalahkan tim seperti McLaren, Mercedes, dan Lotus. Meski begitu, saya puas dengan kinerja tim selama ini."
"Pengorbanan mereka (staf) yang jauh dari rumah dengan meninggalkan keluarga bahkan sahabat mereka hanya untuk menjadikan mobil lebih kompetitif adalah hal yang luar biasa. Ini terjadi, karena adanya semangat di dalam tim dan cara itulah yang membuat kami berhasil.
(nug)