Setelah India GPG, Lindaweni incar Korea Open
Kamis, 27 Desember 2012 - 15:12 WIB
Setelah India GPG, Lindaweni incar Korea Open
A
A
A
Sindonews.com - Target besar sudah dicanangkan Lindaweni Fanetri. Pasca menjadi juara di India Grand Prix Gold (GPG) 2012, Lindaweni kini membidik gelar di Korea Open Superserier Premier, 8-13 Januari mendatang.
"Saat ini saya akan mempersiapkan diri untuk turnamen Korea Open Super Series Premier 2013,"kata Lindaweni seperti dikutip situs resmi PBSI.
Lindaweni mengaku akan segera mempersiapkan diri untuk menghadapi turnamen ini. Sejak kembali dari India, Lindaweni sebenarnya mau langsung menjalani latihan. "Tapi karena telapak kaki saya masih perih saya mau lihat dulu kondisinya, memungkinkan atau tidak. Namun saya secepatnya kembali latihan karena turnamennya sudah dekat,"ujarnya.
Cedera telapak kaki ini didapat saat dirinya menghadapi Shindu P.V di laga final, 23 Desember lalu."Saat itu kedua telapak kaki kanan dan kiri saya sedang kapalan yang cukup parah. Saat bermain ternyata kapalannya pecah semua dan ketika minta izin wasit dan buka sepatu, kaki saya sudah berlumuran darah dan rasanya perih sekali, apalagi kalau dipakai untuk menapak,"tutur Lindaweni.
"Saya sempat bilang sama pelatih kalau perihnya tak tertahankan tapi pelatih terus menyemangati. Saat itu saya berpikir saya tak mau menyia-nyiakan perjuangan saya, akhirnya saya tahan sakitnya dan terus bermain hingga menang,"ia menambahkan.
Selain terkendala cedera telapak kaki, Lindaweni juga mengaku masih bermasalah dengan cedera pinggang. "Saya juga mau mengurus pengobatan untuk cedera pinggang yang saya alami beberapa bulan lalu. Saya direkomendasikan dokter ke KONI untuk pengobatan cedera ini,"jelas pemain berusia 22 tahun tersebut.
"Saat ini saya akan mempersiapkan diri untuk turnamen Korea Open Super Series Premier 2013,"kata Lindaweni seperti dikutip situs resmi PBSI.
Lindaweni mengaku akan segera mempersiapkan diri untuk menghadapi turnamen ini. Sejak kembali dari India, Lindaweni sebenarnya mau langsung menjalani latihan. "Tapi karena telapak kaki saya masih perih saya mau lihat dulu kondisinya, memungkinkan atau tidak. Namun saya secepatnya kembali latihan karena turnamennya sudah dekat,"ujarnya.
Cedera telapak kaki ini didapat saat dirinya menghadapi Shindu P.V di laga final, 23 Desember lalu."Saat itu kedua telapak kaki kanan dan kiri saya sedang kapalan yang cukup parah. Saat bermain ternyata kapalannya pecah semua dan ketika minta izin wasit dan buka sepatu, kaki saya sudah berlumuran darah dan rasanya perih sekali, apalagi kalau dipakai untuk menapak,"tutur Lindaweni.
"Saya sempat bilang sama pelatih kalau perihnya tak tertahankan tapi pelatih terus menyemangati. Saat itu saya berpikir saya tak mau menyia-nyiakan perjuangan saya, akhirnya saya tahan sakitnya dan terus bermain hingga menang,"ia menambahkan.
Selain terkendala cedera telapak kaki, Lindaweni juga mengaku masih bermasalah dengan cedera pinggang. "Saya juga mau mengurus pengobatan untuk cedera pinggang yang saya alami beberapa bulan lalu. Saya direkomendasikan dokter ke KONI untuk pengobatan cedera ini,"jelas pemain berusia 22 tahun tersebut.
(wir)