Wiggins berambisi menjadi pemimpin di Tim Sky
Rabu, 26 Desember 2012 - 23:20 WIB
Wiggins berambisi menjadi pemimpin di Tim Sky
A
A
A
Sindonews.com - Kendati pasangannya di Sky Team, Chris Froome, lebih dipilih sebagai ujung tombak tim, Bradley Wiggins tetap berupaya untuk mempertahankan jersey kuning pada balap sepeda musim 2013. Menurutnya, potensi dual-kepemimpinan dalam tim pada gelaran Tour de France bisa menjadi hal yang terbaik dimiliki oleh tim.
"Memiliki dua orang yang sama sama kuat, berusaha untuk mengalahkan orang-orang seperti (Alberto) Contador dan Andy Schleck, akan menjadi kebaikan untuk kami. Begitu banyak yang diperbuat dengan memiliki dua pemimpin yang berpotensi menang, tapi masih sedikit yang mengatakan tentang hal-hal positif, kami finish di urutan satu-dua tahun ini," tuturnya kepada Sky Sports, kemarin (25/12).
"Selalu banyak membantu dengan memiliki kekuatan dalam jumlah, sehingga ini menjadi masalah bagus untuk dimiliki."
Pernyataan yang dilemparkannya ini, bisa jadi membuat Sky Team mengambil dua pemimpin untuk edisi tur yang ke-100 itu, dan sementara dua kepemimpinan ini jarang terjadi di dunia balap sepeda. Wiggins percaya bahwa itu bukan pendekatan yang buruk. Sementara itu, pelaksanaan tur itu sendiri dimulai tidak sampai 29 Juni dan masih ada setengah musim balap yang berlangsung sebelum itu, keputusan akhir tentang kepemimpinan Tim Sky masih beberapa bulan lagi.
"Ini bisa menjadi salah satu dari kami," kata Wiggins, yang saat ini sudah berusia 32 tahun. "Mungkin itu bisa saja Chris Froome pada hari itu, dan mungkin saja saya. Anda tidak tahu apa yang akan terjadi dalam olahraga ini, dan itu masih enam bulan lagi dari sekarang, sebelum keputusan itu dibuat."
"Tapi setelah kami berada dalam baris, siapa pun yang akan memimpin, kami semua memiliki kewajiban profesional. Seperti yang kita lihat tahun lalu, apa yang Chris lakukan untuk saya, bisa jadi bahwa saya akan melakukan hal itu baginya tahun depan, agar tim dapat menang."
"Kalau itu Chris Froome, semua delapan pengendara akan berkomitmen untuk Chris."
"Memiliki dua orang yang sama sama kuat, berusaha untuk mengalahkan orang-orang seperti (Alberto) Contador dan Andy Schleck, akan menjadi kebaikan untuk kami. Begitu banyak yang diperbuat dengan memiliki dua pemimpin yang berpotensi menang, tapi masih sedikit yang mengatakan tentang hal-hal positif, kami finish di urutan satu-dua tahun ini," tuturnya kepada Sky Sports, kemarin (25/12).
"Selalu banyak membantu dengan memiliki kekuatan dalam jumlah, sehingga ini menjadi masalah bagus untuk dimiliki."
Pernyataan yang dilemparkannya ini, bisa jadi membuat Sky Team mengambil dua pemimpin untuk edisi tur yang ke-100 itu, dan sementara dua kepemimpinan ini jarang terjadi di dunia balap sepeda. Wiggins percaya bahwa itu bukan pendekatan yang buruk. Sementara itu, pelaksanaan tur itu sendiri dimulai tidak sampai 29 Juni dan masih ada setengah musim balap yang berlangsung sebelum itu, keputusan akhir tentang kepemimpinan Tim Sky masih beberapa bulan lagi.
"Ini bisa menjadi salah satu dari kami," kata Wiggins, yang saat ini sudah berusia 32 tahun. "Mungkin itu bisa saja Chris Froome pada hari itu, dan mungkin saja saya. Anda tidak tahu apa yang akan terjadi dalam olahraga ini, dan itu masih enam bulan lagi dari sekarang, sebelum keputusan itu dibuat."
"Tapi setelah kami berada dalam baris, siapa pun yang akan memimpin, kami semua memiliki kewajiban profesional. Seperti yang kita lihat tahun lalu, apa yang Chris lakukan untuk saya, bisa jadi bahwa saya akan melakukan hal itu baginya tahun depan, agar tim dapat menang."
"Kalau itu Chris Froome, semua delapan pengendara akan berkomitmen untuk Chris."
(nug)