Indonesia fokus cabor unggulan
Jum'at, 28 Desember 2012 - 22:37 WIB
Indonesia fokus cabor unggulan
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Selatan Muddai Madang punya saran jika Indonesia ingin juara umum pada ASEAN University Games (AUG) 2014 di Palembang.
Menurutnya Indonesia harus lebih memprioritaskan cabang olahraga strategis yang berpotensi meraih emas. Itu sesuai dengan pembicaraan yang dilakukannya dengan Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Badan Pemuda dan Olahraga Mahasiswa Indonesia (Bapomi) Pusat, Mulyana belum lama ini.
Dia melanjutkan, sebenarnya kalau dilihat dari perolehan medali, kontingen Indonesia sudah mencapai target yang diinginkan, yakni lebih dari 150 medali. Hanya saja memang jika ditinjau dari AUG sebelumnya, dimana Indonesia menjadi runner-up tentu prestasi ini bisa dibilang menurun.
"Kita kurang berhasil pada ASEAN University Games Laos ini karena memang ada beberapa cabor unggulan kita tidak dipertandingkan, seperti, menembak, anggar, bilyar dan lainnya. Beda halnya pada waktu SEA Games 2011 lalu, semua cabor unggulan Indonesia dipertandingkan," katanya.
Kegagalan tersebut menurut dia salah satunya lantaran kontingen Indonesia masih kurang masa persiapan dan terbilang mepet. Berbeda dengan kontingen Malaysia yang sudah menjalani Training Camp (TC) dalam tiga bulan terakhir.
"Para atlet kita juga yang ikut serta ini kebanyakan ikut serta pada PON (Pekan Olahraga Nasional) Riau kemarin dan sedang masa persiapan untuk SEA Games Myanmar 2013. Jadi masa transisi ini belum teroptimalkan dengan baik, tanpa latihan, sehingga atlet kita tidak begitu siap," ungkapnya.
Oleh karena itulah pada AUG berikutnya di Palembang 2014 mendatang, persiapan akan dilakukan lebih awal, selain memilih cabor-cabor unggulan yang akan dipertandingkan. Kemudian pula, event AUG ini akan selalu mengalami pergantian atlet dengan cepat, atau regenerasinya akan terus bergulir jika atlet yang lama sudah lulus.
"Makanya dalam perekrutan atlet nanti akan mengandalkan seleksi bertingkat mulai dari kejurda, kerjurnas, pomda hingga ke pomnas untuk merektrut atlet-atlet baru. Tentunya kita juga akan bekerja sama dengan masing-masing PB (Pengurus Besar) dari setiap cabor untuk menilai dan menentukan atlet tersebut layak atau tidak," terangnya.
Namun dia yakin, pada UAG 2014 Sumsel diprediksi lebih meriah dari UAG Laos 2012. Apalagi cabang olahraga yang dipertandingkan lebih banyak dari Laos yang hanya menggelar 16 cabang olahrtaga. Sedangkan AUG di Palembang nanti rencananya akan menggelar 26 cabang olah raga.
"Tapi itu belum final, akan diseleksi lagi. Karena sebagai tuan rumah, Indonesia diberi jatah mempertandingkan dua cabor lokal yang tentunya diharapkan menjadi pundi medali. Tapi kita juga belum tahu cabor apa itu, mungkin saja olahraga tradisional lokal Palembang seperti pantak lele, gobak sodor, atau yang lain. Tapi itu akan kita bahas lagi," ungkap Muddai.
Dirinya juga menjamin dalam kepanitaan UAG nanti akan melibatkan putra daerah untuk lebih berperan aktif. Tetapi dia mengatakan untuk jumlahnya tidak akan sebesar seperti saat penyelenggaraan SEA Games XXVI lalu.
Menurutnya Indonesia harus lebih memprioritaskan cabang olahraga strategis yang berpotensi meraih emas. Itu sesuai dengan pembicaraan yang dilakukannya dengan Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Badan Pemuda dan Olahraga Mahasiswa Indonesia (Bapomi) Pusat, Mulyana belum lama ini.
Dia melanjutkan, sebenarnya kalau dilihat dari perolehan medali, kontingen Indonesia sudah mencapai target yang diinginkan, yakni lebih dari 150 medali. Hanya saja memang jika ditinjau dari AUG sebelumnya, dimana Indonesia menjadi runner-up tentu prestasi ini bisa dibilang menurun.
"Kita kurang berhasil pada ASEAN University Games Laos ini karena memang ada beberapa cabor unggulan kita tidak dipertandingkan, seperti, menembak, anggar, bilyar dan lainnya. Beda halnya pada waktu SEA Games 2011 lalu, semua cabor unggulan Indonesia dipertandingkan," katanya.
Kegagalan tersebut menurut dia salah satunya lantaran kontingen Indonesia masih kurang masa persiapan dan terbilang mepet. Berbeda dengan kontingen Malaysia yang sudah menjalani Training Camp (TC) dalam tiga bulan terakhir.
"Para atlet kita juga yang ikut serta ini kebanyakan ikut serta pada PON (Pekan Olahraga Nasional) Riau kemarin dan sedang masa persiapan untuk SEA Games Myanmar 2013. Jadi masa transisi ini belum teroptimalkan dengan baik, tanpa latihan, sehingga atlet kita tidak begitu siap," ungkapnya.
Oleh karena itulah pada AUG berikutnya di Palembang 2014 mendatang, persiapan akan dilakukan lebih awal, selain memilih cabor-cabor unggulan yang akan dipertandingkan. Kemudian pula, event AUG ini akan selalu mengalami pergantian atlet dengan cepat, atau regenerasinya akan terus bergulir jika atlet yang lama sudah lulus.
"Makanya dalam perekrutan atlet nanti akan mengandalkan seleksi bertingkat mulai dari kejurda, kerjurnas, pomda hingga ke pomnas untuk merektrut atlet-atlet baru. Tentunya kita juga akan bekerja sama dengan masing-masing PB (Pengurus Besar) dari setiap cabor untuk menilai dan menentukan atlet tersebut layak atau tidak," terangnya.
Namun dia yakin, pada UAG 2014 Sumsel diprediksi lebih meriah dari UAG Laos 2012. Apalagi cabang olahraga yang dipertandingkan lebih banyak dari Laos yang hanya menggelar 16 cabang olahrtaga. Sedangkan AUG di Palembang nanti rencananya akan menggelar 26 cabang olah raga.
"Tapi itu belum final, akan diseleksi lagi. Karena sebagai tuan rumah, Indonesia diberi jatah mempertandingkan dua cabor lokal yang tentunya diharapkan menjadi pundi medali. Tapi kita juga belum tahu cabor apa itu, mungkin saja olahraga tradisional lokal Palembang seperti pantak lele, gobak sodor, atau yang lain. Tapi itu akan kita bahas lagi," ungkap Muddai.
Dirinya juga menjamin dalam kepanitaan UAG nanti akan melibatkan putra daerah untuk lebih berperan aktif. Tetapi dia mengatakan untuk jumlahnya tidak akan sebesar seperti saat penyelenggaraan SEA Games XXVI lalu.
(aww)