Simon akui tak punya strategi baku
Jum'at, 28 Desember 2012 - 20:15 WIB
Simon akui tak punya strategi baku
A
A
A
Sindonews.com - Kick-off Indonesia Super League (ISL) musim 2013 tinggal menghitung hari. Semua klub peserta tancap gas mempersiapkan skuadnya di waktu yang sudah relatif mepet ini. Berbagai kelebihan yang dimiliki masing-masing tim semakin diasah, sejumlah kekurangan pun terus ditambal.
Hal serupa dilakukan Pelita Bandung Raya. Di pekan terakhir persiapan mereka sebelum melakoni laga pertama, Eka Ramdani dkk mematangkan penyelesaian alur bola. Pada latihan beberapa hari terakhir, para pemain Pelita Bandung Raya melakukan simulasi serangan dengan berbagai pola. Gelandang dan penyerang harus mampu melewati pemain-pemain belakang, baik dengan umpan terobosan, skill individu, maupun meloloskan diri dari jebakan offside.
"Latihan taktik dan skema permainan sudah dilakukan selama dua hingga tiga pekan terakhir. Dan di beberapa hari ini para pemain lebih difokuskan ke latihan finishing, yaitu akhir dari alur permainan bola hingga bisa berhadapan langsung dengan gawang dan mencetak gol. Ini karena waktu persiapan juga yang tinggal beberapa hari. Mungkin dicampur dengan menu latihan fitnes untuk menjaga kebugaran fisik pemain," jelas Pelatih Pelita Bandung Raya Simon McMenemy.
Dia menyebut, salah satu bahan pertimbangan dalam memberikan menu latihan adalah hasil evaluasi saat Pelita Bandung Raya menjalani training camp di Malaysia beberapa waktu lalu.
Sejumlah pertandingan melawan klub profesional negeri Jiran memang membuat kekurangan-kekurangan yang ada di tubuh tim ini terlihat jelas. Hal itu pula yang menjadi fokus perbaikan yang dilakukan sang pelatih. "Latihan ini juga sebagai bentuk evaluasi dari training camp kami di Malaysia," ujar Simon.
Terkait skema permainan seperti apa yang direncanakannya, Simon mengaku tidak memiliki pola yang baku. Strategi penyerangan yang nantinya diterapkan para pemain Pelita Bandung Raya akan disesuaikan dengan kelebihan masing-masing individu. Hal itu dianggap bisa lebih memaksimalkan kemampuan para penggawanya untuk bekerja sama dalam sebuah tim.
"Dalam skema permainan, baik pola menyerang atau pun bertahan, saya mempertimbangkan kelebihan apa yang dimiliki seorang pemain. Itu yang akan ditonjolkan di lapangan saat bertanding nanti. Kelebihan masing-masing pemain akan diberdayakan untuk menyatu dalam sebuah permainan tim. Bukan memaksakan kekurangan mereka agar bisa sesuai dengan skema permainan," beber pelatih berkebangsaan Inggris ini.
Simon pun mengklaim, semua yang diterapkannya pada tim ini berbeda dengan yang ada di klub lain. Dengan begitu, dia berharap kesebelasan yang dinakhodainya bisa berbicara banyak pada ajang ISL musim ini. Minimal, target untuk bercokol di papan tengah klasemen akhir kompetisi bisa tercapai.
"Segala hal yang ada di tim ini berbeda dengan tim lain, tidak hanya dalam hal trategi saja. Kami tidak ingin sama dengan kesebelasan lain. Banyaknya pemain muda yang belum pernah merasakan atmosfer kompetisi sepak bola profesional juga menjadi perbedaan tersendiri. Dengan modal ini, kami harapkan adanya perkembangan yang lebih dari tim lain," ujar Simon.
Hal serupa dilakukan Pelita Bandung Raya. Di pekan terakhir persiapan mereka sebelum melakoni laga pertama, Eka Ramdani dkk mematangkan penyelesaian alur bola. Pada latihan beberapa hari terakhir, para pemain Pelita Bandung Raya melakukan simulasi serangan dengan berbagai pola. Gelandang dan penyerang harus mampu melewati pemain-pemain belakang, baik dengan umpan terobosan, skill individu, maupun meloloskan diri dari jebakan offside.
"Latihan taktik dan skema permainan sudah dilakukan selama dua hingga tiga pekan terakhir. Dan di beberapa hari ini para pemain lebih difokuskan ke latihan finishing, yaitu akhir dari alur permainan bola hingga bisa berhadapan langsung dengan gawang dan mencetak gol. Ini karena waktu persiapan juga yang tinggal beberapa hari. Mungkin dicampur dengan menu latihan fitnes untuk menjaga kebugaran fisik pemain," jelas Pelatih Pelita Bandung Raya Simon McMenemy.
Dia menyebut, salah satu bahan pertimbangan dalam memberikan menu latihan adalah hasil evaluasi saat Pelita Bandung Raya menjalani training camp di Malaysia beberapa waktu lalu.
Sejumlah pertandingan melawan klub profesional negeri Jiran memang membuat kekurangan-kekurangan yang ada di tubuh tim ini terlihat jelas. Hal itu pula yang menjadi fokus perbaikan yang dilakukan sang pelatih. "Latihan ini juga sebagai bentuk evaluasi dari training camp kami di Malaysia," ujar Simon.
Terkait skema permainan seperti apa yang direncanakannya, Simon mengaku tidak memiliki pola yang baku. Strategi penyerangan yang nantinya diterapkan para pemain Pelita Bandung Raya akan disesuaikan dengan kelebihan masing-masing individu. Hal itu dianggap bisa lebih memaksimalkan kemampuan para penggawanya untuk bekerja sama dalam sebuah tim.
"Dalam skema permainan, baik pola menyerang atau pun bertahan, saya mempertimbangkan kelebihan apa yang dimiliki seorang pemain. Itu yang akan ditonjolkan di lapangan saat bertanding nanti. Kelebihan masing-masing pemain akan diberdayakan untuk menyatu dalam sebuah permainan tim. Bukan memaksakan kekurangan mereka agar bisa sesuai dengan skema permainan," beber pelatih berkebangsaan Inggris ini.
Simon pun mengklaim, semua yang diterapkannya pada tim ini berbeda dengan yang ada di klub lain. Dengan begitu, dia berharap kesebelasan yang dinakhodainya bisa berbicara banyak pada ajang ISL musim ini. Minimal, target untuk bercokol di papan tengah klasemen akhir kompetisi bisa tercapai.
"Segala hal yang ada di tim ini berbeda dengan tim lain, tidak hanya dalam hal trategi saja. Kami tidak ingin sama dengan kesebelasan lain. Banyaknya pemain muda yang belum pernah merasakan atmosfer kompetisi sepak bola profesional juga menjadi perbedaan tersendiri. Dengan modal ini, kami harapkan adanya perkembangan yang lebih dari tim lain," ujar Simon.
(aww)