Ketua KONI harus pinter, bener, pener dan kober
Kamis, 27 Desember 2012 - 00:29 WIB
Ketua KONI harus pinter, bener, pener dan kober
A
A
A
Sindonews.com – Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo meminta kepada ketua umum KONI yang akan dipilih dalam Musyawarah Olah raga Provinsi (Musorprov) Jateng yang bakal digelar, Kamis (27/12) (hari ini), harus Pinter, Bener, Pener dan Kober.
Hal itu diungkapkan Gubernur usai membuka Musorprov KONI Jateng di Ball Room Rama Sinta hotel Patrajasa, Rabu (26/12). Selain harus Pinter, Bener, Pener dan Kober, ketua KOni yang baru juga harus memiliki komitmen kuat, konsisten, dan taat azaz.
Pada Musorprov kali ini tiga nama dipastikan meramaikan bursa pemilihan ketua Umum KONI Periode 2013-2017 mendatang. Ketiganya adalah Tutuk Kurniawan, Bambang Husodo dan Sukadi Ketua KONI Banyumas.
Orang nomor satu di Jawa Tengah itu mengatakan, berbicara organisasi KONI adalah berbicara organisasi yang besar, dan menyangkut prestasi Olah raga dari sebuah daerah. Sehingga dibutuhkan seorang yang benar-benar mampu bekerja dengan baik demi meningkatkan prestasi olah raga.
Bibit mengaku, dari ketiga nama calon ketua Umum KONI yang sudah mendapaftar menurutnya semua memiliki kualitas dan kemampuan untuk memimpin KONI empat tahun ke depan. “Siapa saja yang jadi nanti biarlah Demokrasi KONI yang menentukan, yang terpenting adalah Ketua Umum KONI yang akan dating harus mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang sudah diraih oleh pengurus sebelumya,” katanya.
Mantang Pangkostrad ini menambahkan, pengurus KONI yang baru nantinya harus mampu menyusun rencana kerja yang benar-benar mampu menangkat citra olah raga di Jawa Tengah termasuk dalam hal pembinaan atlet.
Menurut Bibit, Jawa Tengah adalah gudangnya atlet-atlet yang berprestasi, hanya saja perlu pembinaan yang terukur dan terarah. Dengan pembinaan yang terarah bukal hal yang mustahil olah raga di Jawa Tengah akan mampu sejajar dengan DKI, Jatim dan Jabar . “Jangan sampai hibah anggaran untuk KONI yang cukup besar tidak dimanfaatkan dengan baik. Cari atlet-atlet dari daerah-daerah, karena di Jawa Tengah ini Gudangnya atlet berprestasi,” katanya.
Sementara itu pada hari pertama Musorpov kemarin, digelar KONI Award. Ketua Panitia Musorprov Joko Orixahadi, mengatakan, ada Sembilan penghargaan yang diberikan dalam KONI Award.
Sembilan pengharaan tersebut masing-masing diberikan kepada, Gubernur Jateng Bibit Waluyo (tokoh masyarakat), Hadi Prabowo (birokrasi), dan Budi Santoso (kepala Dinas Pemuda dan Olahraga). Kemudian, National Paralimpic Committee (NPC) Jateng, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Unnes untuk kategori perguruan tinggi, KONI Surakarta, Polda Jateng, dan Kodam IV/Diponegoro.
“Penghargaan diberikan kepada perorangan dan lembaga yang mendukung dan menunjukan prstasi untuk olah raga di Jawa Tengah,” katanya.
Selain KONI Award, kemarin juga mengagendakan laporan pertanggungjawaban KONI Jateng selama empat tahun kepengurusan di bawah ketua umum Soediro Atmo Prawiro. Hari ini acara akan dilanjutkan dengan pemilihan ketua umum baru periode 2012-2016. Tiga calon yang akan bersaing adalah Tutuk Kurniawan (wakil ketua umum III bidang perencanaan anggaran), Sukardi (Ketua Umum KONI Banyumas) dan Bambang Husodo (ketua tim monitoring dan evaluasi Jateng).
Hal itu diungkapkan Gubernur usai membuka Musorprov KONI Jateng di Ball Room Rama Sinta hotel Patrajasa, Rabu (26/12). Selain harus Pinter, Bener, Pener dan Kober, ketua KOni yang baru juga harus memiliki komitmen kuat, konsisten, dan taat azaz.
Pada Musorprov kali ini tiga nama dipastikan meramaikan bursa pemilihan ketua Umum KONI Periode 2013-2017 mendatang. Ketiganya adalah Tutuk Kurniawan, Bambang Husodo dan Sukadi Ketua KONI Banyumas.
Orang nomor satu di Jawa Tengah itu mengatakan, berbicara organisasi KONI adalah berbicara organisasi yang besar, dan menyangkut prestasi Olah raga dari sebuah daerah. Sehingga dibutuhkan seorang yang benar-benar mampu bekerja dengan baik demi meningkatkan prestasi olah raga.
Bibit mengaku, dari ketiga nama calon ketua Umum KONI yang sudah mendapaftar menurutnya semua memiliki kualitas dan kemampuan untuk memimpin KONI empat tahun ke depan. “Siapa saja yang jadi nanti biarlah Demokrasi KONI yang menentukan, yang terpenting adalah Ketua Umum KONI yang akan dating harus mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang sudah diraih oleh pengurus sebelumya,” katanya.
Mantang Pangkostrad ini menambahkan, pengurus KONI yang baru nantinya harus mampu menyusun rencana kerja yang benar-benar mampu menangkat citra olah raga di Jawa Tengah termasuk dalam hal pembinaan atlet.
Menurut Bibit, Jawa Tengah adalah gudangnya atlet-atlet yang berprestasi, hanya saja perlu pembinaan yang terukur dan terarah. Dengan pembinaan yang terarah bukal hal yang mustahil olah raga di Jawa Tengah akan mampu sejajar dengan DKI, Jatim dan Jabar . “Jangan sampai hibah anggaran untuk KONI yang cukup besar tidak dimanfaatkan dengan baik. Cari atlet-atlet dari daerah-daerah, karena di Jawa Tengah ini Gudangnya atlet berprestasi,” katanya.
Sementara itu pada hari pertama Musorpov kemarin, digelar KONI Award. Ketua Panitia Musorprov Joko Orixahadi, mengatakan, ada Sembilan penghargaan yang diberikan dalam KONI Award.
Sembilan pengharaan tersebut masing-masing diberikan kepada, Gubernur Jateng Bibit Waluyo (tokoh masyarakat), Hadi Prabowo (birokrasi), dan Budi Santoso (kepala Dinas Pemuda dan Olahraga). Kemudian, National Paralimpic Committee (NPC) Jateng, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Unnes untuk kategori perguruan tinggi, KONI Surakarta, Polda Jateng, dan Kodam IV/Diponegoro.
“Penghargaan diberikan kepada perorangan dan lembaga yang mendukung dan menunjukan prstasi untuk olah raga di Jawa Tengah,” katanya.
Selain KONI Award, kemarin juga mengagendakan laporan pertanggungjawaban KONI Jateng selama empat tahun kepengurusan di bawah ketua umum Soediro Atmo Prawiro. Hari ini acara akan dilanjutkan dengan pemilihan ketua umum baru periode 2012-2016. Tiga calon yang akan bersaing adalah Tutuk Kurniawan (wakil ketua umum III bidang perencanaan anggaran), Sukardi (Ketua Umum KONI Banyumas) dan Bambang Husodo (ketua tim monitoring dan evaluasi Jateng).
(wbs)