Pesta rekor limit KRAPSI
Jum'at, 28 Desember 2012 - 21:47 WIB
Pesta rekor limit KRAPSI
A
A
A
Sindonews.com - Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Seluruh Indonesia (KRAPSI) kembali diramaikan dengan pemecahan rekor-rekor baru. Perenang asal klub ESG Bandung, Jabar, Ricky Anggawijaya behasil memecahkan rekor limit waktu (KRAPSI) untuk nomor 400m gaya bebas putra KU-I dengan catatan waktu 04.03.98. Limit waktu KRAPSI sendiri yaitu 04.46.39.
Ricky sendiri mengaku cukup senang dengan hasil tersebut. Namun dirinya masih akan terus berusaha untuk bisa memecahkan rekor nasional.
"Ya saya cukup senang bisa lebih kecil dari limit waktu KRAPSI. Tapi itu belum cukup, saya ingin bisa memecahkan rekor nasional. Saya tetap bersyukur, ke depan saya akan lebih fokus lagi berlatih untuk meraih cita-cita saya,"ungkapnya.
Sementara itu, Abdul Hadi dari klub TCR Bengkalis, Riau harus puas berada di posisi dua dengan catatan waktu 04.13.57, disusul perenang dari MA Jakarta, Alexis Wijaya meraih peringkat tiga dengan waktu 04.14.17.
Untuk nomor 400m gaya bebas putri KU-I, Raina Saumi dari ESG Bandung berhasil menjadi yang terbaik dengan waktu 04.31.19, disusul perenang dari AQR Bandung, Monalisa (04.31.73) dan peringkat tiga diraih Iffy Nadya dari CLS Malang, Jatim (04.35.96).
Sedangkan untuk nomor 100m gaya punggung putra KU-I, rekor KRAPSI dicetak oleh perenang dari klub MAL Pekanbaru, Riau, Gede Siman dengan catatn waktu 00.56.88, untuk limit waktu KRAPSI 01.05.86. Ricky Angga Wijaya dari ESG Bandung, hanya berada di posisi dua dengan waktu 01.01.35, dan ketiga diraih Samuel Preston dari BAS Bandung (010246).
Pecah rekor KRAPSI juga terjadi di nomor 100m gaya punggung putri KU-I. Yessy V. Yosaputra dari AQR Bandung berhasil memecahkan rekor KRAPSI sebelumnya (01.15.30) dengan catatan waktu 01.06.96. Sedangkan Nurul Fajar dari PKG Gresik, Jatim (01.08.75) berada di posisi dua disusul Archia Febra dari PAS Pasuruan, Jatim (01.10.95) di posisi tiga.
Sedangkan di 100m gaya kupu-kupu putra KU-I tidak ada pemecahan rekor. Namun perenang ESG Bandung, Satrio Bagaskara harus puas menjadi yang kedua dengan waktu 00.58.85, setelah pesaingnya, Putra M Randa, dari MA DKI Jakarta menjadi yang terbaik dengan catatan waktu 00.58.84. Peringkat ketiga diraih Dimas Adrianto dari PMTS Sumut dengan waktu 00.59.31.
Berbeda dengan nomor 100m gaya kupu putra, di nomor 100m gaya kupu putri, Monaliza dari AQR Bandung berhasil menjadi yang terbaik dengan waktu 01.04.52 dan berhasil memecahkan rekor KRAPSI dengan limit waktu 01.12.56. Raina Saumi dari hanya menjadi yang kedua (01.06.99), dan
Yessika KH PKG Gresik, harus puas di posisi tiga (01.07.81).
Pelatih ESG Jabar, Nizarudin menuturkan, dirinya optimistis klub nya bisa kembali meraih gelar juara umum di KRAPSI tersebut. Ia juga berharap atlet-atletnya lebih banyak lagi yang mencetak rekor, bahkan bisa mencetak rekornas.
"Ya mudah-mudahan kami bisa meraih juara umum yang keempat kali di kejuaraan ini. Saya juga berharap ada yang bisa memecahkan rekornas, bukan hanya pecah rekor KRAPSI saja,"ungkapnya.
Ricky sendiri mengaku cukup senang dengan hasil tersebut. Namun dirinya masih akan terus berusaha untuk bisa memecahkan rekor nasional.
"Ya saya cukup senang bisa lebih kecil dari limit waktu KRAPSI. Tapi itu belum cukup, saya ingin bisa memecahkan rekor nasional. Saya tetap bersyukur, ke depan saya akan lebih fokus lagi berlatih untuk meraih cita-cita saya,"ungkapnya.
Sementara itu, Abdul Hadi dari klub TCR Bengkalis, Riau harus puas berada di posisi dua dengan catatan waktu 04.13.57, disusul perenang dari MA Jakarta, Alexis Wijaya meraih peringkat tiga dengan waktu 04.14.17.
Untuk nomor 400m gaya bebas putri KU-I, Raina Saumi dari ESG Bandung berhasil menjadi yang terbaik dengan waktu 04.31.19, disusul perenang dari AQR Bandung, Monalisa (04.31.73) dan peringkat tiga diraih Iffy Nadya dari CLS Malang, Jatim (04.35.96).
Sedangkan untuk nomor 100m gaya punggung putra KU-I, rekor KRAPSI dicetak oleh perenang dari klub MAL Pekanbaru, Riau, Gede Siman dengan catatn waktu 00.56.88, untuk limit waktu KRAPSI 01.05.86. Ricky Angga Wijaya dari ESG Bandung, hanya berada di posisi dua dengan waktu 01.01.35, dan ketiga diraih Samuel Preston dari BAS Bandung (010246).
Pecah rekor KRAPSI juga terjadi di nomor 100m gaya punggung putri KU-I. Yessy V. Yosaputra dari AQR Bandung berhasil memecahkan rekor KRAPSI sebelumnya (01.15.30) dengan catatan waktu 01.06.96. Sedangkan Nurul Fajar dari PKG Gresik, Jatim (01.08.75) berada di posisi dua disusul Archia Febra dari PAS Pasuruan, Jatim (01.10.95) di posisi tiga.
Sedangkan di 100m gaya kupu-kupu putra KU-I tidak ada pemecahan rekor. Namun perenang ESG Bandung, Satrio Bagaskara harus puas menjadi yang kedua dengan waktu 00.58.85, setelah pesaingnya, Putra M Randa, dari MA DKI Jakarta menjadi yang terbaik dengan catatan waktu 00.58.84. Peringkat ketiga diraih Dimas Adrianto dari PMTS Sumut dengan waktu 00.59.31.
Berbeda dengan nomor 100m gaya kupu putra, di nomor 100m gaya kupu putri, Monaliza dari AQR Bandung berhasil menjadi yang terbaik dengan waktu 01.04.52 dan berhasil memecahkan rekor KRAPSI dengan limit waktu 01.12.56. Raina Saumi dari hanya menjadi yang kedua (01.06.99), dan
Yessika KH PKG Gresik, harus puas di posisi tiga (01.07.81).
Pelatih ESG Jabar, Nizarudin menuturkan, dirinya optimistis klub nya bisa kembali meraih gelar juara umum di KRAPSI tersebut. Ia juga berharap atlet-atletnya lebih banyak lagi yang mencetak rekor, bahkan bisa mencetak rekornas.
"Ya mudah-mudahan kami bisa meraih juara umum yang keempat kali di kejuaraan ini. Saya juga berharap ada yang bisa memecahkan rekornas, bukan hanya pecah rekor KRAPSI saja,"ungkapnya.
(aww)