Persiba potong gaji pemain?

Kamis, 27 Desember 2012 - 00:11 WIB
Persiba potong gaji...
Persiba potong gaji pemain?
A A A
Sindonews.com - Krisis finansial yang dialami sejumlah tim sepak bola di Tanah Air, termasuk Persiba Bantul membuat managemen harus bekerja ekstra keras agar tim tetap eksis. Sejumlah wacana digulirkan agar tetap bisa mengarungi kompetisi musim depan. Persiba salah satunya yang mewacanakan pengurangan gaji kepada pemain, pelatih dan perangkat tim.

Wacana yang dihembuskan Persiba tersebut bagian dari upaya menghadapi krisis finansial tim. Terlebih sampai saat ini, Persiba baru mengantongi setengah lebih dari total kebutuhan selama semusim ke depan. Dari total kebutuhan sebesar Rp15-20 miliar, Persiba saat ini baru memiliki Rp9-10 miliar. Untuk menutupi kekurangan terasa berat mengingat kick off Indonesian Primier League (IPL) yang diikuti Persiba semakin mepet, yakni 9 Februari mendatang.

Dengan kondisi ini, pengurangan gaji pemain dianggap yang paling rasional. Pasalnya, manajemen Persiba menilai dari seluruh pengeluaran tim sepanjang kompetisi, pengeluaran paling besar pada sektor belanja pemain. Sementara biaya operasional yang menjadi kebutuhan pokok tim jauh lebih rendah dari beban belanja pemain. Perbandingan antara belanja pemain dengan biaya operasional diperkirakan 60% berbanding 40%.

Sekretaris Persiba Wikan Werdo Kisworo menjelaskan, pemotongan gaji pemain menjadi hal paling realistis jika ingin tetap berlaga di kasta tertinggi musim depan. Pengurangan biaya operasional jelas tidak mungkin. "Biaya operasional tidak mungkin bisa lagi diotak-atik, yang paling realistis adalah pengurangan gaji pemain dan pelatih," katanya, Rabu (26/12/2012).

Menurut dia, pos untuk biaya operasional tim meliputi pemenuhan kebutuhan tim sepanjang kompetisi seperti konsumsi, biaya transportasi, penginapan untuk laga tandang, kebutuhan hidup pemain selama kompetisi berlangsung, jelas tidak mungkin bisa dikurangi. "Anggaran operasional sudah tidak bisa ditawar. Hanya itu (pengurangan gaji) yang masih bisa ditawar," imbuhnya.

Pengurangan gaji dianggap yang paling realistis dibanding dengan wacana lain seperti merger dengan tim lain atau 'melorotkan diri' ke liga amatir. Untuk merger, Persiba punya fasilitas yang mendukung namun belum tentu ada tim yang kaya raya bersedia merger. Sedangkan ke liga amatir biayanya lebih murah karena pemain digaji pas-pasan dan tanpa pemain asing. Namun, pilihan itu pasti akan berdampak luar biasa, termasuk penolakan dari Paserbumi, julukan setia Persiba.
(wbs)
Berita Terkait
Polemik Hibah Persiba,...
Polemik Hibah Persiba, Dulu Disetor ke Pemkab Sekarang Diminta Kembali
Gugatan Idham soal Dana...
Gugatan Idham soal Dana Persiba Ditolak, Suharsono: Ini Kemenangan Rakyat
Potong Tumpeng, Warga...
Potong Tumpeng, Warga Bantul Gembira Hibah Persiba Rp11,6 M Kembali ke Pemda
Kisah Pesepak Bola Balikpapan...
Kisah Pesepak Bola Balikpapan Raih Impian di Tengah Keterbatasan
I Gede Widiade Mundur...
I Gede Widiade Mundur dari Presiden Klub, Mohammad Rafil Perdana Ambil Alih Manajemen Persiba
Festival Lampion Dongkrak...
Festival Lampion Dongkrak Kunjungan Wisatawan di Kabupaten Bantul
Berita Terkini
Drama Injury Time! Qatar...
Drama Injury Time! Qatar Gagalkan Kemenangan Swiss
33 menit yang lalu
Brasil vs Maroko: Peluang...
Brasil vs Maroko: Peluang Selecao Kalahkan Singa Atlas Capai 58,6 Persen
1 jam yang lalu
PB LEMKARI Gelar Kongres...
PB LEMKARI Gelar Kongres Luar Biasa 2026, Sempurnakan Nama dan Logo Organisasi
2 jam yang lalu
Brasil vs Maroko: Misi...
Brasil vs Maroko: Misi Selecao Akhiri Dahaga Gelar Dimulai
2 jam yang lalu
Tim Putri UBAYA dan...
Tim Putri UBAYA dan Tim Putra Perbanas Juara Campus League Basketball Season 1 2026
4 jam yang lalu
Ahmad Sahroni Bentuk...
Ahmad Sahroni Bentuk ASC Padel, Rekrut Pelatih Spanyol untuk Cetak Atlet
10 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved