Persiba tak percaya LPIS beri subsidi

Jum'at, 28 Desember 2012 - 19:58 WIB
Persiba tak percaya...
Persiba tak percaya LPIS beri subsidi
A A A
Sindonews.com - Persiba Bantul tidak yakin operator liga PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) akan mengucurkan dana segar kepada tim-tim yang ada di bawah naungannya. Wacana yang diembuskan operator Indonesia Premier League (IPL) ini dalam rangka membantu kondisi
finansial klub yang minim agar IPL 2013 tetap digelar sesuai jadwal, 9 Februari 2013.

PT LPIS mewacanakan memberikan dana segar kepada tim IPL maupun Divisi Utama yang berada di bawah naungannya sekitar Rp2,5 miliar sampai Rp4 miliar. Namun, dana tersebut tidak dibagikan secara langsung melain secara bertahap, dalam semusim mungkin 4-5 tahap pencairannya.

Menanggapi wacana kucuran dana dari PT LPIS ini, sejumlah tim mengaku kurang yakin. Salah satunya managemen Persiba Bantul yang menganggap wacana itu hanya untuk meredam kepanikan tim beserta pemain. "Saya sudah dengar wacana itu (PT LPIS mengucurkan subsidi), tapi apa iya demikian. Kok sepertinya tidak demikian," ujar Manajer Persiba Briyanto, Jumat (28/12).

Menurut Briyanto, jika pun dana PT LPIS benar-benar mengucurkan subsidi (Rp2,5 miliar-Rp4 miliar), jelas tidak akan mencukupi untuk kebutuhan selama semusim. Anggaran tersebut hanya cukup untuk mengikat kontrak beberapa pemain saja.

"Jadi, kalau misalnya IPL digelar 9 Februari, dari sekarang subsidi sudah diberikan. Setidaknya untuk kontrak pemain dulu agar pemain merasa ada kepastian," jelasnya.

Sejauh ini, Persiba memang belum mendapatkan sponsor utama sehingga pemain belum dikontrak. Dari perhitungan bagian keuangan, anggaran yang dibutuhkan Persiba selama satu musim ke depan, membutuhkan angggaran minimal Rp12 miliar. Anggaran terbesar untuk kebutuhan akomodasi dan transportasi laga tandang. Kabar yang beredar, dana yang dimiliki Persiba saat ini baru setengah dari total yang dibutuhkan selama semusim penuh.

Menurut Briyanto, saat ini managemen terus mencari sponsor guna menutupi kekurangan anggaran. "Sponsor terus kita dari, namun belum mendapatkannya. Sebagian besar sponsor ragu karena di Indonesia masih ada dualisme di tubuh PSSI maupun dualisme kompetisi. FIFA yang
menunda sanksi juga membuat sponsor ragu," papar mantan manajer Timnas PSSI U-17.

Dengan kondisi keuangan yang ada, managemen tetap berharap tim berjuluk Laskar Sultan Agung ikut di kompetisi kasta tertinggi. Konsekuensi ada kebijakan yang kurang populis bagi pemain dan pelatih, yakni pemotongan gaji.
(aww)
Berita Terkait
Polemik Hibah Persiba,...
Polemik Hibah Persiba, Dulu Disetor ke Pemkab Sekarang Diminta Kembali
Gugatan Idham soal Dana...
Gugatan Idham soal Dana Persiba Ditolak, Suharsono: Ini Kemenangan Rakyat
Potong Tumpeng, Warga...
Potong Tumpeng, Warga Bantul Gembira Hibah Persiba Rp11,6 M Kembali ke Pemda
Kisah Pesepak Bola Balikpapan...
Kisah Pesepak Bola Balikpapan Raih Impian di Tengah Keterbatasan
I Gede Widiade Mundur...
I Gede Widiade Mundur dari Presiden Klub, Mohammad Rafil Perdana Ambil Alih Manajemen Persiba
Festival Lampion Dongkrak...
Festival Lampion Dongkrak Kunjungan Wisatawan di Kabupaten Bantul
Berita Terkini
Brasil vs Maroko: Misi...
Brasil vs Maroko: Misi Selecao Akhiri Dahaga Gelar Dimulai
9 menit yang lalu
Tim Putri UBAYA dan...
Tim Putri UBAYA dan Tim Putra Perbanas Juara Campus League Basketball Season 1 2026
1 jam yang lalu
Ahmad Sahroni Bentuk...
Ahmad Sahroni Bentuk ASC Padel, Rekrut Pelatih Spanyol untuk Cetak Atlet
7 jam yang lalu
Timnas Indonesia U-19...
Timnas Indonesia U-19 Raih Peringkat Ketiga Piala AFF U-19 2026
8 jam yang lalu
AHRT Raih 2 Podium pada...
AHRT Raih 2 Podium pada Race 1 ARRC Jepang, Irfan dan Herjun Tembus Tiga Besar
8 jam yang lalu
Visa Ditolak, Thomas...
Visa Ditolak, Thomas Partey Absen Bela Ghana Lawan Panama di Piala Dunia 2026
12 jam yang lalu
Infografis
5 Tips Packing Mudik...
5 Tips Packing Mudik Agar Koper Tak Kelebihan Muatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved